
Untuk pertama kalinya selama menikah dengan Jimi, Mita membuat sarapan seperti pagi hari ini. Bukan tanpa alasan Mita melakukan hal yang tidak pernah dia lakukan selama menikah dengan Jimi. Karena ini salah satu trik agar Jimi tertarik kepada dirinya lagi.
Setelah selesai menyiapkan sarapan yang di masaknya, kini Mita yang sudah berganti pakaian dan juga merias diri, melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar Jimi yang hanya bersebelahan dengan kamarnya .
Namun, baru saja beberapa langkah melangkah, Mita kini menghentikan langkahanya saat pintu kamar di mana Jimi berada di buka dan memperlihatkan Jimi yang keluar dari pintu dengan menggunakan baju rumahan, mengingat lagi Jimi hari ini sedang libur bekerja.
Senyum manis Mita tunjukkan pada Jimi yang kini kebetulan menolah kearah Mita. Tentu saja tidak membuat Jimi membalas senyum Mita melainkan hanya menanggapinya dengan mengerutkan keningnya melihat senyum Mita yang tidak pernah dia lihat selama ini, karena senyum yang baru saja Jimi lihat kali ini bukan senyum palsu yang selalu Mita tunjukkan padanya.
“Ada apa?” tanya Jimi karena memang jarak antara ke duanya tidaklah jauh. “Jika kamu ingin pergi, pergilah. Biasanya kamu juga langsung pergi dari rumah tanpa meminta ijin padaku,” ujar Jimi yang kini melangkahkan kakinya dan melewati Mita sambil memanggil salah satu asisten rumah tangganya yang selalu menyiapkan sarapan dan membuatkan kopi untuk Jimi setiap paginya.
“Semua mbak pergi,” ujar Mita, tentu langsung menghentikan langkah Jimi yang belum terlalu jauh dari tempat Mita berada.
Dan Jimi yang sudah menghentikan langkahnya kini membalik tubuhnya untuk menghadap ke arah Mita. “Maksud kamu?” tanya Jimi penasaran mendengar apa yang baru saja Mita katakan.
__ADS_1
“Semua mbak aku suruh pergi ke supermarket untuk membeli semua kebutuhan yang berada di dapur,”
“Ya Tuhan Mit, kenapa kamu menyuruh mereka semua pergi,” sambung Jimi sambil meraup wajahnya.
“Aku sudah menyiapkan sarapan dan juga kopi kesukaan kamu,” kata Mita tak lupa senyum manis dia tunjukkan kearah Jimi.
“Kamu menyiapkan…”
Belum juga Jimi menyelesaikan ucapannya, Mita yang baru saja melangkahkan kakinya mendekati Jimi kini menarik tangan Jimi. Tentu saja membuat Jimi langsung terkejut dan seketika ucapan yang tadi ingin dirinya lontarkan musnah sudah.
Jimi yang terkejut mendengar apa yang baru saja Mita katakan langsung menghentikan langkahnya lalu melepas tangan Mita yang masih terus menarik tangannya.
“Kamu tidak perlu melakukannya Mit, jika kamu ingin pergi, pergi saja. Seperti biasa,” sambung Jimi yang sudah hafal dengan kebiasan Mita yang akan pergi dari pagi jika akhir pekan seperti hari ini.
__ADS_1
“Siapa yang ingin pergi Jim, hari ini dan seterusnya aku akan menjadi istri yang baik untuk kamu, dan melayanin kamu dua puluh empat jam,” jelas Mita tak lupa mengukir senyum manis dari ke dua sudut bibirnya kearah Jimi.
Tentu saja Jimi langsung menautkan keningnya mendengar apa yang baru saja Mita katakan. “Tidak perlu Mit,” sambung Jimi yang kini membalik tubuhnya ingin menaiki anak tangga untuk menuju kamarnya kembali.
Dan baru saja Jimi ingin menaiki anak tangga, dirinya urungkan saat tiba tiba Mita memeluknya dari belakang. Dan reflek Jimi segera melepas tangan Mita dan membalik tubuhnya untuk menghadap wanita yang masih menjadi istri sahnya.
“Apa yang kamu lakukan Mit?”
“Aku istrimu Jim, tidak ada salahnya bukan, aku memeluk suamiku sendiri,” jawab Mita yang kini memeluk Jimi dari depan. “Jim, beri aku satu kesempatan lagi untuk membuktikan padamu, jika aku bisa menjadi istri yang baik untuk kamu,” ujar Mita yang masih memeluk tubuh Jimi dengan erat seakan tidak ingin melepaskannya.
“Hazel,” ucap Jimi saat dirinya melihat Hazel yang sedang menatap kearahnya, ketika Hazel baru saja masuk ke dalam rumahnya.
Bersambung...............
__ADS_1
Dilarang keras esmosah ya, 🤭🤭🤭🤭🤭🤭 aku lihat komen kalian itu bikin senyum senyum tak jelas tahu. ingat ini baru permulaan jadi jangan keluarin esmosah kalian saat ini ya 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣