MY SUGAR BABY

MY SUGAR BABY
Menusuk


__ADS_3

Hazel membuka kedua matanya saat tirai di kamarnya terbuka dan sinar matahari yang sudah meninggi menerpa tepat mengenai wajahnya.


Hazel yang memang masih merasakan kantuk yang luar biasa, kini menarik selimut untuk menutupi wajahnya.


Namun, baru juga Hazel ingin merangkai mimpi kembali, kini terusik saat selimut yang sudah menutupi wajahnya di tarik oleh seseorang.


“Bi, aku masih mengantuk dan jangan bangunkan aku, biarkan hari minggu ini aku tidur sampai sore,” ucap Hazel dengan suara parau khas bangun tidur, tentu dengan kedua matanya masih terpejam, dan satu tangannya ingin menarik selimut yang baru saja di tarik. Yang Hazel kira yang menarik selimut tersebut adalah asisten rumah tangganya, yang setiap hari membangunkannya. “Bibi!” teriak Hazel saat selimut yang ingin di raihnya kembali di tarik oleh Jimi yang semalam tidur satu ranjang dengannya.


“Apa kamu pikir om, asisten rumah tangga kamu Zel?” tanya Jimi yang kini duduk di pinggiran tempat tidur Hazel.


Tentu saja Hazel yang paham betul siapa pemilik suara tersebut, langsung membuka kedua bola matanya dengan sempurna, lalu tersenyum saat sudah menatap Jimi yang duduk di pinggiran ranjang di mana dirinya berada.


“Om Jimi,” ucap Hazel yang masih berada di tempatnya, lalu merentangkan kedua tangannya. “Peluk,” pinta Hazel.


Dan Jimi pun mengikuti apa yang baru saja Hazel katakan dengan senang hati, dan memeluk tubuh Hazel yang masih terbaring di tempatnya.


“Terima kasih Zel,” bisik Jimi tepat di telinga Hazel saat Jimi masih memeluk Hazel.

__ADS_1


Ketika Jimi mengingat lagi, apa yang semalam Hazel lalukan pada dirinya, hingga dirinya benar benar senang bukan main. Bagaimana Jimi tidak senang, jika juniornya semalam benar benar bisa menyemburkan lava, karena permainan tangan dan juga mulut Hazel, yang tidak pernah Jimi rasakan sebelumnya.


“Maaf Om, jika aku membuat Om tidak puas dengan permainanku, karena semalam pertama kalinya aku melakukannya” ujar Hazel yang baru pertama kalinya melakukan hal itu, itu pun Hazel di beri tahu oleh Aca sang sahabat yang semalam menghubunginya, dan memberi tahu apa yang Hazel lakukan pada Jimi.


Jimi kini melepas pelukannya dan menegakkan tubuhnya agar menatap lekat gadis yang semalam sudah memberikan kepuasan dengan permainannya.


“Siapa bilang Om tidak puas Zel. Om sangat puas, dengan apa yang kamu lakukan,” ujar Jimi dengan satu tangannya kini membelai wajah Hazel.


“Apa Om mau lagi?” tawar Hazel sambil tersenyum kearah Jimi yang sedang menatap kearahnya.


“Om tidak akan pernah menolak Zel. Namun sekarang sudah siang, lebih baik kamu bangun dan sarapan. Om sudah membuat sarapan untuk kamu, karena wanita yang sedang mengalami datang bulan itu harus banyak makan, agar tubuhnya tidak lemas.


“Kenapa bisa begitu Zel?”


“Karena Om belum menusuk aku,” jawab Hazel.


Tentu saja Jimi langsung tersenyum mendengar apa yang baru saja Hazel katakan, lalu mencubit hidungnya dengan gemas.

__ADS_1


“Tenang saja Zel, setelah tidak ada penghalang di antara kita. Om akan menusuk kamu hingga kamu tidak ingin berhenti,”


“Awas Jika Om bohong,”


“Tentu saja tidak, karena Om pun juga ingin menusuk kamu,” sambung Jimi yang kini mencium kening Hazel. “Lebih baik kamu bangun dan mandi, setelah itu kita sarapan bersama. Karena Om ingin pulang,”


“Pulang?” tanya Hazel yang langsung beranjak dari tidurnya.


“Iya, tadi mama menghubungi om dan menyuruh om untuk segera pulang, katanya ada hal penting yang ingin dia sampaikan,” jawab Jimi, karena Jimi yang tadi baru saja menyalakan ponsel miliknya yang di matikan sejak semalam, langsung mendapat telepon dari mama Misa.


“Aku ingin ikut Om pulang, aku tidak mau di rumah seorang diri,”


“Baiklah, sekarang kamu mandi dulu,”


“Tapi gendong,”


Bersambung………………

__ADS_1


Akhirnya Jimi tidak melakukannya dengan miss lux, kata reader tersayang🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣


__ADS_2