MY SUGAR BABY

MY SUGAR BABY
Mengikuti


__ADS_3

Hazel tidak menanggapi apa pun perkataan yang Jimi lontarkan padanya, menatap Jimi pun enggan. Meskipun Jimi yang sedang mengendarai mobil beberapa kali menarik tangan Hazel agar menoleh kearahnya.


Namun, saat ini Hazel menoleh kearah Jimi sambil menautkan keningnya. Ketika Jimi menghentikan laju mobilnya di tempat yang sangat Hazel kenal.


“Jangan menatap om seperti itu Zel, untung om tidak memberi hukuman yang berat karena hari ini kamu sudah mengabaikan om,” ujar Jimi dan satu tangannya ingin meraih dagu Hazel. Namun, langsung Hazel tampik.


“Untuk apa om ketempat ini malam malam?” tanya Hazel penasaran saat Jimi kini sudah memarkirkan mobil miliknya di tempat parkir yang ada di mall, di mana tadi Hazel dan juga Vano menghabiskan hari.


“Menurut kamu untuk apa om mengajak kamu kesini?” tanya Jimi sambil menatap Hazel yang masih menatap kearahnya.


“Dasar om gila,” ucap kesal Hazel sambil memalingkan wajahnya.


“Om gila karena kamun Zel. kamu pikir om tidak bisa melakukan apa yang pria tadi lakukan di pusat permainan yang ada di mall ini, siang tadi. Om bisa Zel, dan Om juga bisa mengajak kamu nonton bioskop seperti yang pria itu mengajak kamu,” sambung Jimi yang merasa cemburu dengan Vano.


Mendengar apa yang baru saja Jimi katakan membuat Hazel yang tadi memalingkan wajahnya kini menatap kearah Jimi kembali.

__ADS_1


“Kenapa Om tidak mengajak tante Mita saja,” celetuk Hazel yang juga masih merasa cemburu dengan Mita.


“Untuk apa om mengajak dia?” tanya Jimi yang kini menarik tangan Hazel agar mendekat karahnya. Lalu Jimi memeluk tubuh Hazel dengan paksa yang tidak ingin di peluk olehnya. “Apa kamu cemburu gadis nakal?”


“Lepaskan aku Om!” seru Hazel saambil melepas pelukan Jimi yang terus memeluknya dengan paksa. “Aku ingin pulang sekarang, jika Om tidak ingin mengantar aku. Aku bisa pulang sendiri,” ucap kesal Hazel dan ingin membuka pintu mobil. Namun, tangannya kembali ditarik oleh Jimi agar Hazel tidak jadi membuka pintu mobil.


“Katakan pada om, apa yang membuat kamu marah pada om Zel? apa hanya kerena Mita memanggil om dengan panggilan sayang?” tanya Jimi. Dan membuat Hazel kini menoleh kearah Jimi lagi dan lagi.


“Apa Om lupa. Apa yang semalam Om katakan padaku, jika Om mencintai aku. Tapi apa, tante Mita memanggil Om dengan panggilan sayang. Om hanya diam saja seolah tidak menolak panggilan tante Mita,” ucap kesal Hazal.


Dan kembali mengingat apa yang semua Jimi katakan di sambungan telpon semalam, saat Jimi mengungkapkan perasaannya lewat sambungan ponsel. Membuat Hazel begitu bahagia karena perasaan cintanya tidak bertepuk sebelah tangan, dan itu yang membuat Hazel pagi pagi mengunjungi rumah Jimi.


“Jika tidak menolak kenapa Om hanya diam saja saat tante Mita memanggil Om dengan panggilan sayang?” tanya Hazel memotong perkatan Jimi yang akan menjelaskan jika dia sudah menolak panggilan sayang dari Mita setelah kepergian Hazel.


“Sekarang apa yang kamu inginkan dari om, agar kamu percaya om hanya mencintai kamu Zel?”

__ADS_1


“Tinggalkan tante Mita,”


“Baik, demi kamu om akan meninggalkan Mita dan juga menceraikannya,” sambung Jimi yang kini memiringkan tubuhnya dan satu tangannya menarik tangan Hazel untuk mendekat.


Dan ketika Hazel sudah mendekat Jimi kini memeluk tubuh Hazel yang tidak lagi memberontak. Saat Hazel sudah luluh dengan apa yang baru saja Jimi katakan.


“Dan Om tidak ingin melihat kamu jalan dengan pria tadi. Bukan hanya pria tadi tapi juga semua pria oke,” ujar Jimi saat sudah melepas pelukannya dan beralih meraup wajah mungil Hazel dengan kedua tangannya. “Dan kamu harus mengikuti apa yang om mau, karena kamu sudah mengabaikan om sepanjang hari ini,”


“Apa itu Om?” tanya Hazel penasaran .


Dan sebelum Jimi menjawab pertanyaan Hazel, dia terlebih dahulu mencium bibir gadis yang sudah menjadi candu baginya, bukan hanya membuat candu. Tapi sudah membuatnya kehilangan akal karena mencintai anak dari sahabatnya yang pantas menjadi anaknya sendiri. “Temani om menonton bioskop, ada film terbaru yang ingin om tonton,”


“Ya ampun, aku kira Om minta apa,” sambung Hazel yang sudah berpikir Jimi akan memberikan hukuman nikmat padanya diatas ranjang yang ingin sekali Hazel rasakan kembali.


“Apa yang kamu pikirkan gadis nakal?” tanya Jimi sambil mengelus kepala Hazel.

__ADS_1


“Aku kira…” Hazel tidak jadi meneruskan ucapannya saat mendengar suara ponsel berdering.


Bersambung.................


__ADS_2