MY SUGAR BABY

MY SUGAR BABY
Gatal


__ADS_3

Setelah memastikan Camel sang sahabat dan suaminya meningggalkan rumah, Jimi kini melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah dengan perasaan yang begitu bahagia. Apa lagi saat pikiran liarnya tertuju pada tubuh Hazel yang sempat dirinya lihat seutuhnya tanpa mengenakan busana di malam itu.


“Om,” panggil Hazel lalu memeluk tubuh Jimi dari belakang, saat Jimi sedang menutup pintu rumah tersebut. Ketika sedari tadi Hazel menunggu Jimi masuk ke dalam rumah dari balik pintu tersebut.


Tentu saja membuat Jimi begitu terkejut dan langsung melepas tangan Hazel yang memeluknya dari belakang, lalu membalik tubuhnya untuk menghadap kearah gadis yang sudah memenuhi seluruh otaknya.


“Zel, ingat. Di rumah ini bukan hanya ada kita, tapi ada beberapa asisten rumah tangga kamu,” ujar Jimi dengan nada yang sedikit pelan untuk mengingatkan Hazel.


Namun Hazel tidak menghiraukan apa yang baru saja Jimi katakan, dan kembali lagi Hazel kini memeluk tubuh Jimi dari depan.


“Zel,”


“Om tenang saja, di rumah ini tidak ada siapa siapa selain kita berdua Om,” sambung Hazel yang semakin erat memeluk tubuh Jimi.


“Asisten rumah tangga kamu?”


“Besok hari minggu Om, dan minggu pertama. Dan itu minggu di mana semua asisten rumah tangga mengambil cuti Om, makanya tadi mami pulang lebih awal dari rumah papi. Karena mami tahu aku hanya sendiri di rumah ini,” jelas Hazel.


“Jadi hanya ada kita berdua?” tanya Jimi yang begitu antusias.

__ADS_1


“Tentu,” jawab Hazel yang kini melepas pelukannya lalu mendongakkan kepalanya untuk menatap Jimi yang memiliki postur tubuh yang sangat tinggi. “Dan aku minta pada Om, matikan ponsel Om sekarang juga. Aku tidak ingin kejadian tadi pagi dan tadi terulang lagi dan aku tidak bisa merasakan apa yang pernah malam itu Om berikan padaku, oke Om,”


“Oke,” sambung Jimi yang langsung mengikuti apa yang baru saja Hazel katakan. Mengingat lagi, Jimi besok juga tidak bekerja. “Sudah,” Jimi menunjukkan ponsel miliknya yang baru saja dirinya matikan.


“Bagus,” Dan Hazel pun sekarang melingkarkan kedua tangannya di belakang leher Jimi, lalu memajukan bibirnya meminta Jimi untuk mencium bibirnya tersebut.


Tanpa ragu lagi Jimi segera mencium bibir Hazel yang entah mengapa membuat dirinya begitu candu. Dan saat keduanya sedang beradu bibir. Jimi mengangkat tubuh Hazel dan membopongnya, membuat pemilik tubuh kini mengapit tubuh Jimi dengan kedua kakinya.


Hazel dan juga Jimi sama sama melepas tautan bibirnya, saat keduanya sudah mulai kehabisan nafas. Lalu keduanya saling melempar senyum saat mata keduanya bertatapan.


“Om, aku menginginkannya sekarang juga, jangan tunda lagi ya Om,” pinta Hazel dengan satu tangannya menyusuri wajah tampan dan menyejukkan milik Jimi.


Jimi yang sudah berada di dalam kamar Hazel, merebahkan tubuh gadis tersebut di atas tempat tidurnya. Dan Jimi yang benar benar tidak bisa mengontrol Hasrat di dalam tubuhnya langsung melepas semua pakaian yang melekat di tubuhnya sebelum naik ke atas tempat tidur.


“Ya ampun Om, kenapa milik Om panjang dan juga besar, apa itu muat berada di sarangku?” tanya Hazel saat melihat junior Jimi sudah berdiri tegak dengan kokoh di bawah sana.


“Tentu muat Zel, dan rasanya begitu nikmat,” ujar Jimi yang sekarang sudah berada di atas tubuh Hazel.


“Coba Om masukan sekarang,”

__ADS_1


“Apa kamu tidak ingin melakukan pemanasan?”


“Tidak Om, milikku sudah gatal sejak tadi,” jawab Hazel tanpa malu malu.


Tentu saja Jimi yang juga tidak bisa menahan Hasrat di tubuhnya dan ingin segera mencari kehangatan. Kini melepas celana yang masih menempel di pinggang Hazel.


Dan saat Jimi sudah melepas celana yang Hazel kenakan. Kini Jimi langsung menepuk jidatnya sendiri.


“Om ada apa?” tanya Hazel penasaran saat Jimi kini langsung menjatuhkan tubuhnya di samping hazel.


“Kamu datang bulan Zel,”


Bersambung.......................


Syukurin kamu Jim, anak orang main sosor saja sih, makanya halalin dulu 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣


Rekomendasi novel populer untuk kalian gaes, di jamin kalian suka. Ada di bawah ini 👇👇👇👇8


__ADS_1


__ADS_2