MY SUGAR BABY

MY SUGAR BABY
Waras


__ADS_3

Jimi tersenyum bahagia karena bisa menonton bioskop bersama gadis yang akhir akhir ini sudah mengalihkan dunianya meskipun di sepanjang pemutaran flim kesukaan Jimi, Hazel terlelap di bahunya. Tangan Jimi terus menciumi punggung tangan Hazel saat Hazel belum juga terbangun dari tidurnya hingga film yang Jimi tonton susah habis.


Karena Hazel belum juga terjaga dari tidurnya Jimi kini mencium pucuk kepala Hazel dangan begitu lembut. Dan kelembutan ciuman yang baru saja Jimi berikan, membuat pemilik kening kini mulai membuka kedua bola matanya dengan perlahan.


“Film sudah selesai Zel,” bisik Jimi tepat di telingan Hazel, saat dia masih menyandarkan kepalanya di bahu Jimi.


Mendengar bisikan Jimi, tentu saja membuat Hazel kini menegakkan kepalanya sambil menguap, dan tangan Jimi refleks menutup mulut Hazel yang sedang menguap.


Dan setelah Hazel selesai menguap Jimi baru menurunkan tangannya, dan kini tangan tersbut dia gunakan untuk merapikan rambut Hazel yang berantakan.


“Maaf Om, aku ketiduran,” ucap Hazel kala kedua bola matanya menatap satu persatu orang yang berada di ruang bioskop dimana dia berada keluar saat film sudah selesai di putar.


“Untuk apa kamu minta maaf, kamu tidak salah Zel,” sambung Jimi yang kini meraih telapak tangan Hazel dan menyatukan jari jarinya dengan jari jari Hazel yang mungil.


Tentu saja tanpa peduli pada pandangan orang orang yang melewati tempatnya berada. Ketika melihat Jimi bagaikan anak remaja yang sedang kasmaran.


“Mari kita pulang,”


“Ngantuk Om,” ucap Hazel dengan manja yang kini kembali menyandarkan kepalanya di bahu Jimi. “Gendong,”

__ADS_1


“Boleh,” sambung Jimi yang kini membawa Hazel kedalam dekapannya dan kembali mencium keningnya.


Dan benar saja Jimi keluar dari bioskop sambil mengendong Hazel di depan, untung saja malam sudah sangat larut dan tidak banyak orang yang melihat dia menggendong Hazel. Terlebih lagi Lift yang tidak juah dari bioskop langsung mengarah ke basement di mana mobilnya di parkirkan.


Jimi mendudukan Hazel di kursi mobil di sisi kursi pengemudi, saat Jimi sudah berada dimana mobilnya di parkirkan. Senyum manis Jimi tunjukan pada Hazel yang kini sudah menyandarkan kepalanya di sandaran kursi yang didudukinya.


“Apa Om hanya ingin terus tersenyum dan berdiri disitu?” tanya Hazel saat Jimi belum juga masuk ke dalam mobil dan masih terus berdiri di depan pintu mobil di mana dia duduk.


“Tantu saja tidak, oh ya Zel. Mami dan papi kamu ada di rumah tidak?”


“Kenapa memangnya Om?” tanya Hazel balik tanpa menjawab pertanyaan yang baru saja Jimi tanyakan padanya.


“Om mau menginap di rumah kamu,”


“Kenapa kamu malah tersenyum Zel?”


Namun, sekarang Hazel tidak menjawab pertanyaan Jimi. Karena dia sekarang langsung memeluk pinggang Jimi yang masih berdiri tidak juah dari tempatnya berada.


“Om boleh menginap di rumah, kebetulan mami masih menginap di rumah papi,” sekarang Hazel menjawab pertanyaan Jimi setelah melepas pelukannya. “Tapi ada syaratnya Om,”

__ADS_1


“Syarat? Apa syaratnya Zel?” tanya Jimi penasaran.


“Aku ingin merasakan pedang milik Om lagi seperti dulu,” jawab Hazel.


Tentu saja membuat Jimi kini mencubit hidung Hazel dengan gemas. “Om tidak bisa melakukannya Zel,” sambung Jimi, entah mengapa malam ini pikiran Jimi sedang waras. Pasalnya setiap hari dan setiap waktu dia selalu memikirkan kenikmatan saat melakukan penyatuaan tubuh dengan Hazel malam itu.


Tentu saja mendengar apa yang baru saja Jimi katakan membuat Hazel langusung cemberut. “Katanya Om cinta padaku, tapi kenapa Om tidak mau menuruti apa yang aku mau. Berarti Om bohong padaku, dan Om tidak mencintai aku kan?”


“Siapa bilang Om tidak mencintai kamu, om sangat mencintai kamu. Dan karena rasa cinta om pada kamu ini, om tidak ingin melakukan hal itu dan kembali merusak kamu. Om akan melakukannya Jika Om sudah menceraikan Mita dan om akan menikahi kamu setelah kamu lulus sekolah beberapa bulan lagi,” jelas Jimi saat otak warasnya bekerja.


“Om tidak asik, dan menyebalkan,” kesal Hazel yang kini kembali menyandarkan kepalanya di kursi tempatnya duduk.


“Jangan marah dong, kalau marah kamu tambah cantik loh,” goda Jimi dan ingin meraih dagu Hazel. Namun, langsung di tampik oleh pemilik dagu. Dan kembali menegakkan kepalanya, saat Hazel melihat orang yang sangat dia kenal mendekati mobil Jimi.


“Oh jadi kamu disini?”


Bersambung.................


Maaf ya gaes, bila up tidak menentu. Aku sedang sibuk di rumah pak paijo 😅😅😅😅😅

__ADS_1


Tapi tenang saja, aku akan selalu up novel ini kok.


Dan untuk kalian yang punya rumah pak paijo, jangan lupa masuk ke kamar aku ya gaes 🤣🤣🤣🤣 bay bay selamat malam semoga kalian mimpi indah 😘😘😘😘😘😘


__ADS_2