MY SUGAR BABY

MY SUGAR BABY
Cinta Monyet


__ADS_3

Jimi berdiri mematung disisi ranjang perawatan, tapi kali ini bukan diranjang peawatan Hazel, melainkan disisi ranjang perawatan dari mami Hazel yang tiba-tiba tidak sadarkan diri.


Setelah Jimi memberi tahu hubungannya dengan Hazel, tentu saja tanpa ada yang ditutup tutupi, karena Jimi menceritakan semua apa yang terjadi padanya dan juga Hazel. Saat Jimi tidak ingin menutupi hubungannya tersebut pada siapa pun termasuk kepada kedua orang tua Hazel yang notabennya adalah sahabatnya. Dan mereka harus tahu apa yang sudah terjadi pada Jimi dan juga Hazel, yang mengantarkan keduanya untuk saling mencintai setelah keduanya melawati malam panas beberapa waktu lalu.


Bukan hanya Jimi yang berdiri disisi ranjang perawatan tersebut, melainkan juga Hazel, yang sudah merasa baikkan dan tidak merasakan sakit perut seperti tadi lagi. Jimi yang berdiri tepat disamping Hazel, kini memeluk pinggangnya dan membawa Hazel kedalam dekapannya, tidak peduli pada papi Hazel yang sedang duduk di kursi disisi lain ranjang perawatan sambil menatap kearahnya.


Mami Hazel yang baru tersadar dari pingsannya, kini kedua bola matanya langsung tertuju kearah Jimi dan juga sang putri yang tidak malu menunjukkan kemesraan dihadapannya.


“Mel…”


“Diam kamu Jim!” seru mami  Hazel memotong perkataan Jimi.


“Kenapa sih Mi, sepertinya mami tidak setuju dengan hubungan aku dengan Om Jimi, apa ada yang salah? Tidak kan Mi, kami saling mencintai satu sama lain,” sambung Hazel, saat melihat raut wajah sang mami yang seolah tidak menyukai hubungannya dengan Jimi.


“Hububungan kamu dan Jimi, itu tidak benar Zel,” jawab mami Hazel, yang entah mengapa tidak menyukai sang putri memiliki hubungan dengan Jimi sang sahabat.


“Tidak benarnya dimana Mi? apa karena perbedaaan usia diantara aku dan juga Om Jimi begitu?” tanya Hazel. “Apa Mami tidak berkaca, usia Mami dan juga Papi terpaut sangat jauh,” ujar Hazel untuk mengingatkan sang mami yang menikah dengan berondong.


“Tentu saja berbeda Zel. papi kamu sudah lulus sekolah. Dan kamu masih sekolah,”

__ADS_1


“Sebentar lagi aku juga lulus Mi, lagian apa hubungannya dengan aku mencintai Om Jimi dan juga lulus sekolah,”


“Tentu saja ada sayang, karena sekolah kamu akan terganggu jika kamu menikah muda,”


“Siapa bilang, apa Mami lupa. Papi sudah menikah tapi tetap bisa sekolah, dan bisa menjalankan usaha hingga papi jadi pengusaha muda,” sambung Hazel kembali mengingatkan sang mami, tentang sang suami barunya.


“Tapi kamu perempuan Zel,”


“Memangnya kenapa jika aku perempuan, Mami juga perempuan kan ?” tanya Hazel.


“Ya Tuhan Zel,” ucap Mami Hazel yang tidak tahu harus berkata apa lagi pada sang putri. Dan dia kini beranjak dari tidurnya dibantu oleh sang suami yang selalu siaga, apalagi usia kandungannya sudah mulai membesar. Setelah duduk diatas ranjang perawatannya, kini mami Hazel menatap kearah Jimi sang sahabat.


“Tapi Mel…”


“Jim, banyak perempuan dewasa diluar sana yang cocok untuk kamu,” sambung mami Hazel memotong perkataan Jimi.


“Mami egois!” sambung Hazel, dan kini langsung membalik tubuhnya untuk meninggalkan ruangan tersebut, tapi lengannya langsung dicekal oleh Jimi, agar Hazel tidak meneruskan langkahnya.


“Aku akan membuktikan padamu Mel, jika aku dan juga Hazel memang sudah ditakdirkan untuk bersama, meskipun tanpa restu darimu,” kini Jimi yang berbicara dan menegaskan jika dia tidak akan pernah melepas Hazel dalam hidupnya, tidak peduli pada ucapan sang sahabat yang mengatakan jika cinta Hazel, bisa saja hanya cinta monyet, mengingat Hazel memanglah hanya remaja labil.

__ADS_1


Jimi pun kini menggandeng tangan Hazel dan meninggalkan rungangan tersebut tanpa mengatakan apa pun lagi.


Mami Hazel menoleh kearah sang suami, setelah kepergian Jimi dan juga Hazel. “Sayang, apa aku salah?”


“Tidak, hanya saja kamu tidak tepat mengatakan hal seperti itu, tanpa bicara empat mata dengan putri kita,”


“Tapi…”


“Sayang, putri kita berhak menjalani hidup sesuai dengan keinginannya, dan memberikan cintanya pada pria yang dia cintai,” sambung papi Hazel memotong perkataan sang istri.


“Kenapa harus Jimi?”


Bersambung…………………..


Tuh tidak menggantung hehehehehe, oh ya jika novel ini aku cepatkan alurnya dan kemudian


tamat, menurut kalian gimana?


Setuju apa tidak? Silakan tulis tanggapan kalian di kolom komentar ya

__ADS_1


__ADS_2