MY SUGAR BABY

MY SUGAR BABY
Dengan Senang Hati


__ADS_3

Sepanjang perjalanan menuju rumahnya, Hazel terus saja menyandarkan kepalanya di pundak Jimi, seakan tidak ingin lepas darinya.


Jimi dengan senang hati membiarkan apa yang Hazel lakukan, saat Hazel sesekali mencium pipinya. Karena Jimi tidak pernah mendapatkan perlakuan dari sang istri seperti yang sedang Hazel lakukan padanya.


"Kita sudah sampai," ujar Jimi dan memasuki halaman rumah mewah Hazel, saat pintu gerbang rumah tersebut sudah di buka oleh security yang berjaga di pos tidak jauh dari gerbang rumah mewah terus.


Hazel kini menegakkan kepalanya, saat Jimi sudah memarkirkan mobil miliknya di tempat parkiran rumah mewah tersebut.


"Janji ya, Om Jimi mau menginap di sini," ujar Hazel saat tatapan matanya sekarang menoleh kearah Jimi yang baru saja mematikan mesin mobilnya.


Lalu Jimi sekarang menatap ke arah Hazel, lalu satu tangannya mencubit hidung Hazel yang mancung sempurna.


"Tentu dong Zel, tenang saja," sambung Jimi dan ingin membuka pintu mobil di mana dirinya berada.


Namun Jimi urungkan saat Hazel sekarang menarik tangannya.


"Ya Zel, ada apa?" tanya Jimi sambil menoleh ke arah Hazel. Dan Jimi langsung tersenyum saat mendapati Hazel sudah memajukan bibirnya.


Tentu saja Jimi tahu apa yang di inginkan oleh gadis yang ada di hadapannya, yang selalu membuatnya tidak bisa mengendalikan hasrat di dalam tubuhnya. Dan Jimi Kini menempelkan bibirnya di bibir Hazel dan memberikan gigitan lembut, sebelum melepasnya.

__ADS_1


"Om lagi," ucap Hazel yang selalu ingin merasakan sentuhan dari bibir Jimi yang membuatnya merasakan rasa nikmat di dalam tubuhnya.


Jimi hanya tersenyum mendengar apa yang baru saja Hazel katakan, lalu Jimi mengangkat satu tangannya dan ibu jarinya mengelus bibir Hazel.


"Kita teruskan saja nanti Zel, pasti mami kamu sudah menunggu kita di dalam,"


"Ahh om," keluh Hazel yang mau tidak mau mengikuti apa yang Jimi katakan.


"Zel ingat kita sedang di mana," ucap Jimi, saat Hazel langsung memeluk lengan Jimi ketika sudah turun dari mobil.


"Mami dan juga papi tidak akan pernah melihat kita Om, mereka kan ada di dalam rumah,"


"Iya iya aku lepas," ucap Hazel yang langsung melepas tangannya yang masih memeluk Jimi, meskipun dengan enggan.


Lalu Hazel kini melangkahkan kakinya terlebih dahulu menuju pintu rumah mewahnya.


Dan baru saja Hazel ingin menekan bel pintu rumahnya. Tiba tiba pintu rumah tersebut di buka dari dalam oleh mami Camel, di ikuti oleh sang suami dari belakang.


"Mami, papi," ucap Hazel.

__ADS_1


"Syukurlah kamu sudah pulang sayang," sambung mami Camel yang kini keluar dari pintu tersebut sambil membawa tas di satu tangannya.


"Mami mau ke mana?" tanya Hazel saat sang mami tidak mengenakan pakaian rumah begitu pun dengan sang papi.


"Maaf sayang, mami tidak bisa menghabiskan akhir pekan bersama dengan kamu," ucapan dari bibir mami Camel. Saat dia ingin pulang lebih awal dari rumah ibu mertua, agar esok terakhir akhir pekan dia bisa bersama dengan sang putri. Namun keinginan mami Camel tidak bisa terwujud saat dirinya dan sang suami harus kembali ke rumah ibu mertuanya, saat mendapat kabar ibu mertuanya tiba tiba jatuh sakit.


"Kenapa Mi?"


"Mami harus kembali ke rumah papi kamu sayang, maaf ya, mami tidak bisa menghabiskan akhir pekan besok bersama dengan kamu,"


Tentu saja di dalam hati Hazel bersorak gembira setelah mendengar apa yang baru saja sang mami katakan, lalu tatapan Hazel kini menolah kearah Jimi yang sudah berdiri tidak jauh darinya.


"Sayang, kenapa? Apa kamu ingin meminta Jimi menemani kamu malam ini? Tidak bukan. Om Jimi pasti sibuk," tanya mami Camel, ketika melihat sang putri menatap ke arah Jimi, karena mami Camel beberapa kali pernah meminta Jimi untuk menemani sang putri saat dirinya pergi keluar kota.


"Aku tidak sibuk Mel, dengan senang hati aku akan menemani Hazel. Kamu pergi saja," sambung Jimi. Tentu saja di dalam hatinya juga bersorak gembira, dan tatapan matanya kini balik menatap Hazel sambil mengukir senyum. "Zel, apa kamu mau di temani Om?" tanya Jimi untuk berasa basi.


"Terserah pada Om," jawab Hazel yang langsung masuk ke dalam rumah dengan perasaan yang begitu bahagia.


"Baiklah Jim, aku titip Hazel," ujar mami Camel.

__ADS_1


Bersambung.............


__ADS_2