
Jimi yang sudah tahu apa yang akan sang papa katakan untuk menanggapi pengakuannya, sekarang mengelengkan kepalanya sambil tersenyum sinis dari sebelah sudut bibirnya kearah sang papa.
“Aku sudah tahu jika papa tidak akan pernah percaya pada apa yang sudah aku katakan,”
“Tentu saja papa tidak akan pernah percaya padamu Jim, karena Mita sudah menceritakan apa yang
sebenarnya terjadi, kamu sendirilah yang selingkuh, hingga kamu lupa jika sudah istri dan juga memiliki rumah,” sambung papa Joni.
“Sebenarnya aku anak papa dan mama apa bukan sih?” tanya Jimi, membuat mama Misa dan juga
papa Joni langsung menatapnya.
“Kurang ajar sekali kamu bicara seperti itu Jim!” sahut mama Misa yang merasa tersinggung
dengan ucapan sang putra. “Sudah jelas-jelas kamu anak mama, dan mama sudah susah
payah bertaruh nyawa melahirkan kamu, kamu malah membuat mama kesal seperti
ini,”
“Jika aku anak mama dan juga papa, kenapa kalian tidak pernah percaya pada apa yang sudah aku katakan.
Aku sungguh mengatakan yang sebenarnya Ma, Pa. jika Mita-lah yang sudah berselingkuh
dibelakang aku dengan pria lain,” jelas Jimi lagi.
“Sayang, apa yang kamu katakan?” tanya Mita yang sekarang menitikan air mata. “Kamu sungguh
tega padaku, kamu yang sudah jelas jelas berselingkuh dibelakang aku, kamu malah
menuduh aku,” ucap Mita dan tangisnya semakin menjadi.
“Hapus air mata kebohongan kamu itu Mit, aku akan menunjukan bukit bukti kapan dan dimana
kamu pernah mengalami keguguran,” ancam Jimi.
Namun, tidak dihiraukan oleh Mita yang kini menangis sambil memeluk mama Misa yang masih
__ADS_1
berdiri disampingnya, dan dia tidak peduli pada ancaman Jimi. Karena dia sudah lebih
dulu membuang bukti bukti yang baru saja jimi katakan.
“Jim, Jim. Sudahlah kamu tidak usah mencari dan menunjukkan bukti pada papa, karena papa yakin Mita
itu…”
“Jalaang!” sambung Jimi penuh penekanan menghentikan ucapan sang papa. Tentu saja langsung
mendapat pelototan mata dari papa Joni.
“Jim! Tega sekali kamu memanggil istri kamu sendiri dengan sebutan seperti itu,” sambung papa
Joni yang tidak terima sang menantu mendapat hinaan dari sang putra.
“Dia bukan lagi istriku dari setahun lala Pa, dimana dia tidak mau lagi disentuh olehku,
dan dia tidak ingin tidur satu ranjang denganku,” jelas Jimi memberanikan diri
“Jangan membalikkan fakta Jim. Mita sudah memberi tahu mama dan juga papa. Jika kamu sendiri yang
memilih tidak ingin tidur dengan istri kamu,” sambung mama Misa untuk
menanggapi apa yang baru saja Jimi katakan. Saat Mita sudah terlebih dulu
membalikkan fakta. Dan membuat kedua mertuanya percaya pada ucapannya.
Mendengar apa yang baru sang mama katakan, membuat Jimi kini menatap Mita sambil menggelengkan
kepalanya. “Pintar sekali kamu membalikan fakta Mit, dan itu sudah cukup untuk aku
tahu siapa kamu, dan keputusan aku sudah bulat. Kita bercerai!” tegas Jimi.
“Aku tidak mau bercerai denganmu, aku sudah memaafkan kamu, setelah apa yang kamu lakukan padaku
Jimi,” ucap Mita dengan begitu dramatis.
__ADS_1
“Lihat istri kamu Jim, dia sudah mau memaafkan kamu, setelah apa yang kamu lalukan padanya,”
sambung papa Joni.
“Ya Tuhan Pa, semua yang wanita ini katakan adalah kebohongan,” ucap Jimi sambil menunjuk kearah Mita.
“Kamu yang pembohong Jim!” seru Mita.
“Apa yang baru Jimi katakan adalah kebenaran Om, Tante. Dan yang berbohong disini adalah
menantu kalian,” ucap seseorang yang baru saja masuk kedalam rumah Jimi.
Membuat Jimi dan juga semuanya yang masih berada di ruang tamu, langsung menoleh kearah
sumber suara.
“Cemel,” ucap Jimi, saat melihat mami Hazel sang sahabat yang baru masuk kedalam rumah.
Namun, tidak mendapat tanggapan dari mami Hazel yang kini menghampiri semua orang yang masih
berada diruang tamu.
Saat tadi mami Hazel memang sengaja mengikuti Jimi yang dengan terburu buru meninggalkan
rumahnya.
“Om, Tante. Aku ingin mengatakan pada kalian, jika yang Jimi katakan adalah kebenaran,” ucap mami
Hazel lagi.
“Tidak mungkin, jangan jangan kamu mengatakan ini dan membela Jimi, karena kamu adalah wanita
simpanannya,” sahut mama Misa.
“Aku menjadi simpanan pria bodoh seperti Jimi. Oh tidak,” sambung mami Camel.
Bersambung..............................
__ADS_1