MY SUGAR BABY

MY SUGAR BABY
Lebih Cepat Lebih Baik


__ADS_3

“Oke, katakan padanya aku segera turun,” teriak Hazel dari dalam kamar pada asisten rumah tangganya yang masih berada diluar pintu kamarnya.


Hazel yang sedang duduk dipinggiran tempat tidur, kini beranjak dari duduknya, tahu apa yang harus dia lakukan saat ini.


Sudah hampir satu jam Vano menunggu Hazel diruang tamu, saat tadi salah satu asisten rumah


tangga Hazel menyuruhnya untuk menunggu sang majikan.


Mata Vano yang baru saja selesai memainkan ponsel miliknya selagi menunggu Hazel, kini langsung


mengalihkan tatapannya pada Hazel yang baru saja memanggilnya.


Kedua bola mata Vano tidak ingin lepas menatap Hazel yang baru saja turun dari lantai dua dimana kamarnya berada. Saat mendapati Hazel sudah berpakaian rapi, dengan sedikit riasan diwajah yang membuatnya semakin mempesona, dan tidak ada satu pun pria yang tidak terpesona padanya. Termasuk dengan Vano yang terus menatapnya.


“Hay Kak,” sapa Hazel yang sudah mendekati Vano.


Namun, tidak mendapat tanggapan dari Vano yang masih mengagumi Hazel, gadis yang sudah mencuri hatinya. “Kan Vano,” panggil Hazel lagi yang sekarang melambaikan tangannya tepat didepan wajah Vano, saat sapaanya tidak mendapat tanggapan.


“Eh, iya Zel. ada apa?” tanya Vano yang sudah tersadar.


“Tidak ada apa apa Kak,” jawab Hazel sambil mengulas senyum kearah Vano.


Tentu saja langsung mendapat senyuman balik dari Vano. “Hari ini kamu cantik sekali Zel,”


“Berarti kemarin kemarin aku tidak cantik?” tanya Hazel untuk menanggapi apa yang baru saja Vano katakan.

__ADS_1


“Tentu saja cantik, tapi kecantikan kamu hari ini bertambah banyak,”


“Terima kasih pujiannya Kak, oh ya Kak, Kakak mau tidak menemani aku?”


“Kemana?”


“Jalan-jalan dan nonton biokop,”


“Tentu saja mau,” sambung Vano yang tidak ingin menyia nyiakan kesempatan, kapan lagi dia bisa berdua bersama dengan gadis yang sangat dicintainya.


“Baiklah, ayo kita pergi” ajak Hazel yang kini langsung meraih tangan Vano dan menariknya untuk segera keluar dari rumah.


Bukan tanpa alasan Hazel mengajak Vano jalan-jalan dan juga nonton bioskop, saat dia ingin melupakan kekesalannya pada Jimi, yang sampai sekarang belum juga menghubunginya, dan saat Hazel menghubunginya, ponsel miliknya tersambung, tapi sambungan ponselnya tidak diangkat, itu yang membuat Hazel semakin kesal dengan Jimi.


*


*


*


Jimi yang masih berdiri disisi ranjang perawatan dimana mama Misa berada, kini mengelus punggung tangan sang mama. “Cepat sehat Ma,” ucap Jimi sambil mengukir senyum.


“Jim, maafkan mama, karena tidak percaya padamu, dan mama malah percaya pada Mita,” suara mama Misa pelan, saat mengingat lagi hari ini dia baru mengetahui hal besar dalam rumah tangga sang putra, yang membutnya merasa bersalah selama ini tidak pernah percaya pada sang putra.


“Sudah, lupakan saja itu Ma. Semua sudah terjadi,”

__ADS_1


“Kenapa kamu bisa sesabar ini Jim?” tanya mama Misa yang tidak melihat kesedihan ataupun kemarahan diraut wajah sang putra.


“Tentu Ma, untuk apa aku harus marah marah tidak jelas. Toh ada hal yang lebih penting yang sedang aku pikirkan,”


“Kamu tenang saja Jim, papa akan mengurus sidang perceraian kamu dengan Mita” sambung papa Joni yang berada disisi lain ranjang perawatan dimana sang istri berada. Saat papa Joni pikir sang putra sedang memikirnya sidang perceraiannya.


“Untuk urusan itu, aku sudah menyerahkan pada pengacara aku, papa tenang saja,” sambung Jimi untuk menanggapi apa yang baru saja sang papa katakan. “Ada yang lebih penting yang sedang aku pikirkan Pa,”


Tentu saja ucapan Jimi membuat papa Joni dan juga mama Misa saling pandang sekilas sebelum keduanya kini menatap kearah Jimi.


“Apa?”


“Iya Jim. Apa?” tanya papa Joni dan juga mama Misa bergantian.


“Mungkin ini terlalu cepat untuk aku mengatakannya Pa, Ma. Tapi aku rasa lebih cepat lebih bagus,”


jawab Jimi, yang sudah tidak sabar ingin memberi tahu hubungannya dengan Hazel kepada kedua orang tuanya.


“Tentang apa Jim?” tanya papa Joni ingin tahu.


“Tentang gadis yang aku cintai Pa,”


“Apa?!”


Bersambung............

__ADS_1


Yang punya rumah pak paijo jangan lupa mampir dikaryaku ya sayang, cover dibawah ini



__ADS_2