MY SUGAR BABY

MY SUGAR BABY
Membutuhkan Bantuanmu


__ADS_3

Setelah membaca pesan yang berada didalam ponselnya, kini Jimi langsung menginjak pedal gas untuk melajukan mobilnya. Dan Jimi merasa terkejut setelah membaca pesan tersebut. Di mana Mita sang mantan istrinya dan juga kedua mantan mertuanya, memberi tahu kabar duka, jika Jordi yang sudah menjadi suami Mita meninggal dunia karena kecelakaan.


Setelah menempuh perjalan kurang lebih satu jam, Jimi kini akhirnya tiba di rumah Mita, dimana rumah mewah tersebut masih dikelilingi karangan bunga ucapan duka cita untuk Jordi, dan masih ada beberapa orang yang keluar masuk di rumah tersebut, padahal setahu Jimi, Jordi sudah dimakamkan.


Jimi yang sudah memarkirkan mobil di halaman rumah Mita, dengan segera turun dari mobil, dan membalas sapaan orang-orang yang masih berada hilir mudik di halaman rumah Mita. Jimi pun langsung masuk ke dalam rumah yang dulu sering dia kunjungi, saat masih menjadi suami Mita, karena Mita saat ini kembali tinggal bersama dengan kedua orang tuanya, meskipun sudah menikah dengan Jordi yang kini sudah meninggal dunia.


Jimi yang sudah masuk kedalam rumah, bertanya pada asisten rumah tangga Mita yang dia kenal, di mana sang majikan, dan saat sudah tahu dimana penghuni rumah tersebut berada, Jimi langsung melangkahkan kakinya menuju ruang tengah, dimana asisten rumah tangga Mita memberi tahu dimana sang majikan berada,


Dan benar saja Jimi menatap sosok wanita dan juga pria paruh baya sedang duduk berdampingan disalah satu sofa yang aada diruang tengah, tentu saja kesedihan begitu terlihat dari wajah keduanya. Namun, Jimi tidak mendapati ada keberadaan Mita disana.


“Selamat sore Om, Tante,” sapa Jimi saat sudah mendekati keduanya, membuat kedua orang tua Mita langsung menatap kearah Jimi, dan keduanya langsung beranjak dari duduknya.

__ADS_1


“Syukurlah kamu sudah datang Jim,” ucap mama Mita sambil meraih tangan Jimi.


“Kami membutuhkan bantuanmu Jim,” sekarang papa Mita yang berbicara.


“Katakan saja Om, Tante. Jika aku bisa membantu, aku akan membantu,” sambung Jimi. “Tapi sebelumnya, aku turut beduka cita atas meninggalnya Jordi,” Jimi mengungkapkan belasungkawanya. “Dimana Mita, Om, Tante?” tanya Jimi yang tidak mendapati keberadaan Mita.


“Itu yang membuat kami menghubungi kamu Jim, setelah puaang dari makam, dia langsung mengurung diri didalam kamar, itu yang membuat kami cemas, dan dia belum makan apa pun dari tadi, kami minta tolong padamu Jim, bujuk dia agar keluar dari kamar, kami tidak ingin terjadi sesuatu pada Mita dan juga bayi yang sedang dikandunganya,” jelas mama Mita.


“Itu Tante yang menghubungi dan mengirim pesan padamu, dan ini ponsel Mita ada pada tante,” mama Mita menunjukan ponsel sang putri yang ada ditangannya. “Jim, tolang bantu kami untuk membujuk Mita, agar dia mau membuka pintu kamarnya,” pinta mama Mita dengan penuh kekuatiran, karena dia dan juga sang suami tidak berhasil membujuk Mita keluar dari dalam kamarnya.


“Baik Tante, dimana kamar Mita?” tanya Jimi.

__ADS_1


“Masih di kamar dia yang dulu,”


Jimi pun langsung menuju kamar Mita yang dia tahu, karena dulu Jimi pernah tidur di kamar tersebut, saat masih menyandang status suami Mita. Jimi yang sudah berada tepat didepan pintu kamar Mita, beberapa kali mengetuk pintu kamar tersebut, sambil memanggil nama Mita. Namun, tidak ada respon dari dalam kamar.


“Mit, aku Jimi. Tolong buka pintunya,” ucap Jimi dan terus mengetuk pintu kamar tersebut.


Entah sudah berapa lama Jimi berdiri di depan pintu, dan merasa kuatir dengan keadaan Mita yang berada di dalam kamar, dan akhirnya dia meminta ijin pada kedua orang tua Mita untuk mendobrag pintu kamar tersebut.


Dan butuh beberapa orang untuk mendobrag pintu tersebut, yang akhirnya bisa terbuka lebar. Membuat Jimi langsung dengan terburu baru masuk kedalam kamar, dan Jimi langsung berlari menuju dimana Mita berada.


“Mita!” teriak mama Mita histeris saat melihat kedaan sang putri dan dia pun langsung tidak sadarkan diri.

__ADS_1


Bersambung…………………


__ADS_2