MY SUGAR BABY

MY SUGAR BABY
Mengandung Sampah


__ADS_3

“Jim!” teriak papa Joni setelah mendengar apa yang baru saja


Jimi katakan. “Apa wanita itu yang sudah menyuruh kamu untuk menceraikan Mita?


Jika iya. Antar papa untuk menemui wanita kamu itu, Agar papa bisa memberi


pelajaran pada wanita jalaang yang sudah membuat kamu berubah,”


“Aku berubah karena Mita, menantu yang kalian banggakan.


Tapi kalian akan menyesal mengetahui siapa Mita, menantu kesayangan kalian. Dia


itu sama saja dengan jalaang diluar sana!” sahut Jimi penuh keberanian.


Karena ini saatnya bagi Jimi untuk memberi tahu siapa Mita,


saat Jimi benar benar ingin mengakhiri rumah tangganya dengan Mita yang


seharusnya sudah dia lakukan dari dulu.


Tidak peduli lagi pada surat perjanjian pra nikah yang


sempat ditanda tangani, dan Jimi tidak peduli juga jika dia tidak mendapat


sepeserpun harta benda kedua orang tuanya yang jumlahnya tidak sedikit, toh dia


sudah menjadi seorang dokter, yang pekerjaannya bisa menghasilkan uang.


Plak!


Jimi mendapat tamparan kembali dari papa Joni, dan tamparan


kali ini lebih kuat dari tamparan yang sebelumnya.


“Berani sekali kamu bicara seperti itu pada istri kamu Jim!”


bentak papa Joni.


Namun, tidak mendapat tanggapan dari Jimi yang tangannya


kini ditarik oleh mama Misa, agar dia bisa menatap wajah sang putra.


“Sejak kapan mulut putraku mengandung sampah?!” tanya mama


Misa penuh kesal. “Apa setelah kamu mengenal wanita jalanng, yang sudah merusak


rumah tangga kamu dan juga Mita?” tanya mama Misa.

__ADS_1


“Mita sendiri yang sudah merusak rumah tangga kita Ma,”


“Jim. Tutup mulut kamu itu!” seru papa Joni yang sekarang


melangkahkan kakinya mendekati sang istri, agar dia bisa menatap wajah sang


putra.


“Untuk saat ini aku tidak akan menutup mulutku untuk


mangatakan yang sebenarnya, Ma, Pa. Siap Mita, menantu yang selalu kalian


sayangi,” sambung Jimi.


Dan kali ini membuat Mita yang masih berada disamping mama


Misa, memajukan kakinya untuk mendekati Jimi, dan saat sudah mendekatinya, kini


Mita meraih tangan Jimi.


“Sayang, kamu sungguh berubah setelah mengenal wanita lain,”


ujar Mita yang sekarang mulai mengeluarkan air mata palsunya. “Aku sudah


memaafkan kamu, karena kamu sudah menghianati aku sayang, dan aku juga sudah


meminta kamu untuk meninggalkan wanita itu, lalu memulai hubungan kita dari awal,”


kebohongan semata.


Tentu saja Jimi langsung menyingkirkan tangan Mita dengan


kasar saat masih memengangi tangannya, hingga tubuh Mita mundur beberapa langkah.


Papa Joni yang mendapati perlakuan Jimi pada Mita, kini dia


memajukan langkahnya, dan dia ingin menampar snag putra kembali. Namun, dengan


sigap Jimi segera menahan tangan sang papa.


“Pa, sekali ini saja, dengarkan apa yang aku ingin katakan.


Kenapa aku ingin mencerikan Mita,” pinta Jimi sambil melepas tangan sang papa


yang masih ditahannya.


“Papa tidak ingin mendengarkan apa pun yang ingin kamu

__ADS_1


katakan Jim. Karena papa tahu, kamu akan meyalahkan Mita, padahal kamu sendiri yang


salah dan juga sudah menghancurkan rumah tangga kamu sendiri,” sambung papa Joni.


“Aku menghancurkan rumah tanggaku, pa. Yang sudah susah


payah aku pertahankan. Namun, kali ini aku tidak ingin mempertahankan rumah


tangga ini. Papa yang sudah menjodohkan aku dengan Mita, dan aku juga harus


memberi tahu papa, kenapa aku ingin menceraikan Mita,” ucap Jimi panjang lebar.


“Dan masa bodoh, dengan aset papa yang tidak akan pernah  jatuh ketangan aku jika aku menceraikan


Mita,” ucapnya lagi, ketika Jimi mengingat lagi surat perjanjian pra nikahnya.


“Sayang ja…”


“Mit!” teriak Jimi untuk menghentikan ucapan Mita dan salah


satu telunjukknya dia gunakan untuk menunjuk Mita. “Saat ini aku yang akan


bicara, bukan kamu!” seru Jimi, tanpa menatap keraah Mita. kerena tatapan Jimi


masih kearah papa Joni yang berada tepat dihadapannya.


“Dan papa tidak akan mendengar apa pun yang akan kamu


bicarakan,” karena semua ini salah kamu,” sambung papa Joni yang kini membalik


tubuhnya.


“Mekipun aku akan mengatakan Mita pernah hamil, dan


keguguran” ujar Jimi, membuat papa Joni yang baru saja ingin melangkahkan


kakinya, kini dia urungkan. Dan kembali membalikkan tubuhnya untuk menghadap


kearah Jimi lagi.


“Hamil dan keguguran?” tanya papa Joni penasaran.


“Ya, dan anak yang sempat dia kandung bukanlah anakku Pa,


melainkan anak dari pria lain. Karena Mita-lah sudah berselingkuh di belakang


aku,”

__ADS_1


“Apa kamu sedang bicara omong kosong Jim?”


Bersambung....................


__ADS_2