MY SUGAR BABY

MY SUGAR BABY
Bersandiwara


__ADS_3

Jimi yang tahu ponselnya berdering, tidak ingin mengangkatnya. Dan Jimi langsung mematikan ponsel miliknya tanpa melihat siapa yang baru saja menghubunginya.


“Kenapa tidak diangkat Om, siapa tahu dari rumah sakit dan ada pasien yang membutuhkan pertolongan Om,” ujar Hazel yang mulai mengerti dengan pekerjaan Jimi.


“Tidak ada yang lebih penting selain menghabiskan waktu bersama dengan kamu di hari libur Om,” sambung Jimi yang kini mencubit hidung Hazel dengan gemas. “Sekarang ayo turun, Om ingin menonton dengan kamu,” ajak Jimi yang tidak sabar untuk menonton film dan menghabiskan hari liburnya bersama dengan Hazel meskipun malam sudah menjelang. Dan ini untuk pertama kalinya bagi Jimi pergi ke bioskop setelah menikah dengan Mita.


“Om, tapi aku sungguh lelah, dan aku ingin pulang untuk beristirahat,” tolak Hazel karena memang dia sudah sangat lelah.


“Nanti di dalam kamu tidur saja, biar Om yang menonton. Om sudah sangat lama tidak pergi ke bioskop Zel. Om mohon kamu jangan menolak,”


Hembusan nafas kasar keluar dari bibir Hazel sambil menganggukkan kepalanya, tentu saja membuat Jimi begitu senang dan langsung mencuium sebelah pipi Hazel, saat Hazel berada tidah jauh dari jangkauannya.


*


*

__ADS_1


*


Sementara itu, Mita terus mondar mandir tepat di sebuah ruang perawatan yang ada di rumah sakit dimana selama ini Jimi bekerja. Tak lupa Mita terus menghubungi ponsel Jimi yang di matikan.


“Sayangku, kamu dimana?” tanya Mita dan terus mencoba untuk menghubungi ponsel Jimi.


Mita yang sudah puluhan kali menghubungi ponsel Jimi yang mati, kini dia memasukan ponsel miliknya ke dalam tas kecil yang tersampir di salah satu bahunya. Lalu masuk kedalam ruang perawatan.


“Dimana Jimi?” tanya wanita paruh baya yang sedang terbaring di ranjang perawatan dengan selang infus yang sudah menempel di salah satu tangannya.


“Ma, Pa. ponsel Jimi tidak bisa di hubungi,” jawab Mita untuk menjawab pertanyaan wanita dan juga pria paruh baya yang selama ini mejadi mertuanya, yang tak lain dan tak bukan adalah mama Misa dan sang suami yang belum lama tiba dari luar negeri. Dan mama Misa langsung di bawa ke rumah sakit saat tiba tiba kondisisnya menurun saat baru tiba di rumah Jimi sang putra.


“Ya Tuhan, anak itu,” sambung mama Misa dengan lemah.


Tapi tidak dengan sang suami yang bernama papa Joni, yang kini mengambil ponsel miliknya yang ada di dalam kantong celananya untuk menghubungi sang putra. Dan papa Joni kini keluar dari dalam ruang perawatan sambil menempelkan ponsel di salah satu telinganya.

__ADS_1


Setelah kepergian papa Joni dari dalam ruang perawatan mama Misa, kini Mita berjalan mendekati mama Misa. Sambil menunjukan wajah sedih.


“Sayang ada apa?” tanya mama Misa saat menatap wajah Mita sang menantu yang sekarang sudah duduk dipinggiran ranjang perawatan mama Misa dan menghadap kearahnya.


“Ma, aku rasa Jimi sedang bersama dengan wanitanya Ma,” jawab Mita yang kini mulai menitikan air matanya untuk bersandiwara. “Mama tahu, Jimi yang sekarang bukan Jimi yang aku kenal Ma. Dia sekarang begitu dingin padaku dan mengacuhkan aku Ma,” tutur Mita.


Membuat mama Misa yang sedari tadi terus terbaring diatas ranjang perawatannya, kini beranjak dari tidurnya, lalu menghapus air mata Mita sang menantu, saat merasa kasihan dengannya.


Apalagi mama Misa sudah curiga pada Jimi, ketika terakhir mendatangi rumahnya.


“Tenang sayang, jika Jimi sampai melakukan itu. Mama tidak akan pernah mengampuni wanita yang sudah menggoda suami kamu, dan mama akan memberi pelajaran pada wanita itu,” ujar mama Misa untuk menenangkan sang menantu yang sangat di sayanginya.


“Terima kasih Ma,” sambung Mita yang kini langsung memeluk tubuh mama Misa. Dan senyum terukir dari bibir Mita saat masih memeluk mama Misa. Saat Mita yakin, sang mama mertua bisa membuat Jimi kembali bersikap seperti dulu lagi padanya.


Bersambung.....................

__ADS_1


__ADS_2