MY SUGAR BABY

MY SUGAR BABY
Akar


__ADS_3

Hazel terus mendengarkan apa yang Ana sang sahabat ceritakan padanya, tak terasa kedua tangannya dia kepalkan, untuk meredakan amarahnya. Ketika sang sahabat yang tidak sengaja menceritakan apa yang tadi dia dengar. Dimana Ana mendengar perbincangan antara mami Asha dan juga Bara di sebuah restoran yang kebetulan dia kunjungi tadi siang, karena ingin menemui Simon sang sugar daddy-nya.


Dan Ana mendengar semua rencana licik yang sedang disusun oleh mami Asha dan juga Bara, untuk menghancurkan rumah tangga Hazel.


“Terima kasih kamu sudah menceritakan ini padaku, An,”


“Kembali kasih Zel, Oh ya Zel kenapa Grandma kamu jadi seperti ini, bukannya dulu dia sangat menyayangi kamu, dan dia juga sangat memanjakan kamu?”


“Karena dia tidak setuju jika aku menikah dengan Jimi, sudahlah kita kembali lagi, aku ingin cepat cepat pulang dan menemui grandma,”


“Ets, nanti dulu,” Ana menarik tangan Hazel yang ingin pergi meninggalkannya.


Membuat Hazel yang baru saja melangkah kini menghentikan langkahnya, lalu menoleh pada sang sahabat. “Apa lagi An?”


“Kenapa kamu tidak memberi tahu aku, dan juga Aca, jika kamu sudah menikah dengan Om Jimi. Kamu anggap kita apa?” kesal Ana, dengan melepas tangan Hazel, yang mengetahui sang sahabat sudah menikah dari Simon.


“Ya maaf, bukannya aku tidak ingin memberitahu kalian. Tapi aku pikir belum saatnya, karena aku ingin mengadakan pesta pernikahan nanti,”


“Tapi setidaknya kasih tahu kan bisa,”


“Maaf, jangan marah ya,” Hazel kini memeluk sang sahabat sekilas, agar Ana tidak marah padanya.

__ADS_1


“Oke, oke aku maafkan. Oh ya Zel bagaimana rasanya memiliki ikatan resmi?”


“Tidak bisa diungkapkan dengan kata kata An, intinya aku sangat bahagia menikah denagan suamiku, karena aku merasa sangat dicintai,” ungkap Hazel sambil tersenyum, mengingat sang suami yang sangat mencintainya. Namun, senyum itu hilang, saat melihat wajah Ana tiba tiba muram. “An, ada apa?”


“Beruntung sekali kamu, dicintai seorang pria. Lihatlah aku, hubungan yang aku jalani bukan karena cinta, tapi karena saling mumbutuhkan saja,”


Mendengar perkataan sang sahabat membuat Hazel langsung meraih tangan Ana, lalu menggenggamnya. “Percayalah suatu saat nanti, kamu akan menemukan orang yang akan mencintai kamu dengan sangat tulus, untuk itu, mulai sekarang tinggalkan dunia kamu ini, hubungan yang kamu jalani ini tidak benar An, dan itu hanya kesenangan sesaat iya kan?”


Ana mencerna apa yang baru saja Hazel katakan, karena benar apa yang dikatakan oleh sahabatnya tersebut, karena untuk malam ini, entah dari mana datangnya, Hazel berbicara seperti orang dewasa.


“Jangan bengong, semakin cepat kamu mengakhiri perbuatan tidak baik yang kamu jalani, semakin cepat untuk kamu, An,”


“Bagus,” sambung Hazel dan tersenyum kearahnya, lalu menarik tangannya untuk keluar dari dalam toilet.


*


*


*


Hazel yang sudah tiba di rumah dan juga sudah berada didalam kamarnya, menatap kesal pada Jimi sang suami, pasalnya dia langsung membawanya pulang ke rumah. Padahal tujuan awalnya dia ingin pulang ke rumah sang mami, karena ingin menegur mami Asha yang masih tinggal di rumah sang mami, saat Hazel tahu apa yang sudah dia rencanakan.

__ADS_1


“Sayang, apa kamu ingin membiarkan grandma merusak rumah tangga kita?” tanya Hazel kesal pasalnya dia tadi sudah menceritakan pada sang suami di dalam mobil rencana mami Asah dan juga Bara.


“Tentu saja tidak sayang,” ucap Jimi sambil mengukir senyum, lalu duduk tepat disamping sang istri yang sedang duduk dipinggiran tempat tidur, lalu meraih tangannya. “Biarkan saja grandma melakukan apa yang dia inginkan, kan kita sudah tahu rencana dia, tinggal kita gagalkan rencana dia dengan mempertontonkan kemesraan kita,”


“Tapi a…”


“Sayang, grandma sedang kumat. Kamu tahu kan, dulu dia juga tidak menyukai hubungan papi dan juga mami kamu, tapi sekarang dia sangat menyetujuinya, begitupun dengan hubungan kita, suatu saat nanti dia juga akan merestui hubungan kita,” sambung Jimi memotong perkataan Hazel. “Dan yang harus kita lalukan saat ini adalah membuat akar yang kuat untuk rumah tangga kita, agar sekencang apa pun angin yang menerpa, rumah tangga kita tidak akan pernah goyah, oke,”


“Baik, sayang. Aku akan mengikutimu,”


“Bagus,” ucap Jimi yang kini mencium punggung tangan Hazel, lalu berdiri dari duduknya. “Aku mandi dulu sayang, apa kamu tidak mau menemani aku?”


“Tidak, aku sudah mandi,”


“Baiklah, tunggu aku kembali, tapi ingat. Lepas semua benang yang menempel di tubuhmu, aku ingin mengagumi keindahan tubuhmu, saat aku kembali,” goda Jimi yang kini langsung mencium bibir sang istri, agar Hazel tidak berkata apa pun.


“Mulai nakal ya, awas saja, jika hanya sebentar,” gerutu Hazel, sambil menatap sang suami yang sudah menuju kamar mandi.


Dan Hazel kini meraih ponsel Jimi yang berada diatas tempat tidur, dia yang penasaran dengan isi ponsel sang suami langsung membukanya, tapi saat sudah membukanya Hazel langsung menautkan keningnya.


Bersambung…………

__ADS_1


__ADS_2