MY SUGAR BABY

MY SUGAR BABY
Hamil


__ADS_3

Tiga bulan kemudian, tidak ada satu pun yang bisa mengusik keluarga Jimi dan Hazel yang selalu di selimuti dengan penuh kebahagiaan. Apa lagi saat ini kedua orang tua Jimi juga sudah merestui hubungan keduanya, ketika melihat kebahagian sang putra setelah menikah dengan Hazel, tidak seperti pernikahannya terdahulu.


Mama Misa pun sekarang begitu dekat dengan Hezel, dan tidak sungkan  sungkan mengajari Hazel berbagai hal yang harus seorang istri lakukan, bukan hanya dalam pekerjaan rumah tangga, tapi juga dalam urusan ranjang.


Hazel dan juga Jimi pun sekarang tidak lagi menutupi hubungannya pada halayak publik, dan tidak malu mengumbar kemesraan didepan umum, yang membuat semua orang menjadi terbawa perasaan saat melihat kemesraan keduanya.


Namun, meskipun begitu, Hazel dan juga Jimi terus waspada karena mereka rasa masih ada beberapa orang yang tidak menyukai kebahagiaannya, salah satunya adalah Bara, yang beberapa kali gagal membuat rumah tangga Hazel dan Jimi berantakan dengan rencana yang sudah disusun rapi.


Dan entah apa lagi rencana yang akan Bara susun agar bisa memisahkan Jimi dan juga Hazel, seperti saat ini, entah apa yang sedang Bara bicarakan lewat sambungan ponsel dengan seseorang.


“Jika kali ini aku gagal menghancurkan rumah tangga Hazel, dengan rencana yang sudah sangat matang, maka aku akan melenyapkan si tua bangka itu!” tegas Bara, lalu menutup sambungan ponselnya, yang entah dengan siapa dia baru saja berbicara.


Setelah menutup sambungan ponselnya, kini Bara menuju tempat tidurnya dan menjatuhkan tubuhnya dengan kasar. “Hanya aku yang pantas untuk kamu Zel,” ucap Bara yang memiliki obsesi terlalu tinggi pada Hazel, dan rela melakukan apa pun untuk mendapatkannya.


*


*


*

__ADS_1


Mama Misa yang baru saja keluar dari dalam kamar, langsung menautkan keningnya melihat Hazel sang menantu sedang menggerutu, turun dari lantai dua dimana kamarnya berada.


Tentu saja mama Misa yang sudah hampir seminggu di rumah sang putra langsung menghampiri Hazel yang baru saja menuruni anak tangga. “Zel ada apa?” tanya mama Misa ingin tahu.


“Anak mama sangat menyebalkan,” jelas Hazel yang kini berjalan menuju ruang tengah di ikuti mama Misa dari belakang.


“Memang apa yang Jimi lakukan padamu?” tanya mama Misa lagi yang kini menjadi penasaran.


“Dia…”


“Aku hanya ingin menciumnya, Ma, sebelum aku berangkat kerja, tapi dia menolak,” sahut Jimi yang tiba tiba sudah mendekati keduanya, dengan berpakaian rapi sudah siap berangkat kerja.


Mama Misa nenoleh pada sangg putra, bergantian menoleh pada hazel yang sudah duduk di sofa dengan wajah ditekuk. “Zel, apa benar yang dikatakan  oleh Jimi?”


“Sayang, bau apa sih? Aku wangi kok,” sambung Jimi sambil mencium dirinya sendiri, lalu dia mendekati mama Misa. “Ma, coba cium aku,” pinta Jimi pada sang mama.


“wangi kok, Jim.”


“Tuh, sayang, mama aja bilang aku wangi, sepertinya hidung kamu bermasalah,” kata Jimi yang kini mendekati Hazel.

__ADS_1


“Stop, jangan mendekat, aku tidak mau, kamu itu bau!” Hazel menghentikan langkah Jimi yang ingin mendekatinya.


“Sayang, kamu kenapa sih?” tanya Jimi, yang begitu bingung dengan sikap sang istri pagi hari ini, tidak seperti pagi pagi sebelumnya, dan rutinitas pagi hari di dalam kamar, juga tidak dia dapati dari sang istri. Yang malah berteriak teriak saat Jimi ingin memeluk tubuhnya saat keduanya belum beranjak dari tempat tidur seperti biasa, dan Hazel pun menolak mentah mentah saat Jimi mengajaknya mandi bersama, seperti biasanya.


“Aku bilang kamu bau! Paham tidak sih!” kesal Hazel yang kini beranjak dari duduknya dan ingin meninggalkan ruang tengah. Dan saat dia melewati Jimi, Hazel langsung menghentikan langkahnya dan menoleh pada sang suami, dan saat bersamaan perutnya seperti diaduk aduk. “Wek wek wek,”


“Sayang kamu kenapa?”


“Minggir!” perintah Hazel saat Jimi akan mendekatinya. “Wek, wek,” Hazel segera menuju wastafel yang berada di dapur saat dia ingin muntah.


Tentu saja diikuti Jimi dan juga mama Misa, yang kini memijat belakang leher Hazel untuk membantunya mengeluarkan isi perutnya.


“Jim, sepertinya mama akan memiliki cucu dari kamu,” kata mama Misa sambil mengukir senyum.


“Maksud mama apa?”


“Mama rasa istri kamu sedang hamil,”


“Benarkah? Ya Tuhan, terima kasih,” ucap Jimi dengan penuh kebahagiaan.

__ADS_1


“Tidak, aku tidak mau hamil!”


Bersambung………


__ADS_2