MY SUGAR BABY

MY SUGAR BABY
Trip Bulan Madu


__ADS_3

Bara langsung menyunggingkan senyum sinis dari sebelah sudut bibirnya, saat dia baru saja menoleh kearah seseorang, yang baru saja menghentikannya langkahnya dengan ucapannya.


Dan Bara kembali melangkahkan kakinya dengan menarik tangan Hazel menuju mobilnya, tidak peduli dengan orang tersebut yang sangat dia kenal.


“Kak lepaskan aku!” teriak Hazel dan coba untuk melepas tangan Bara yang begitu erat menarik tangannya.


Namun, Bara tidak sama sekali berniat untuk melepas tangan Hazel.


“Bara! Berhenti!” Vano yang mengikuti langkah Bara, kini mencekal tangan Hazel, membuat Bara langsung menghentikan langkahnya dan membalik tubuhnya untuk menghadap kearah Vano.


“Jangan ikut campur Van!” seru Bara.


“Jika itu berurusan dengan Hazel, aku akan ikut campur,”


Bara tersenyum sinis sambil menggelengkan kepalanya kearah Vano. “Kamu itu bukan siapa siapa Hazel, Van!” Vano sedikit berteriak.


“Terus kamu siapa Hazel? kamu juga bukan siapa siapanya Bar,” sambung Vano, lalu dia melepas tangan Hazel yang masih dipegang oleh Bara.


“Sialan kamu Van,” kesal Bara yang kini mendekati Bara sambil mengepalkan satu tangannya berniat untuk memukulnya.


“Kak Bara. Berhenti!” seru Hazel yang kini sudah berada tepat dihadapan Vano, lalu mendorong tubuh Bara untuk menjauh. Saat dia tahu apa yang akan Bara lakukan pada Vano. “Kak kita tinggalkan saja dia,” pinta Hazel yang langsung membalik tubuhnya, dan berjalan menuju tepian jalan dimana mobil vano berada.

__ADS_1


Saat tadi Vano yang melintasi jalanan tersebut menghentikan laju mobilnya tidak jauh dari tempat Hazel berada, saat melihat Hazel ditarik oleh Bara.


“Sialan kamu Van!” kesal Bara setelah Hazel masuk kedalam mobil Vano. “Tidak kamu tidak Santos, sama saja menghalangi aku mendapatkan Hazel, dan aku tidak akan tinggal diam Van,” ujar Bara, ketika mengingat lagi, saat dia dulu yang masih bersekolah di sekokah yang sama dengan Hazel, ingin mendapatkan cintanya. Namun, terhalang oleh Santos, pria yang Hazel cintai, yang akhirnya pria itu malah menjadi papi barunya. Dan sekarang Bara merasa Vano yang akan menjadi penghalang untuk mendapatkan Hazel.


“Terima kasih Kak,” ucap Hazel saat sudah berada didalam mobil Vano yang sudah melaju meninggalkan restoran tadi.


“Sama sama Zel, tapi kenapa kamu bisa berada disana dengan Bara?” tanya Vano ingin tahu.


“Ceritanya panjang Kak,”


“Oh,” hanya itu tanggapan dari Vano yang kembali fokus dengan setir pengemudi yang ada dihadapannya. “Zel,”


“Iya Kak,”


Ucapan Vano membuat Hazel langsung menoleh kearahnya. “Aku tahu dari papi kamu Zel,” ujar Vano saat melihat Hazel masih menoleh kearahnya. “Dan maafkan papi kamu itu, kerena sudah memberi tahu aku tentang pernikahan kamu dan Om Jimi,” kata Vano, saat dia tahu pernikahan Hazel dan juga Jimi masih dirahasiakan.


Hazel langsung menghembuskan nafasnya kasar. “Cukup Kakak saja yang tahu aku sudah menikah,”


“Siap Zel,” sambung Vano. “Oh ya Zel, mau kado pernikahan apa dariku? Trip bulan madu?” tanya Vano untuk meledek Hazel.


Sebisa mungkin Vano untuk terlihat biasa saja mendengar kabar jika gadis incarannya ternyata sudah menikah, meskipun hatinya begitu sakit mendapati kenyataan itu. Tapi mau tidak mau Vano harus ikhlas dan merelakan gadis yang dicintainya bahagia dengan pilihannya, saat dia tidak ingin egois, karena cinta tidak bisa dipaksakan.

__ADS_1


“Ish, Kakak ini, kapan aku bisa bulan madu, tahu sendiri aku sedang ujian, dan nanti aku pasti disibukkan dengan universitas incaran aku,”


“Ya untuk lain waktu Zel,”


“Terima kasih Kak, Tapi sepertinya kita tidak akan pernah merasakan apa yang namanya bulan madu, tahu sendiri pekerjaan suamiku,”


“Oh sayang sekali, bulan madunya hanya diatas kasur ya Zel,” Vano coba untuk berbincang layaknya seorang sahabat.


“Kakak bisa saja,” sahut Hazel yang kini bisa tersenyum.


“Semoga kamu selalu diberi kebahagiaan ya Zel,”


“Terima kasih Kak,”


“Oh ya Zel, kita masih bisa berteman kan, meskipun kamu sudah menikah?”


“Tentu, kenapa Kakak bicara seperti itu?”


“Takutnya suami kamu melarang kamu berteman dengan pria,”


“Suami aku bukan tipe seperti itu Kak, santai saja,” ucap Hazel, tanpa mengingat, jika Jimi pernah

__ADS_1


melarangnya untuk tidak dekat dengan Vano.


Bersambung……………………..


__ADS_2