MY SUGAR BABY

MY SUGAR BABY
Sempit


__ADS_3

“Tidak ada salahnya, jika putri kita mencintai Jimi, sayang. Kita sudah mengenal siapa Jimi. Dan aku rasa Jimi akan selalu membuat putri kita bahagia,” sambung papi Hazel yang tidak melarang hubungan putri sambungnya dengan Jimi.


Saat dia begitu yakin, Jimi adalah pria yang tepat untuk putri sambungnya, terlepas dari keduanya yang memiliki perbedaan usia yang cukup jauh.


“Tapi sayang, bukan itu yang aku kuatirkan,”


“Apa lagi sayang,” papi Hazel kini mendekati sang istri yang masih terbaring diatas ranjang perawatannya, lalu tangannya meraih tangan sang istri dan menggenggamnya dengan erat. “Biarkan putri kita dengan pilihannya sayang, dan jangan pikirkan tentang usianya saat ini, aku yakin Jimi bisa mengimbangi putri kita, dan dia pasti bisa mengayomi Hazel. Satu lagi, jangan pernah berpikir negative, kita sebagai orang tua harus mendoakan yang terbaik untuk anak kita sayang, untuk pendidikan, di negara kita ini, tidak melarang orang yang sudah menikah tidak boleh meneruskan pendididikan iya kan? Nenek nenek saja masih bisa bersekolah jika mereka mau,” ucap papi Santos panjang lebar untuk menasihati sang istri.


Hembusan nafas kasar keluar dari bibir mami Hazel, setelah mendengar apa yang baru saja sang suami katakan, dan benar apa yang dikatakannya, harusnya dia juga menerima pilihan sang putri, mengingat lagi pilihannya adalah Jimi sang sahabat yang sudah sangat lama dia kenal, dan Jimi adalah salah satu pria yang sangat baik yang dia kenal.


“Baiklah, aku akan merestui hubungan mereka,” ucap mami Hazel.


Membuat sang suami tersenyum kearahnya dan kini mendekati wajahnya, lalu memberikan ciuman singkat dibibirnya, dan setelahnya papi Hazel langsung beralih mengelus perut sang istri dan memberikan ciuman diperutnya yang sudah membesar, mengingat lagi usia kandungnya sudah memasuki bulan kesembilan.

__ADS_1


Sementara itu Jimi yang sudah keluar dari dalam ruang perawatan mami Hazel, terus memeluk pinggang Hazel menuju sebuah kamar perawatan yang letaknya tidak terlalu juah dari ruang perawatan mami Hazel.


“Om, kita mau ke mana?” tanya Hazel yang kini menghentikan langkahnya, tentu saja Jimi pun juga menghentikan langkahnya, dan menoleh kearah Hazel.


“Aku akan membawa kamu nenemui kedua orang tuan aku Zel, dan memberi tahu mereka tentang hubungan kita, kebetulan mama sedang dirawat di rumah sakit ini,” jawab Jimi yang sudah tidak sabar memberi tahu kedua orang tuanya, tentang hubungannya dengan Hazel, meskipun Jimi tahu, tadi saat dia baru berbincang sedikit dengan mama Misa dan juga papa Joni, keduanya sudah menunjukkan ketidak sukaannya pada apa yang Jimi katakan. Walaupun Jimi belum memberi tahu siapa wanita yang tadi dia bicarakan dengan kedua orang tuanya,


“Om, aku belum siap, setelah mami tidak menyetujui hubungan kita,” tolak Hazel, yang belum tahu jika sang mami dengan berat hati akhirnya menyetujui hubungannya dengan Jimi.


“Tapi Om, sebelum mami menyetujui hubungan kita. Alangkah baiknya kita juga jangan memberitahu hubungan kita pada kedua orang tua Om Jimi,” usul Hazel yang belum siap jika kedua orang tua Jimi mengetahui hubungannya.


“Tidak, Om sudah berjanji tidak akan menutupi hubungan kita pada siapa pun,”


“Tapi aku ingin menutupi hubungan kita dari semua orang Om,” sambung Hazel membuat Jimi, kini menautkan keningnya mendengar apa yang baru saja Hazel katakan, yang entah mengapa membuat hatinya sedikit sakit.

__ADS_1


“Zel, kenapa kamu bicara seperti itu? Apa kamu tidak benar benar mencintai om?”


“Loh, kok Om bicara seperti itu?” tanya Hazel balik setelah mendengar apa yang baru saja Jimi tanyakan.


“Karena secara tidak langsung kamu tidak benar benar mencintai om, seperti cinta Om padamu Zel, setelah kamu mengatakan akan menutupi hubungan kita,”


“Ya ampun, kakek kakek ini sempit sekali pikirannya,” sambung Hazel sambil menggelengkan kepalanya mendengar apa yang baru saja Jimi katakan. “Bukan begitu Om maksudnya, cintaku untuk Om juga tidak kalah besarnya, tapi aku menutupi hubungan kita, agar teman teman sekolah aku tidak tahu,”


“Oh bagus, agar kamu bisa mencari pria lain. karena malu dengan Om yang sudah tua begitu?” tanya Jimi saat rasa cemburunya tiba tiba muncul, setelah mendengar apa yang Hazel katakan.


“Dasar kakek kakek!” sambung Hazel yang langsung menggelengkan kepalanya.


Bersambung………………..

__ADS_1


__ADS_2