MY SUGAR BABY

MY SUGAR BABY
Tiada Tara


__ADS_3

Jimi tidak ingin sama sekali mengangkat ponselnya yang berdering, dan dia juga tidak berniat untuk mematikan poselnya. Jimi sangat tahu panggilan itu pasti dari rumah sakit, dan ini kali pertamanya selama berprofesi menjadi dokter dia mengabaikan panggilan tersebut. Tanpa alasan Jimi mengabaikan ponselnya terus berdering, karena dia yakin, dokter jaga yang menggantikannya saat ini, dianggap sudah mumpuni untuk menggantikan tugasnya di rumah sakit.


Tapi alasan yang tepat bagi Jimi adalah, tidak ingin melewatkan hal romantis dengan sang istri yang terus bergoyang diatasnya, dan itu membuat Jimi benar benar dibuatnya mabuk kepayang, tidak tahu harus mengungkapkan perasannya saat ini dengan sebuah kata kata. Hanya rasa ingin terus merasakan apa yang sedang sang istri lakukan, hingga senjata laras panjang miliknya benar benar tidak bisa untuk tidak segera menembakkan cairan cintanya di dalam rahim sang istri, yang sedang merancau tidak jelas diatas tubuhnya. Dan Jimi yang tahu jika sang istri juga akan mencapai puncak kenikmatan, kini membalik tubuh sang istri agar berpindah posisi, tentu saja dengan tubuh yang masih menyutu.


Hingga suara lenguhan dari bibir Jimi dan juga Hazel bergantin saat keduanya sudah sama sama mencapai puncak kenikmatan yang tidak bisa diucapkan dengan kata kata, apalagi percintaan kali ini menurut Jimi sangat sangat luar biasa. Dan kembali lagi, Jimi menyemburkan cairan cintanya didalam rahim sang istri.


“Kamu sungguh hebat sayang,” ucap Jimi yang sekarang langsung menciumi seluruh wajah Hazel, diakhiri dengan mengelap peluh didahi sang istri yang sedang mengontrol nafasnya yang tersenggal.


Hazel pun hanya membalas ucapan Jimi dengan seyuman manis dari bibirnya, yang sayang untuk dilewatkan, tapi Jimi tidak ingin melakukanya karena dia paham betul sang istri memerlukan oksigen untuk mengatus nafasnya.


Jimi perlahan mencabut senjata laras panjang yang sudah mulai menciut, dan itu sangat payah kata authornya, karena baru sekali dan durasinya tidak lebih dari sepuluh menit, masa sudah tumbang ha ha ha.

__ADS_1


“Sayang aku mandi dulu ya, apa kamu juga ingin ikut mandi denganku?” tanya Jimi.


“Tidak sayang, kamu saja, aku ingin beristirahat,” jawab Hazel yang kini menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya saat Jimi sudah turun dari tempat tidur, dan Hazel tidak bertanya apa pun lagi kenapa sang suami ingin cepat cepat mandi, karena dia sangat tahu pasti Jimi akan kembali ke ruamh sakit, pasalnya sampai sekarang ponselnya masih berdering.


“Maaf sayang, aku tidak bisa menemani kamu istrahat,”


“Tidak masalah, sudah cepat sana mandi, dan kembali ke rumah sakit,”


“Kamu sungguh perhatian sayang,” ujar Jimi, dan bersyukur sang istri sangat perhatian, sebelum dia mengatakan ingin kembali ke rumah sakit, Hazel sudah tahu terlebih dahulu. Dan sebelum menuju kamar mandi, Jimi kini mencium bibir sang istri yang sudah bisa bernafas dengan normal. “Jangan keluar rumah tanpa aku ya, sayang,”


“Dan terima kasih sudah membuat aku merasakan kenikmatan tiada tara,”

__ADS_1


“Nanti malam lagi ya,” ucapan Hazel yang sudah membuka matanya dan menatap kearah Jimi sambil mengukir senyum. Membuat Jimi takjub dan terkejut bukan main. Bagaimana tidak terkejut dengan ucapan Hazel yang meminta untuk bercinta lagi nanti malam, yang tidak pernah Jimi lakukan, bercinta sehari lebih dari satu kali, mengingat lagi dulu dia paling cepat melakukannya satu bulan sekali. Sungguh malang kamu Jim, Jim, kata readaers ha ha ha.


“Sayang kenapa kamu diam saja?” tanya Hazel saat Jimi hanya diam di tempatnya.


“Oh ya sayang, nanti malam kita lakukan lagi.”


“Bagus, tapi lebih dari satu kali ya?”


Mendengar ucapan Hazel membuat Jimi melotot kearah sang istri yang kembali memejamkan matanya. “Sudah Sana mandi,”


“Iya sayang,” sahut Jimi yang kini menggaruk belakang kepalanya. “Apa aku bisa, lebih dari satu kali?” tanya Jimi mematin. “Harus bisa dong, harus. Tinggal hubungi saja Simon, dan tanya padanya bagaimana menjadi lelaki tangguh diatas tempat tidur,” batin Jimi lagi, dan mengingat Simon sang sahabat yang ahli dalam bercinta.

__ADS_1


Jimi yang sudah berada didalam mobil untuk kembali ke rumah sakit, kini membuka ponsel miliknya yang tadi belum sempat dia buka. Namun, setelah membuka ponsel, Jimi tidak mendapati ada panggilan dari rumah sakit, melainkan panggilan dari orang yang sangat dia kenal. Dan setelah itu Jimi membuka pesan yang juga dikirim oleh orang tersebut, dan saat sudah membaca pesan tersebut Jimi langsung menautkan keningnya.


Bersambung………………………


__ADS_2