
“Kamu,” kata Hazel saat mendapati Ana sang sahabat sudah berdiri didepan meja dimana dia duduk, dan datang bersama dengan pria yang sangat Hazel kenal, dimana sang sahabat selalu menunjukkan foto pria tersebut padanya, hingga beberapa kali Ana menunjukkan foto intim berdua dengan pria tersebut pada Hazel.
“Hai Jimi, apa kabarmu sobat,” sapa Simon yang datang bersama dengan Ana, lalu dia menarik kursi untuk duduk bergabung dengan Jimi dan juga Hazel. Kini Simon menoleh pada Hazel. “Gadis cantik, semakin cantik saja, sepertinya suntikan yang Jimi berikan nutrisinya cocok untukmu,”
Namun, Hazel tidak merespon ucapan Simon, saat sang sahabat menarik tangannya untuk beranjak dari duduknya. “Ikut aku sebentar,” pinta Ana yang tidak mendapat penolakan dari hazel yang langsung mengikuti langkah sang sahabat.
Setelah kepergian Ana dan juga Hazel dari meja tersebut, Simon kini menyenggol lengan Jimi. “Selamat untuk pernikahan kalian Jim, tapi kamu sungguh tega, tidak mengundang aku,” ucap Simon yang belum lama mengetahui jika sang sahabat baru saja menikah, dan itupun Jimi yang memberitahunya, saat tadi dia menghubungi Simon.
“Maaf, ini permintaan istriku. Tidak ingin orang lain tahu jika kita sudah menikah, kamu tahukan dia masih sekolah,”
“Oke, oke, tapi aku penasaran dengan apa yang ingin kamu tanyakan di telpon tadi, hingga kamu ingin bicara langsung denganku?” tanya Simon saat tadi Jimi ingin menanyakan sesuatu padanya lewat sambungan ponselnya, tapi Jimi urungkan, karena dia ingin bicara langsung dengannya.
“Oh itu,” jawab Jimi yang kini langsung mendekatkan wajahnya mendekati Simon. “Aku ingin bertanya padamu, berapa lama durasi kamu saat sedang bercinta Mon?” bisik Jimi tepat ditelinga sang sahabat.
Membuat Simon langsung menoleh pada sang sahabat sambil memicingkan matanya. “Kenapa kamu bertanya seperti itu Jim, tidak biasanya, kamu ingin tahu tentang urusan ranjangku?”
“Ingin tahu saja Mon, berapa lama durasi kamu? Lima menit? Sepuluh menit? Dua puluh menit, atau berapa menit?” tanya Jimi ingin tahu.
__ADS_1
“Ya ampun kamu pikir aku enjukulasi dini, gila sekali jika aku melakukan percintaaan sesingkat itu, Jim, Jim paling cepat tuh tiga puluh menit Jim, tapi keseringan satu jam lebih. Kenapa sih kamu bertannya seperti itu, atau jangan jangan kamu enjukulasi dini?” tanya Simon penuh selidik.
“Tidak,”
“Terus kamu kuat berapa lama?”
“Sepuluh menit,”
Jawaban Jimi membuat simon langsung tertawa dengan kencang, hingga beberapa pengunjung restoran menatap kearahnya.
“Mon, kondisikan mulutmu!” seru Jimi sambil menyenggol lengan Simon yang tahu jika banyak pasang mata menatap kearah meja dimana keduanya berada, membuat Simon dengan segera menghentikan tawanya.
“Aku juga heran Mon, padahal dulu tidak secepat sekarang. Asal kamu tahu, saat aku masuk ke lubang surga milik istriku, serasa milikku dipijat dengan kuat, hingga aku tidak tahan,” Jimi tanpa malu menceritakan apa yang dialaminya.
“Aku jadi ingin mencoba,” ledek Simon saat pikiran liarnya memenuhi kepalanya hanya dengan mendengar cerita sang sahabat.
“Buang jauh tuh pikiran setan kamu, dia istriku,”
__ADS_1
“Berbagi sedikit saja, bo…” belum juga Simon meneruskan ucapannya, Jimi sudah terlebih dahulu menonyor kepalanya. “Maaf, Jim. Otak tidak warasku langsung konek jika membahas masalah itu, tapi jika aku jadi kamu tentu saja aku juga tidak sanggup bermain lama, yang ada langsung muncrat, jarang ada loh yang pijatannya sesempurna yang kamu ceritakan, hingga otakku traveling,”
“Oh, ya? Jadi wajar untukku?”
“Wajar sih Jim,”
“Tapi bagaimana caranya mendapat durasi lama, aku takut istriku tidak paus,” ucapan Jimi yang begitu bijak dan tidak egois, bagaimana pun dia selalu ingin memuaskan sang istri meskipun usianya tidak muda lagi.
“Entahlah Jim, aku tidak tahu, tapi kan semestinya kamu tahu, kan kamu dokter,”
“Tapi aku bukan dokter spesialis dibidang itu,”
“Tinggal kamu tanya sama seprofesi kamu, gampang kan,” saran Simon yang tidak pernah terpikirkan olehnya, membuat Jimi langsung menganggukkan kepalanya.
Sementara itu, Ana langsung melepas tangan Hazel saat sudah berada didalam toilet wanita. “Ada yang ingin aku bicarkan denganmu Zel,” ucap Ana.
“Apa?”
__ADS_1
Bersambung...................