
“Mau apa sayang, katakan saja. Apa pun yang kamu mau akan aku kabulkan,” sambung Jimi ketikasang istri tidak jadi meneruskan ucapannya. Mengingat lagi selama kehamilan sang istri, Jimi selalu sigap mengabulkan semua keinginannya, yang kadang tidak wajar, masih teringat di memori Jimi, saat Hazel malam malam menginginkan rujak tumbuk yang memang susah ditemukan di ibu kota, apa lagi Hazel menginginkan rujak tumbuk tersebuat yang di jual oleh abang abang keliling, dan dia harus menyaksikan sendiri penjual tersebut membuat rujak tumbuk.
Tentu saja Jimi bingung harus mencari ke mana tuh tukang rujak tumbuk, lama tidak menemukan penjual rujak tumbuk di malam hari, akhiranya Jimi berinisiatif menyuruh sahabatnya menjadi tukang rujak tumbuk dadakan.
Awalnya Hazel tidak curiga, tapi akhirnya dia mengetahui jika di malam itu yang dibawa sang sumai ke rumah bukanlah tukang rujak tumbuk sungguhan, melainkan sahabat sang suami yang belum pernah Hazel temui sebelumnya, membuat Hazel marah dan meminta sang suami hari itu juga di suruh jualan rujak tumbuk keliling dengan diawasi Hazel dari dalam mobil mengikitu sang suami berjualan rujak tumbuk keliling. Dan itu pengalaman yang tidak akan pernah Jimi lupakkan selama hidupnya.
“Apa kamu menginginkan aku menjadi tukang rujak tumbuk keliling lagi?” tanya Jimi sambil mengulas senyum pada sang istri yang sedang monoleh padanya.
“Tidak,”
“Kenapa, sayang?”
“Kamu pikir sendiri,” jawab Hazel kesal, mengingat lagi, saat Jimi, dia suruh berjualan rujak keliling, sang suami selalu menjadi kerumunan wanita wanita cantik yang membuat Hazel sangat cemburu.
“Terus kamu mau apa, sayang?”
“Lajukan saja mobilnya,”
“Oke,” Jimi pun langsung menginjak pedal gas untuk melajukan mobilnya.
*
*
__ADS_1
*
Disini Jimi menghentikan laju mobilnya mengikuti kemauan sang istri, tepat dihalaman rumah yang tergolong elit yang tidak pernah Jimi datangi.
“Sayang, ini rumah siapa?” tanya Jimi penasaran saa Hazel ingin turun dari mobil.
“Aca, aku masuk dulu, kamu mau ikut?”
“Kamu lama apa tidak?”
“Hanya sebentar,”
“Ya sudah, aku tunggu didalam mobil saja, tapi ini,” ujar Jimi yang langsung memajukan bibirnya kearah sang istri, tentu saja langsung disambar oleh Hazel sebelum turun dari dalam mobil tahu apa yang sang suami inginkan.
Setelah mamasuki rumah elit tersebut, Hazel langsung menuju kamar sang sahabat yang berada di lantai dua rumah tersebut, saat asisten rumah tangga Aca membari tahu sang majikan ada dikamarnya dan sudah dua hari dia tidak keluar dari dalam kamar.
Tentu saja Hazel begitu kuatir mengetahui sahabatnya tidak keluar kamar, Hazel beberapa kali mengetuk pintu kamar Aca yang sangat dia hafal, dan untuk kesekian kalinya pintu kamar tersebut baru dibuka dari dalam oleh Aca.
Hazel pun langsung menautkan keningnya melihat sang sahabat setelah beberapa bulan tidak bertemu, mengingat lagi Hazel mengambil cuti kuliah, dan tidak bertemu Aca yang kuliah di kampus yang sama.
“Ca, kamu kenapa?” tanya Hazel saat melihat wajah sang sahabat banyak terdapat luka kebiruan.
Namun, tidak dijawab oleh Aca yang langsung memeluknya, lalu menangis dalam pelukannya, dan Hazel pun membiarkan sang sahabat dan tidak ingin bertanya lagi.
__ADS_1
Setelah Aca menghentikan tangisnya, dia langsung menceritakan apa yang sebenarnya terjadi padanya, sehingga dia pulang ke rumah yang selama ini dia tinggalkan.
“Harusnya dari awal aku mengikuti saranmu, Ze,” kata Aca yang baru menyesali perbuatannya, karena baru kali ini dia mendapat perlakuan kasar dari istri sah sugar daddynya, dimana Aca mendapat penyiksaan berkali kali hingga tubuhnya babak belur.
“Yang sudah biarlah berlalu, sekarang tata lagi hidupmu, apa kamu masih ingin menjadi sugar baby?” tanya Hazel. Membuat Aca langsung menggelengkan kepalanya.
“Aku tidak ingin kembali, Zel. Aku ingin menjadi lebih baik seperti Ana,” jawabnya, mengingat lagi Ana yang sudah terlebih dahulu menjauhi pergulaan, kini sudah menjadi sekretaris di sela sela waktunya mengenyam pendidikan di kampus.
“Kamu pasti bisa, Ca, dan aku akan selalu mendukungmu,” Hazel Kini membawa sang sahabat kedalam pelukannya.
*
*
*
Satu minggu kemudain
Bersambung…………………..
Tinggal beberapa episode lagi untuk novel ini tamat ya, man teman. Dan apa pun finalnya nanti jangan protes ya.
Berhubung di rumah pak paijo aku lagi libur up date, aku usahain hari ini akan UP lagi ditunggu ya. SELAMAT PAGI SELAMAT BERAKTIVITAS
__ADS_1