MY SUGAR BABY

MY SUGAR BABY
Calon Suami Kamu


__ADS_3

 “Om, pikir aku bom, yang harus dijinakkan!” kesal Hazel yang kini memberontak dan membuatnya bisa turun dari pundak Jimi.


“Ets, mau kemana kamu?” Jimi langsung menahan tangan Hazel yang akan pergi meninggalkannya.


“Pulang!” jawab Hazel dengan ketus.


“Om tidak akan membiarkan kamu pulang,”


“Siapa Om, melarang aku?”


“Calon saumi kamu,”


Jawaban Jimi membuat Hazel yang mendengarnya langsung melongo sambil menoleh kearahnya.


“Hey, apa Om pikir aku ingin menjadi istri seorang pria bodoh seperti Om, oh, tentu saja tidak!”


“Oh, kamu sedang meledek om ya,”


“Eh Om, aku bukan anak kecil yang suka meledek,”


“Itu tadi yang kamu katakan apaan, jika bukan meledek,” sambung Jimi, yang tidak diambil hati ucapan yang baru saja Hazel ucapkan.


Dan Jimi yang masih menahan tangan Hazel, kini menarik tangan tersebut agar gadis pujaannya semakin mendekat kearahnya. Lalu Jimi memeluk pinggang Hazel saat sudah berhasil membutnya mendekat.


“Melihat kamu seperti ini, membuat Om ingin segera memakan kamu Zel,” bisik Jimi tepat ditelinga Hazel, diakhiri dengan menggigit daun telinganya.


“Apa apaan sih Om,” hazel yang tidak suka dengan apa yang baru saja Jimi lalukan, coba untuk melepas tangan Jimi yang masih memeluk pinggangnya. “Om, lepaskan aku!”


“Tidak,”

__ADS_1


“Om!”


Jimi tidak peduli pada teriakan Hazel, dan dia langsung mengangkat tubuh Hazel dan kembali menggendong tubuhnya disalah satu pundaknya, kemudian membawanya masuk kedalam rumahnya.


Jimi yang menjadi tentonan beberapa asisten rumah tangganya karena Hazel terus memberontak, kini menghentikan langkahkannya dan menatap bergantian kearah asisten rumah tangganya.


“Apa yang kalian lihat? Kembali pada pekerjaan kalian masing masing!” perintah Jimi pada semua asisten rumah tangganya yang masih menatap kearahnya.


“Pekerjaan kami sudah selesai Pak, dan ini juga sudah larut malam, tidak ada lagi yang harus kami kerjakan,” ucap salah satu asisten rumah tangga Jimi.


“Terus kenapa kalian masih berada disini, kembali ke kamar kalian masing masing!” perintah Jimi.


“Tapi Pak itu….”


“Dia gadis nakal yang harus di hukum, karena sudah berani berkeliaran malam malam dengan pria,” ucap Jimi memotong perkataan asisten rumah tangganya tersebut.


Dan Jimi yang tidak ingin mengulur ulur waktu untuk bisa memberi pelajaran pada Hazel, langsung membawa Hazel menuju ke kamarnya dan meninggalkan semua asisten rumah tangganya yang juga kembali ke kamarnya masing masing, karena meraka tahu siapa Hazel, putri dari sahabat sang majikan.


“Oke, Om akan melepaskan kamu,” Jimi pun lansung menurunkan Hazel dari pundaknya dengan pelan dan mendudukkan bokongnya dipinggiran tempat tidur.


“Dasar si tua yang menyebalkan,” kesal Hazel yang kini beranjak dari duduknya, dan berniat untuk melarikan diri dari kamar Jimi. Namun, belum juga melangkah satu tangannya sudah di cekal oleh Jimi.


“Mau ke mana kamu,”


“Om, lepasakan!”


Namun, Jimi tidak peduli pada teriakan Hazel, karena dia langsung menarik tangannya, hingga Hazel terjatuh diatas tempat tidur. Dan tanpa pikir panjang lagi Jimi segera menindih Hazel menggunakan tubuhnya.


“Kamu perlu dijinakkan Zel,”

__ADS_1


“Om, apa apaan ini, lebih baik Om melakukannya dengan tante Mita saja sana! Dan menyingkirlah


dari atas tubuhku,”


“Untuk apa Om melakukan dengan mantan istri, jika sudah ada calon istri Om disini,”


Ucapan Jimi membuat Hazel yang sedari tadi coba untuk memberontak, kini berhenti memberontak, dan menatap


wajah Jimi yang hanya berjarak beberapa senti dari wajahnya.


“Maksud Om apa, mantan istri?” tanya Hazel penasaran, karena dia belum tahu jika Jimi sebentar lagi akan bercerai dengan Mita.


“Makanya, jangan suka ngembek. Main matiin telepon dari Om segala, jadi Om tidak bisa bercerita padamu, jika Om akan bercerai dengan Mita,”


“Beneran Om?” tanya Hazel, yang entah mengapa dia merasa senang mendengar kabar itu.


Tentu saja Jimi langsung menganggukkan kepalanya sambil melempar senyum kearah Hazel.


“Dan Om malam ini akan memberikan apa yang kamu ingin kemarin malam, mau?”


Tanpa mendapat jawaban dari Hazel, Jimi kini mulai mendekatkan bibirnya ke bibir Hazel, tapi tiba tiba wajahnya langsung disingkirkan oleh Hazel.


“Zel, ada apa?” tanya Jimi sambil menatap wajah Hazel yang terlihat sedang menahan sakit.


“Om, perut aku sakit,”


Bersambung………………….


Hay apa kabar semuanya, ketemu lagi sama aku dan juga mereka.

__ADS_1


Maaf lama tidak up, bukan karena malas ataupun apalah. Tapi karena aku sedang sakit, terima kasih untuk doa kalian yang sudah medoakan kesembuhan aku, semoga dimana pun kalian berada selalu diberi kesehatan Amiin.


Dan terima kasih untuk kalian yang sudah stay disini I love you. HAPPY READING


__ADS_2