MY SUGAR BABY

MY SUGAR BABY
Merasa Bersalah


__ADS_3

Hazel yang sudah turun dari dalam mobil, langsung melangkahkan kakinya mendekati Aca sang sahahat yang sedang adu mulut dengan seorang wanita tepat di depan kafe yang sering Hazel kunjungi bersama dengan kedua sahabatnya tersebut.


“Dasar bocah licik!” seru seorang wanita pada Aca.


“Aku tidak peduli,”


“Kurang ajar sekali,” balasnya lagi dengan satu tangannya ingin memukul Aca.


Namun, Aca dengan sigap menahan tangan wanita tersebut yang usianya sudah cukup matang. “Jika suami Tante, main di belakang Tante, tentu saja kerena dia sudah bosan dengan Tante!”


“Kamu masih bocah, jangan ikut campur urusan rumah tangga orang dewasa. Dasar ja lang kecil!” seru wanita tersebut pada Aca. “Jika kamu meggoda suamiku lagi, awas kamu,”


“Aku tidak pernah menggoda suami Tante, suami Tante yang datang sendiri padaku,”


“Apa aku harus peracaya pada ja lang kecil seperti dirimu? Oh, tentu saja tidak. Dan sekali lagi, aku tahu kamu bersama suamiku, habis riwayatmu!” ancam wanita tersebut, dan saat Aca sedang lengah, wanita tersebut langsung menarik rambut Aca dengan sangat kencang, hingga membuatnya menjerit ke sakitan, dan menjadi tontonan orang orang yang melewatinya.


Hazel yang sudah mendekati sahabatnya tersebut, langsung membantu Aca terlepas dari tangan wanita yang sama sekali tidak Hazel kenal, yang masih terus menarik rambut Aca. Kemudian Hazel membawa Aca menuju ke mobilnya saat sudah berhasil melepas tangan wanita tersebut.


“Dasar ja lang kecil!” teriak wanita tersebuat.


“Ca, sudahlah, jangan diladeni,” ujar Hazel saat sang sahabat ingin menimpali wanita tersebut. Dan langsung menarik tangannya menuju mobilnya berada. Kemudian membuka pintu mobil, dan menyuruh Aca masuk terlebih dahulu. Disusul oleh Hazel yang segera masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya saat wanita tadi ingin menghampiri dimana mobilnya berada.

__ADS_1


“Sialan, kenapa juga harus menyalahkan aku, untuk keretakan rumah tangganya, dasar wanita gila. Bagaimana sumianya akan setia padanya jika dia seperti tadi,” gerutu Aca sambil membenarkan rambutnya yang berantakan.


Hazel yang sedang mengendarai mobil, menoleh sekilas pada sang sahabat yang duduk tepat disampingnya.


“Apa yang terjadi? Apa dia istri dari sugar daddy kamu?” tanya Hazel ingin tahu.


“Ya, lagian untuk apa menyalahkan aku, harusnya dia bercermin kenapa suaminya lebih memilih aku dibanding dia, untung Om Juna tidak menceraikan dia,”


“Ca, apa kamu tidak merasa bersalah?” pertanyaan yang terlontar dari bibir Hazel untuk sang sahabat, tentu saja membuat Aca langsung menoleh padanya.


“Apa maksudnya Zel?”


Pertanyaan Hazel, sontak membuat Aca langsung menyunggingkan senyum sinis dari sebelah sudut bibirnya, dan tidak ingin menjawab pertanyaan Hazel.


“Ca, kenapa kamu diam saja?”


“Aku sedang malas bicara,”


“Lebih baik kamu sudahi hubungan terlarang kamu itu. Kamu tidak tahu kedepannya, istri para sugar daddy kamu bisa melakukan hal lebih dari pada tadi, dan bisa jadi dia menyewa pembunuh bayaran untuk melenyapkan kamu,” Hazel coba menasihati sang sahabat.


“Berhenti!” perintah Aca agar Hazel menghentikan laju mobilnya. Namun, tidak di gubris oleh Hazel yang terus menginjak pedal gas. “Zel, aku bilang berhenti!” perintahnya lagi dengan berteriak.

__ADS_1


Tentu saja Hazel lansung menghentikan laju mobilnya. “Ca, kenapa kamu emosi seperti itu, aku hanya…”


“Diam Zel, ini hidupku, jadi jangan pernah kamu mengaturku!” sambung Aca memotong perkataan Hazel, lalu turun dari dalam mobil.


Brak!


Aca membanting pintu mobi Hazel, membuatnya langsung menggelengkan kepalanya, karena dia sangat tahu Aca begitu keras kepala, tidak seperti Ana yang akhirnya berhenti menjadi sugar baby. Namun, Hazel tidak akan menyerah untuk menyadarkan Aca yang masih tersesat.


*


*


*


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga puluh menit, akhirnya Hazel tiba di rumah sakit dimana Jimi sang suami bekerja, dan dia pun langsung menuju ruang kerja sang suami yang sudah sangat dia hafal, karena Hazel sudah sering mengunjunginya.


Hazel membuka pintu ruang kerja sang suami tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu seperti biasa.


“Sa…” Hazel tidak jadi meneruskan ucapannya saat melihat pemandangan yang tidak biasa didalam ruang kerja Jimi.


Bersambung………….

__ADS_1


__ADS_2