
Ana dan juga Aca hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat Hazel sang sahabat baru saja masuk kedalam kelas setelah tiga puluh menit keduanya sudah mengerjakan ujian sekolah yang sedang berlangsung.
“Jangan menatapku!” seau Hazel saat melihat kedua sahabatnya menatapa kearahnya, bukan hanya kedua sahabatnya saja, karena semua perserta ujian yang ada didalam kelas tersebut juga menatap kearahnya. “Kalian semua ngapain menatap kearahku. apa kalian baru sadar jika aku cantik, kemana aja kalian selama ini,”
“Huuuu,” suara sorakan dari semua peserta ujian di dalam kelas tersebut, menggema ke seluruh ruangan, membuat pengawas yang berada didalam kelas tersebut langsung beranjak dari duduknya.
“Hazel! Segera kerjakan soal ujian kamu!” perintah Miss Diana. Dan kalian juga kerjakan kembali soal soal kalian!” perintahnya juga pada semua murid yang berada di dalam kelas tersebut.
“Baik Miss,”
“Siap Miss,” Hazel dan juga semua murid yang ada di dalam ruangan tersebut langsung mengikuti perintah Miss Diana.
Dan Hazel segera menuju mejanya, karena waktu dia untuk menyelesaikan ujian di jam pertama hanya tersisa satu jam lagi.
“Untung kamu diijinkan masuk Zel, jika tidak. Aku yakin kamu tidak akan lulus ujian,” ucap Ana, dimana meja dia berada tepat dibelakang meja Hazel. Karena biasanya jika ada murid yang telat masuk sekolah, tidak sama sekali diperbolehkan masuk ke dalam kelas. Dan langsung disuruh pulang.
“Ini ujian bodoh! Jika aku tidak lulus aku akan menyalahkan pihak sekolah, jika sampai mereka tidak mengijinkan aku masuk,” kesal Hazel yang sekilas menoleh kearah Ana, dan dia langsung fokus menatap layar laptop yang berada tepat dihadapannya, tidak ingin lagi menyia nyiakan waktu.
Karena tadi Hazel bangun kesiangan, bukan hanya Hazel yang bangun kesiangan, Jimi yang biasannya disiplin bangun pagi, pagi ini dia juga bangun kesiangan. Mengingat lagi keduanya baru saja melawati melam pengantin yang membuat Hazel ketagihan dan dia meminta sang suami untuk melakukan hubungan badan lagi, hingga Jimi kewalahan melayani Hazel.
“Lagian kenapa kamu bisa telat sih Zel?” tanya Aca yang duduk di meja tepat didepan meja Hazel.
“Jangan banyak bertanya,”
__ADS_1
“Kamu pasti….” Aca tidak jadi meneruskan ucapannya, saat Miss Diana berteriak sambil menyebut namanya. Membuatnya kembali fokus pada soal ujuan yang berada dilayar laptop didepannya.
Setelah menyelesaika ujian di jam pertama hazel dan juga kedua sahabatnya langsung menuju ke kantin. Tempat favorit meraka saat berada di sekolah, tentu saja menjadi tempat favorit mereka, karena kantin yang berada si sekolah sudah seperti kafe yang sering mereka kunjungi, mengingat lagi sekolah tersebuat adalah sekolah elit.
Hazel yang sudah duduk disalah satu sofa yang ada di kantin tersebut, beberapa kali menguap saat sedang menunggu makanan yang dipesannya tiba, tentu saja hal itu membuat Ana dan juga Ana yang sedang menatap kearahnya langsung mengerutkan dahinya, dan setelahnya keduanya kini saling pandang. Ketika tatapan keduanya baru saja mendapati tanda biru kemerahan didada Hazel, saat kancuing baju yang dikenakannya lepas satu, dan mereka sangat tahu tanda apa itu.
Dan kini Ana dan juag Aca kembali menatap kearah Hazel. “Zel, aku tahu kanapa kau telat masuk sekolah,” ucap Ana.
“Kamu semalam habis main kan dengan Om Jimi kamu itu kan?” tanya Aca penuh selidik.
Membuat Hazel yang baru saja selesai menguap kini menolah kearah kedua sahabatnya yang duduk
tepat dihadapannya.
“Ngaku aja
kali,”
“Tidak,” sambung Hazel.
“Kami tidak bisa dibohongi olehmu,” sambung Ana yang kini mengarahkan jari telunjuknya kedada Hazel yang ada bekas tanda merah kebiruan.
Hazel yang mengikuti arah tangan Ana, dengan segera mengancing bajunya yang sempat terbuka. “Sekarang kamu tidak bisa mengelak lagi, kami tahu tanda apa itu,” ujar Aca.
__ADS_1
“Iya aku tahu kalian ahlinya, dan sekarang jangan bahas lagi, oke,” pinta Hazel yang kini menyandarkan punggungnya disandaran sofa yang didudukinya, membuat Ana dan juga Aca kini beralih duduk disamping kanan dan juga kirinya.
“Om Jimi kamu itu kuat apa tidak Zel? miliknya besar dan juga panjang tidak?” tanya Ana ingin tahu.
“Iya Zel, kita ingin tahu. Kan kamu juga sering kita beri tahu milik sugar daddy kita sebesar dan sepanjang apa,” sambung Aca.
“Kalian brisik sekali, sudah diamlah aku mengantuk,”
“Ish kamu tidak asik Zel,”
“Bodo amat,” sambung Hazel yang coba memejamkan matanya.
“Kamu diatas apa bawah Zel?” pertanyaan Ana sontak membuat hazel yang baru saja memejamkan
matanya, kini segera membuka matanya dan menoleh kearah sang sahabat.
“Di atas?” tanya Hazel penasaran.
“Iya, diatas itu lebih nikmat loh Zel,” jawab Ana. Namun tidak lagi mendapat tanggapan dari
Hazel saat ponselnya berdering.
Bersambung……………
__ADS_1
Yuk tebak siapa yang nelpon Hazel. Apakah Om Jimi yang ingin main suntik suntikan lagi ha ha ha ha ha KABOORRRRRRRRRR