
“Jimi!, Hazel!” teriak mami Hazel yang baru saja masuk kedalam ruang perawatan sang putri, dan mendapati pemandangan yang tidak patut untuk dilihat, dimana Jimi sang sahabat dan juga sang putri sedang senam bibir diatas ranjang pearawatnnya.
Tentu saja pemandangan tersebut tidaklah patut, mekipun sang sahabat sudah sangat dekat dengan sanaga putri, tapi tidak pantas dan juga sudah melawati batas jika sudah berciuman bibir.
Jimi dan juga Hazel yang mendapat teriakan dari sang mami. Keduanya langsung terkejut dan melepas tautan bibirnya, dan menoleh kearah mami Hazel.
“Mami,”
“Camel,” ucap Hazel dan juga Jimi bergantian.
Mami Hazel berajalan mendekati Jimi smabil memincingkan matanya, seolang meminta penjelasan dari sang sahabat, tentu saja diikuti oleh sang suami dari belakang.
“Jim, apa yang kamu lakukan pada putriku? Aku tahu kamu sangat menyayangi Hazel, tapi dengan kamu mencium bibirnya seperti yang aku lihat barusan, aku sungguh kecewa padamu!” ucap mami Hazel saat sudah mendekati Jimi.
“Mi, apa yang Mami bicarakan, siapa juga yang mencium bibir aku. Tadi Om jimi hanya sedang membantu membetulkan selang infus, dan tidak sengaja dia terjatuh dan bibirnya menempel dibibirku, hanya itu saja,” Hazel coba untuk mencari alasan agar sang mami tidak curiga dengan apa yang baru saja keduanya lalukan. Karena memang Hazel tidak ingin sang mami tahu, jika dia memiliki hubungan khusus dengan Jimi.
Mami Hazel hanya menoleh sekilas kearah sang putri, setelah mendengar apa yang baru saja dikatakannya. Percaya? Tentu saja dia tidak sama sekali percaya pada apa yang baru saja sang putri katakan, karena dia sudah melihat dengan mata kepalanya sendiri, sang putri dan juga sang sahabat berciuman dengan sangat intim, dan mami Hazel paham betul.
__ADS_1
Kemudian mami Hazel kembali menatap Jimi yang berada tepat dihadapnnya, yang baru saja turun dari ranjang perawatan Hazel, saat tahu sang sahabat datang keruangan tersebut.
“Jim, jelaskan padaku, apa yang sebenarnya terjadi. Antara kamu dan juga putriku!” seru mami Hazel, yang entah mengapa suaranya naik satu oktaf.
“Sayang,” sang suami yang masih berdiri dibelakangnya, kini meraih satu tangannya untuk menenangkan sang istri. Saat papi Hazel, dari awal sudah curiga dengan gelagat sang putri sambung dan juga Jimi, dan kecurigaanya kini, benar adanya, saat tadi dia juga melihat Jimi dan juga sang putri terlibat ciuman yang begitu intim.
“Kamu diam saja, dan tidak perlu ikut campur,” ucap mami Hazel.
“Tapi Hazel juga putriku, dan aku berhak tahu apa yang terjadi sebenarnya,” sambung papi Hazel, tentu saja membuat mami Hazel tidak bicara apa pun lagi dan kembali menatap Jimi dengan tatapan penuh selidik.
“Jim, katakan padaku apa yang…”
“Hubungan khusus, maksud kamu apa Jim?” tanya mami Hazel yang belum paham arah tujuan dari ucapan yang terlontar dari bibir sang sahabat.
“Apa kamu dan juga putriku menjalin kasih?” tanya papi Hazel yang langsung pada intinya, saat dia tidak ingin lagi menebak nebak apa yang terjadi.
Membuat sang istri langsung menoleh kearahnya. “Sayang, kenapa kamu bicara seperti itu. Sudah
__ADS_1
gila apa jika Jimi melakukan hal itu!” seru mami Hazel yang tidak terima mendengar apa yang baru saja sang suami katakan.
“Iya, aku sudah gila Mel, karena sudah mencintai putrimu, dan maaf aku baru memberi tahu kamu hari ini, dan dengan kejadian yang seperti ini,” sambung Jimi, yang memang harus segera memberi tahu hubungannya dengan Hazel pada maminya.
Plak!
Tamparan mendarat disalah satu pipi Jimi, yang dilayangkan oleh mami Hazel, setelah mendengar apa yang sang sahabat katakan. “Dasar. Tidak punya otak kamu Jim!” teriak mami Hazel dengan sekuat tenaga. “Dasar gila!” teriaknya lagi sambil mendorong tubuh Jimi. “Aku mempercayakan Hazel padamu, tapi apa yang kamu lalukan, kamu sungguh gila Jim!”
“Aku tidak gila Mel, ini tentang perasaan aku pada Hazel, dan kita sama sama saling mencintai,”
“Tidak, ini tidak bisa dibiarkan,”
“Tapi hubungan aku dan juga Hazel sudah sangat jauh Mel,”
“Sejauh apa pun, ini tetap tidak benar Jim!”
“Tapi kami sudah tidur dan mengahabiskan malam bersama, Mel,”
__ADS_1
“Apa!?”
Bersambung..................