
“Jim!” teriak papa Joni setelah mendengar apa yang baru saja
Jimi katakan. “Apa wanita itu yang sudah menyuruh kamu untuk menceraikan Mita?
Jika iya. Antar papa untuk menemui wanita kamu itu, Agar papa bisa memberi
pelajaran pada wanita jalaang yang sudah membuat kamu berubah,”
“Aku berubah karena Mita, menantu yang kalian banggakan.
Tapi kalian akan menyesal mengetahui siapa Mita, menantu kesayangan kalian. Dia
itu sama saja dengan jalaang diluar sana!” sahut Jimi penuh keberanian.
Karena ini saatnya bagi Jimi untuk memberi tahu siapa Mita,
saat Jimi benar benar ingin mengakhiri rumah tangganya dengan Mita yang
seharusnya sudah dia lakukan dari dulu.
Tidak peduli lagi pada surat perjanjian pra nikah yang
sempat ditanda tangani, dan Jimi tidak peduli juga jika dia tidak mendapat
sepeserpun harta benda kedua orang tuanya yang jumlahnya tidak sedikit, toh dia
sudah menjadi seorang dokter, yang pekerjaannya bisa menghasilkan uang.
Plak!
Jimi mendapat tamparan kembali dari papa Joni, dan tamparan
kali ini lebih kuat dari tamparan yang sebelumnya.
“Berani sekali kamu bicara seperti itu pada istri kamu Jim!”
bentak papa Joni.
Namun, tidak mendapat tanggapan dari Jimi yang tangannya
kini ditarik oleh mama Misa, agar dia bisa menatap wajah sang putra.
“Sejak kapan mulut putraku mengandung sampah?!” tanya mama
Misa penuh kesal. “Apa setelah kamu mengenal wanita jalanng, yang sudah merusak
rumah tangga kamu dan juga Mita?” tanya mama Misa.
__ADS_1
“Mita sendiri yang sudah merusak rumah tangga kita Ma,”
“Jim. Tutup mulut kamu itu!” seru papa Joni yang sekarang
melangkahkan kakinya mendekati sang istri, agar dia bisa menatap wajah sang
putra.
“Untuk saat ini aku tidak akan menutup mulutku untuk
mangatakan yang sebenarnya, Ma, Pa. Siap Mita, menantu yang selalu kalian
sayangi,” sambung Jimi.
Dan kali ini membuat Mita yang masih berada disamping mama
Misa, memajukan kakinya untuk mendekati Jimi, dan saat sudah mendekatinya, kini
Mita meraih tangan Jimi.
“Sayang, kamu sungguh berubah setelah mengenal wanita lain,”
ujar Mita yang sekarang mulai mengeluarkan air mata palsunya. “Aku sudah
memaafkan kamu, karena kamu sudah menghianati aku sayang, dan aku juga sudah
meminta kamu untuk meninggalkan wanita itu, lalu memulai hubungan kita dari awal,”
kebohongan semata.
Tentu saja Jimi langsung menyingkirkan tangan Mita dengan
kasar saat masih memengangi tangannya, hingga tubuh Mita mundur beberapa langkah.
Papa Joni yang mendapati perlakuan Jimi pada Mita, kini dia
memajukan langkahnya, dan dia ingin menampar snag putra kembali. Namun, dengan
sigap Jimi segera menahan tangan sang papa.
“Pa, sekali ini saja, dengarkan apa yang aku ingin katakan.
Kenapa aku ingin mencerikan Mita,” pinta Jimi sambil melepas tangan sang papa
yang masih ditahannya.
“Papa tidak ingin mendengarkan apa pun yang ingin kamu
__ADS_1
katakan Jim. Karena papa tahu, kamu akan meyalahkan Mita, padahal kamu sendiri yang
salah dan juga sudah menghancurkan rumah tangga kamu sendiri,” sambung papa Joni.
“Aku menghancurkan rumah tanggaku, pa. Yang sudah susah
payah aku pertahankan. Namun, kali ini aku tidak ingin mempertahankan rumah
tangga ini. Papa yang sudah menjodohkan aku dengan Mita, dan aku juga harus
memberi tahu papa, kenapa aku ingin menceraikan Mita,” ucap Jimi panjang lebar.
“Dan masa bodoh, dengan aset papa yang tidak akan pernah jatuh ketangan aku jika aku menceraikan
Mita,” ucapnya lagi, ketika Jimi mengingat lagi surat perjanjian pra nikahnya.
“Sayang ja…”
“Mit!” teriak Jimi untuk menghentikan ucapan Mita dan salah
satu telunjukknya dia gunakan untuk menunjuk Mita. “Saat ini aku yang akan
bicara, bukan kamu!” seru Jimi, tanpa menatap keraah Mita. kerena tatapan Jimi
masih kearah papa Joni yang berada tepat dihadapannya.
“Dan papa tidak akan mendengar apa pun yang akan kamu
bicarakan,” karena semua ini salah kamu,” sambung papa Joni yang kini membalik
tubuhnya.
“Mekipun aku akan mengatakan Mita pernah hamil, dan
keguguran” ujar Jimi, membuat papa Joni yang baru saja ingin melangkahkan
kakinya, kini dia urungkan. Dan kembali membalikkan tubuhnya untuk menghadap
kearah Jimi lagi.
“Hamil dan keguguran?” tanya papa Joni penasaran.
“Ya, dan anak yang sempat dia kandung bukanlah anakku Pa,
melainkan anak dari pria lain. Karena Mita-lah sudah berselingkuh di belakang
aku,”
__ADS_1
“Apa kamu sedang bicara omong kosong Jim?”
Bersambung....................