
“Memang kamu menginginkan apa Zel?” tanya Jimi untuk berpura pura, meskipun Jimi tahu apa yang Hazel inginkan. Dan Jimi benar benar tidak ingin melakukan hal itu,
karena dia tidak ingin merusak gadis yang dicintainya dengan melakukan hubungan badan lagi sebelum dia benar benar sudah menceraikan Mita dan menikahi Hazel.
Namun, sebelum itu, Jimi sudah memikirkan lebih jauh bagaimana dia mengatakan kepada kedua orang tua Hazel, jika dia akan menikahi putrinya yang lebih cocok menjadi keponakannya.
Mendengar apa yang baru saja Jimi tanyakan tentu saja membuat Hazel kini melepas pelukannya dan menatap kearah Jimi dengan menunjukkan wajah murungnya.
“Om menyebalkan,” ucap kesal Hazel yang langsung meninggalkan dimana Jimi berada, lalu membuka pintu rumahnya dengan kunci cadangan yang selalu dia bawa. Dan masuk ke dalam rumah sambil membanting pintu rumahnya.
Tentu saja membuat Jimi langsung menggelengkan kepalanya dan masuk kedalam rumah untuk menyusul Hazel. “Sungguh tidak mudah menahan
goodaan ini Jim,” batin Jimi.
Hembusaan nafas kasar keluar dari bibir Jimi saat melihat Hazel yang berada tepat didepan pintu kamarnya sedang menoleh kearahnya sekilas, dan setelahnya langsung masuk
ke dalam kamarnya sambil membanting pintu.
“Dasar gadis nakal,” ucap Jimi dan melangkahkan kakinya kearah tangga untuk menuju lantai dua di mana baru saja Hazel masuk kedalam kamarnya.
Namun, Jimi yang baru saja melangkahkan kakinya kini menghentikan langkahnya. “Jim, jangan menghampirinya. Ingat, kamu tidak akan bisa mengontrol kendali jika sudah menyusulnya,” ujar Jimi pada dirinya sendiri. “Biarkan dia kesal padamu, kamu tinggal cari cara untuk meminta maaf padanya bosok,” ujarnya lagi.
__ADS_1
Dan Jimi kini membalik tubuhnya dan melangkahkan kakinya menuju kamar tamu dimana dia tidur, jika sedang menginap di rumah sahabatnya. Ketika Jimi malam ini benar benar sedang waras dan tidak ingin merusak Hazel lebih jauh lagi. Karena cintanya yang teramat besar untuk gadis yang lebih pantas menjadi keponakannya.
“Sayang, tadi kamu menyuruh aku menghubungi Hazel. Karena kamu mengajak aku menginap dirumah ibu, tapi kenapa kita malah pulang ke rumah?” tanya mami Hazel pada sang
suami, yang tadi menyuruhnya untuk menghubungi sang putri atas perintah sang suami.
Namun, saat ini sang suami malah pulang kerumahnya, tidak seperti yang dia katakan ingin menginap di rumah sang ibu.
“Maaf sayang, aku pikir pikir lagi kamu sudah lelah. Dan perjalanan ke rumah ibu lebih jauh dari pada rumah kamu, ya sudah, lebih baik kita pulang kerumah ini, agar kamu bisa cepat beristirahat,” bohong papi Hazel, karena dia memang sengaja
menyuruh sang istri untuk menghubungi Hazel, saat dia merasa curiga pada sang putri
“Sayang kamu sungguh sangat perhatian padaku,”
“Karena kamu, satu satunya wanita yang aku cintai sayang,” sambung pai Hazel yang kini langsung memeluk bahu sang istri sambil berjalan masuk kedalam rumah.
“So sweet,” ujar mami Hazel yang kini satu tangannya dia gunakan untuk memeluk pinggang sang suami.
“Sayang, lebih baik kamu periksa Hazel, dia sudah tidur apa belum,” perintah papi Hazel yang sudah tahu sang putri sudah berada di rumah, karena mobil Jimi tadi sudah terparkir di tempar parkir yang ada di rumah mewah sang istri.
“Sudah sepi sayang, mungkin Hazel sudah tidur,”
__ADS_1
“Sayang, kamu pastikan saja, meskipun putri kita sudah besar, dia juga masih butuh kasih sayang dari kita. Walaupun hanya mengucapkan selamat malam,” nasihat papi Hazel.
Padahal dia menyuruh sang istri ke kamar sang putri, hanya ingin memastikan kecurigaannya tidaklah benar.
“Baiklah sayang, kamu tidak ikut?” tanya mami Hazel pada sang suami.
“Kamu saja sayang, aku tunggu kamu di ruang keluarga,”
“Baiklah,” ujar mami Hazel sembil melepas tangannya yang masih memeluk pinggang sang suami.
Dan dia pun langsung menaiki anak tangga menuju kamar sang putri yang berada di lantai dua. Mami Hazel yang sudah di depan pintu kamar sang putri, langsung membuka pintu tersebut, yang tidak terkunci.
“Aku sedang marah pada Om, lebih baik Om Jimi keluar dari kamarku. Karena aku tidak ingin memaafkan Om yang tidak ingin memberikan apa yang aku minta,” ucap Hazel tanpa melihat kearah pintu yang baru di buka.
“Kamu minta apa pada Jimi sayang, kenapa kamu tidak minta sama mami, apa yang kamu inginkan. Mami pasti akan membelikannya untukmu,” sambung mami Hazel untuk menanggapi ucapan yang baru saja terlontar dari bibir sang putri.
Membuat Hazel yang tadi duduk di atas tempat tidur sambil membelakangi pintu, sekarang
menoleh kearah pintu di mana sang mami berada, “Mami?”
Bersambung.................
__ADS_1