
Mendengar suara yang sangat dia kenal, membuat Jimi kini membalik tubuhnya untuk menatap kearah sumber suara dan alangkah terkejutnya Jimi jika mami dan juga papi Hazel sudah berada tepat dibelakangnya.
“Kamu Mel?” tanya Jimi pada sahabatnya yang sedang menggandeng tangan sang suami.
Dan hanya mendapat jawaban senyuman dari Camel mami dari Hazel, yang sekarang beralih menatap kearah sang putri yang masih berada di tempatnya.
“Sayang, kamu membuat mami dan juga papi kuatir. Saat ponsel kamu tidak bisa dihubungi, terlebih lagi Vano tadi memberi tahu mami, jika kamu sudah tidak bersama dengannya,” jelas mami Hazel.
“Maaf Mi, tadi aku sedang menemani om Jimi menonton bioskop, saat tadi aku tidak sengaja bertemu dengannya seorang diri seperti orang hilang tepat di depan mall ini,” bohong Hazel yang tidak ingin sang mami mengetahui hubungannya dengan Jimi. “Iya kan Om?” tanya Hazel sambil menatap kearah Jimi sambil melotot kearahnya.
“Iya Mel, untung saja putrimu mau menemani aku yang sedang galau,” sambung Jimi untuk meyakinkan sang sahabat.
“Jim, Jim,” ucap mami Hazel sambil menepuk bahunya. “Jika ada masalah dengan istri kamu selesaikan dengan baik, bukan malah menghindar,” nasihat mami Hazel yang memang sudah tahu hubungan Jimi sang sahabat dengan istrinya sedang tidak baik baik saja.
“Sepertinya aku sudah tidak bisa lagi mempertahankan rumah tanggaku dengan Mita, Mel, dan aku ingin bercerai dengannya”
“Jangan bilang kamu sudah memiliki pengganti Mita,” sambung mami Hazel coba menebak kenapa sang sahabat ingin bercerai dengan sang istri.
“Tidak lah Mel, aku tidak begitu,” ujar Jimi untuk menanggapi apa yang baru saja mami Hazel katakan tanpa berkaca.
“Kirain,” hanya itu tanggapan dari mami Hazel yang kini meraih tangan sang putri yang masih duduk ditempatnya. “Sayang, kita pulang,” ajak mami Hazel pada sang putri.
__ADS_1
“Biar aku saja yang mengantar putrimu Mel,” sambung Jimi.
“Tidak perlu Jim, apa kamu kira mobil aku tidak muat,” celetuk mami Hazel yang masih memegang tangan sang putri.
“Bukan begitu Mel. Untuk malam ini aku ingin menginap di rumah kamu. Aku tidak ingin pulang ke rumah dan bertemu dengan Mita,”
“Ya ampun Jim, bukan begini cara menyelesaikan permasalahan rumah tangga kamu dengan Mita,” nasihat Mami Hazel kembali.
“Mel, aku lebih tahu permasalahan rumah tangga aku,”
“Biarkan saja Mi, Om menginap di rumah kita,” sambung Hazel yang kini melepas tangan sang mami. “Aku juga tidak ingin pulang dengan mami dan juga papi, yang pasti hanya membuat aku menjadi obat nyamuk. Sudah Om ayo antar aku pulang,”
“Baik Zel. Mel aku pulang dulu, tenang saja putrimu akan aman dengan aku,” pamit Jimi yang langsung menutup pintu mobil dimana Hazel berada sebelum dia juga masuk ke dalam mobilnya meninggalkan mami dan juga papi Hazel.
“Tidak ada apa apa, mari kita pulang, ini sudah sangat malam,” ajak papi Hazel yang bernama Santos. Ketika dia merasa ada yang aneh dengan Jimi dan juga Hazel sang putri.
*
*
*
__ADS_1
Jimi dan Hazel lebih dahulu tiba di rumah, dan saat Jimi baru saja turun dari mobil, tangannya langsung di tarik oleh Hazel menuju pintu rumahnya.
“Zel, lepaskan. Tidak enak jika ada yang melihat,” ujar Jimi dan coba untuk melepas tangan Hazel yang kini beralih memeluk lengannya.
“Siapa yang mau lihat, mami dan juga papi juga belum sampai rumah. Semua mbak juga pasti sudah terlelap,” jelas Hazel.
“Ta…” Jimi tidak jadi meneruskan ucapannya saat Hazel nenaruh jari telunjukknya tepat di bibir Jimi.
“Diam, Om. Mami telepon,” ujar Hazel saat ponsel yang sudah dia hidupkan kini berdering, dan yang menghubunginya adalah sang mami.
Hazel pun dengan segera mengangkat sambungan ponselnya, dan menutup sambungan ponselnya saat sang mami sudah mengakhiri obrolannya. Dan kali ini Hazel bukan hanya memeluk lengan Jimi. Namun, dia sekarang memeluk tubuh Jimi dari depan.
“Zel apa yang kamu lakukan?” tanya Jimi dan coba untuk melepas pelukan Hazel takut kedua orang tua Hazel melihatnya.
“Om tenang saja, malam ini ternyata mami kembali pulang ke rumah papi. Dan itu artinya kita bisa menghabiskan malam bersama,” ujar Hazel bahagia. “dan aku ingin Om tidak menolak apa yang aku inginkan, oke!”
Bersambung...............
Reader: Hajar Jim, malam jumat.
Me: Iya Jim, kesempatan
__ADS_1
Reader : silakan tulis 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣