
“Sayang, ka…”
Belum juga Jimi meneruskan ucapannya Hazel sang istri langsung memeluknya dengan sangat erat, tidak peduli pada beberapa orang dan juga perawat yang melihtanya, dan Hazel pun juga tidak akan peduli jika pernikahnnya dengan Jimi diketahui publik.
“I love you, sayang,” ucap Hazel saat masih memeluk tubuh sang suami. Entah apa lagi yang harus dia katakan untuk mengungkapkan kebahagiannya saat ini, ketika Hazel mendengar pembicaraan sang suami dengan Mita didalam, dimana Hazel merasa sangat dicintai oleh Jimi, saat sang suami terus memujinya didepan orang lain.
“I love you to, sayang,” balas Jimi, kemudian mencium kening sang isrtri.
Setelah beberapa saat memeluk tubuh sang suami, kini Hazel melepas pelukannya, lalu menunjukkan senyum manis pada Jimi.
“Sayang, ini tempat umum, jangan sampai aku khilaf,”
“Ada-ada saja. Oh ya sayang, bagaimana keadaan tante Mita?” tanya Hazel yang tahu jika Mita dilarikan ke rumah sakit, karena memang Jimi langsung memberi tahu sang istri, jika Mita yang baru saja ditinggal oleh sang suami untuk selamanya, mencoba untuk mengakhiri hidupnya.
“Dia sudah membaik sayang,”
“Syukurlah,”
“Oh ya sayang, aku sudah meminta kamu untuk tidak datang ke rumah sakit, kenapa kamu malah datang? Aku kan sudah memberi tahu kamu, sebentar lagi aku pulang,”
“Aku sedang kesal, sayang.”
“Kesal? Dengan siapa? Aku? Apa salahku sayang?” tanya Jimi bertubi tubi, yang penasaran dengan ucapan sang istri.
__ADS_1
“Bukan kamu, sayang. Tapi Grandma,”
“Ada apa lagi dengannya sayang, ceritakan padaku,”
“Nanti aku akan bercerita padamu, tapi saat ini aku ingin bertemu dengan tante Mita, untuk mengucapkan bela sungkawan, aku tidak terbayang bagaimana rasanya ditinggalkan oleh orang yang sangat dicintai untuk selamanya, terlebih lagi dia sedang mengandung,”
“Jangan kamu bayangkan sayang, karena kamu tidak akan pernah merasakan hal itu. Aku suamimu ini, akan ada untukmu selamanya, membesarkan anak-anak kita bersama hingga mereka dewasa nanti,”
“Terima kasih sayang,” ujar Hazel yang kembali memeluk sang suami sekilas.
“Sayang, kok sebentar sih peluknya, yang lama dong,”
“Nanti di rumah, takut kebablasan,” sambung Hazel yang kini melangkahkan kakinya mendekati pintu ruang perawatan Mita.
“Oke, aku tunggu di ruang kerjaku ya, sayang,” Hazel pun hanya menganggukan kepalanya untuk membalas ucapan sang suami, dan dia pun langsung masuk kedalam ruang perawatan Mita untuk menjenguknya.
Setelah pulang dari rumah sakit, dan sebelum pulangke rumah. Jimi dan juga Hazel terlebih dahulu makan malam di sebuah restoran yang cukup terkenal dikalangnnya.
Jimi yang memilih duduk disamping sang istri, kini mengambil serbet mulut yang masih berada diatas meja, karena memang Hazel enggan untuk membentangkan serbet tersebut diatas pangkuannya. Kemudian Jimi menggunakannya untuk mengelap saus yang tertinggal dibibir sang istri, tentu saja membuat Hazel langsung menoleh kearahnya, dan langsung menyingkirkan tangan suami.
“Sayang, ada apa? Dibibir kamu masih ada saus, sayang,”
“Gunakan cara yang romatis lah, masa seperti itu, itu namanya tidak romantis,”
__ADS_1
“Terus yang romatis bagaiamana?” tanya Jimi.
Tanpa menjawab pertanyaan dari sang suami, Hazel kini meraih dagu Jimi agar wajahnya menghadap padanya. Dan Hazel yang melihat dibibir Jimi juga ada saus, kini mendekatkan wajahnya lalu menyapu bibir sang suami yang terdapat saus menggunakan bibirnya. Setelahnya Hazel mencium bibir sang suami, tapi saat Jimi akan membalas ciumannya, Hazel segera melepas bibirnya.
“Begitu sayang, cara yang benar,” ajar Hazel yang tahu cara itu dari film romantis yang pernah dia tonton, dan sekarang dia sudah berhasil mempraktekkannya langsung.
“Oh bagitu, oke, aku akan mengulang,” Jimi kini langsung meraih sendok yang terdapat saus, dan menempelkannya di bibir sang istri.
“Sayang, apa yang kamu lakukan?”
Namun, Jimi tidak menjawab pertanyaan Hazel. karena di sekarang melakukan apa yang sang istri tadi lakukan, tapi ciuman yang diberikan Jimi dibibir sang istri sangat intim membuat keduanya terlena, apalagi iringan musik klasik yang menggema disetiap penjuru restoran, semakin membuat mereka terbuai, dan ini kali pertama bagi keduanya mempertontonkan kemesraannya dihalayak publik.
“Romatis sekali ya,” ucapan seseorang yang sangat Hazel kenal. Membuat suasana romantis keduanya langsung pecah, dan keduanya langsung melepas tautan bibirnya, lalu menatap ke sumber suara.
Bersambung………..
Pengumunan penting untuk kalian semua pembacaku tersayangggggggggggggggg
Dikarenakan novel ini tidak akan ada GIVEAWAY.
Mulai saat ini stop, dan jangan beri gift ke novel ini. Tapi kalian bisa tabung dulu poin kalian, dan berikan nanti pada novel baru aku yang akan publish awal bulan, karena di novel itu aku akan adain lagi GIVEAWAY.
Oke, paham? Paham lah masa tidak!
__ADS_1
Yang paham pasti langsung kumpulin poin dari sekarang, karena setiap GIVEAWAY yang aku berikan tidak pernah kaleng kaleng, yang sudah pernah dapat pasti tahulah iye kan? Dikirim kaleng khong guan isi rengginang iya kan hahahahahaha kaburrrrrrrrrrrrr