MY SUGAR BABY

MY SUGAR BABY
Ada Apa Dengannya?


__ADS_3

Seminggu berlalu, setelah pertemuan terakhir dengan Jimi, Hazel belum juga bertemu dengannya lagi. Keduanya hanya berkomunikasi melalui sambungan ponsel, itu pun hanya sebentar.


Tentu saja hal itu membuat Hazel begitu dilema, dan tidak fokus dalam pelajaran di sekolah. Dan membuat Ana dan juga Aca hanya menggelengkan kepalanya mendapati tingkah sahabatnya tersebut.


“Zel, apa yang kamu pikirkan sih?” tanya Aca yang sedang duduk tepat di samping kursi di mana Hazel duduk, saat Hazel sedang melamun di kantin sekolah ketika sedang jam istirahat.


“Iya, aku perhatikan belakangan ini kamu terlihat begitu aneh, ada apa sih Zel. cerita dong dengan kita,” sambung Ana yang duduk di kursi tepat di hadapan Hazel dan juga Aca.


“Huff,” hembusan nafas kasar keluar dari bibir Hazel yang kini menyandarkan punggungnya di sandaran kursi yang sedari dia dudukki. “Aku merasa om Jimi sekarang berbeda,” ucap Hazel.


“Berbeda bagaimana?” tanya Aca penasaran.


“Kalian tahu kan, belakangan ini om Jimi tidak lagi menjemput aku pulang sekolah?” tanya balik Hazel. Mengingat lagi Jimi tidak lagi menjemputnya pulang sekolah seperti beberapa saat lalu.


“Ya ampun Zel, kan kamu yang bilang sendiri jika om Jimi sedang sibuk di rumah sakit,” sambung Ana mengingat lagi apa yang di katakan Hazel jika Jimi sedang sibuk dengan pekerjaannya.


“Iya aku tahu, tapi saat malam juga om Jimi tidak menghubungi aku terlebih dahulu jika bukan aku yang menghubunginya,” keluh Hazel mengingat lagi selama seminggu belakangan selalu dirinya yang menghubungi Jimi, itu pun hanya sebentar saat Jimi mengatakan masih sibuk di rumah sakit.


“Ya ampun Zel, begitu saja kamu galau. Tenang saja kali, kita sudah biasa tahu tidak mendapat kabar dari sugar daddy kita, dan kita juga paham dia sedang sibuk dengan keluarganya. Begitu pun dengan om Jimi, mungkin dia sedang sibuk dengan keluarga dan juga istrinya,” jelas Ana.


“Tidak mungkin,” sahut Hazel yang kini menegakkan punggungnya dan menoleh kearah Ana.

__ADS_1


“Kenapa tidak mungkin Zel, ingat siapa om Jimi,” sambung Aca untuk mengingatkan Hazel.


“Tapi om Jimi dan juga tante Mita tidak harmonis, dan aku juga hanya ingin Om Jimi menjadi milikku seorang,”


“Cie yang sudah cinta sama om Jimi, tapi apa om Jimi juga mencintai kamu?” tanya Aca, tentu saja membuat Hazel langsung menoleh kearah Aca yang duduk di sampingnya. “Jangan menatap aku begitu, aku hanya sedang bertanya padamu. Apa Om Jimi pernah mengungkapkan perasaanya padamu?”


“Belum,” jawab Hazel singkat. “Tapi aku yakin om Jimi mencintai aku,”


“Belum tentu,” sambung Ana, membuat Hazel kini beralih menoleh kearah Ana.


“Kenapa kamu berkata seperti itu An?”


“Tentu, ingat Zel. kita ini hanya menjadi sugar baby untuk sugar daddy kita, jadi jangan gunakan perasaan,” jelas Ana.


“Benar apa yang di katakan oleh Ana, Zel,” sambung Aca membenarkan ucapan yang baru saja Ana lontarkan.


Dan lagi lagi tidak mendapat tanggapan dari Hazel yang kini beranjak dari duduknya.


“Mau kemana kamu?” tanya Ana sambil menahan tangan Hazel.


“Kembali ke kelas,” jawab Hazel sambil melepas tangan Ana yang menahan tangannya, lalu meninggalkan kedua sahabatnya yang sedang saling pandang.

__ADS_1


“Ada apa dengannya?”


“Entahlah,”


*


*


*


Malam hari, Jimi yang baru pulang dari rumah sakit langsung menuju kamar yang selama ini di tempati nya. Dan Jimi baru bisa bernafas lega dan tidak harus berpura pura lagi bersikap harmonis dengan Mita di depan kedua orang tuanya dan juga kedua orang tua Mita yang baru kembali ke rumahnya masing masing tadi pagi.


Jimi tidak sempat lagi membersihkan diri saat pikirannya kini tertuju pada Hazel, dan ingin segera menghubungi gadis itu. Mengingat lagi selama seminggu ini Jimi tidak bisa menemuinya dan juga berbincang lama di sambungan ponselnya.


Baru saja Jimi ingin mengambil ponsel miliknya yang berada di kantong celananya, tiba tiba pintu kamarnya di buka dari luar dan memperlihatkan Mita yang sedang mengukir senyum kearahnya, dan Mita pun langsung masuk ke dalam kamar Jimi tanpa sepersetujuan pemilik kamar.


“Jim, ada yang ingin aku bicarakan dengan kamu, kamu tidak sibuk kan?”


Bersambung……………………


Rekomendasi novel popular untuk kalian ada di bawah sini ya gaes, jangan lupa mampir di jamin kalian akan menyukainya.

__ADS_1



__ADS_2