MY SUGAR BABY

MY SUGAR BABY
Durhaka


__ADS_3

Hembusan nafas kasar keluar dari bibir mami Camel, setelah mendengar ucapan yang terlontar dari mulut mami Asha, dan dia pun langsung menggengang tangan Hazel yang duduk tepat disampingnya.


“Sayang, jangan dengarkan grandma kamu ya,” kata mami Camel sambil menunjukkan senyum termanisnya pada sang putri. “Mami sangat mengenal suami kamu, dan mami juga sangat yakin jika dia akan selalu membahagiakan kamu untuk selamanya,”


“Eleh, kamu tuh tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi didalam rumah tangga anak kamu sediri, lihatlah wajah putrimu itu, tidak segar seperti saat masih sendiri,” celetuk mami Asha.


“Mi, Mami jangan banyak bicara. Mereka pengatin baru, tentu saja mereka akan berkurang waktu istirahatnya, dan Hazel pasti kurang tidur, seperti Mami tidak pernah meraskan awal awal pernikahan saja,” sahut mami Camel. Yang berpikir realistis, karena dia juga pernah mengalami bagaimana rasanya pengantin baru yang membuat waktu istirahatanya berkurang, karena terlena dengan pekerjaan baru yang sungguh nikmat.


Dan dia sekarang beranjak dari duduknya sambil menarik tangan sang putri. “Sayang, kita tinggalkan grandma kamu saja,”


Namun, Hazel melepas tangan sang mami, dan kini mendekati mami Asha yang memang sedari tadi masih berdiri tidak jauh dari tempatnya berada.


Saat sudah berada tepat didepan sang grandma, Hazel langsung menggelengkan kepalanya, sambil bertepuk tangan. Tentu saja hal itu membuat mami Camel begitu bingung dengan apa yang dilakukan oleh sang putri.


“Sungguh luar biasa grandma aku satu ini,” Hazel masih terus bertepuk tangan.


“Zel, ada apa?” tanya mami Camel yang sudah mendekati sang putri, saat melihat reaksi lain darinya sang putri.


Namun, Hazel tidak ingin menjawab pertanyaan sang mami, karena dia yang sudah menghentikan tepuk tangannya, kini menatap lekat wajah sang grandma yang dulu sangat memanjakannya.

__ADS_1


“Cara licik apa pun yang sudah Grandma rencanakan dengan Bara, itu tidak akan pernah menggoyahkan rumah tanggaku!” tegas Hazel.


Tentu saja pernyataan yang terlontar dari bibir Hazel, membuat mami Asha langsung mengerutkan dahinya, dan bingung kenapa sang cucu mengetahui jika dia dan juga Bara sedang merencanakan sesuatu untuk menghancurkan rumah tangganya.


“Tidak usah terkejut begitu, aku juga sudah tahu rencana apa saja yang kalian susun, apa aku harus menyebutkan satu persatu?” tanya Hazel untuk menyindir sang Grandma yang hanya diam tanpa merespon apa yang dikatakannya.


“Sayang, ada apa ini?” tanya mami Camel yang sudah mendeakati sang putri.


Hazel yang tadi menatap pada Mami Asha kini menoleh pada sang mami. “Mami tanyakan saja pada Grandma, rencana apa yang sudah disusun olehnya untuk menghancurkan rumah tangga cucunya sendiri,” akhirnya Hazel mengatakan hal tersebut pada sang mami. “Aku pamit Mi, aku tidak ingin berlama lama berada disini,”


“Sayang tunggu,” mami Camel menahan tangan Hazel yang akan meninggalkannya, tapi Hazel langsung melepas tangan sang mami dan langsung melangkahkan kakinya keluar dari rumah, tentu saja langsung diikuti oleh mami Camel yang masih penasaran dengan ucapan sang putri.


“Aku tidak pernah menyangka mami bisa merencakan rencana licik untuk menghancurkan rumah tangga putriku, aku sangat kecewa pada Mami,” ujar mami Camel, saat tadi sebelum Hazel pulang ke rumah suaminya, dia terlebih dahulu menceritakan semua rencana mami Asha pada sang mami.  “Maaf, Mi. lebih baik mami kembali ke rumah Mami,” dengan berat hati mami Camel mengatakan yang seharusnya tidak dia katakan pada orang tuanya.


Namun, kali ini dia mengatakan hal itu semata mata hanya ingin mami Asha tida mengusik rumah tangga Hazel.


“Berani sekali kamu mengusir mami, dasar anak durhaka!” seru mami Asha kesal.


“Tidak masalah mami mengatakan aku anak durhaka, yang penting putriku bahagia dengan suaminya,”

__ADS_1


“Anak tidak tahu diri kamu Mel,”


“Kamu yang tidak tahu diri,” suara papi Joni yang baru saja menghampiri keduanya. Lalu dia menoleh kearah Camel. “Papi akan membawa mami kamu kembali,”


“Maaf Pi, aku harus melakukan ini,”


“Tidak masalah Mel,” sambung papa Joni sambil tersenyum pada sang putri, saat dia sedari tadi mendengar perbincangan keduanya. “Disini memang mami kamu yang salah.”


*


*


*


Setelah pulang dari rumah sang mami, Hazel melajukan mobil yang dikendarai menuju rumah sakit dimana sang suami bekerja. Namun, saat baru setangah perjalan dia melihat sesuatu yang mengharuskan dia menepikan mobil yang dikendarainya.


“Ya ampun, apa lagi ini,”


Bersambung………………

__ADS_1


__ADS_2