MY SUGAR BABY

MY SUGAR BABY
Dasar Pembohong!


__ADS_3

Jimi yang baru saja mengaktifkan ponselnya yang sejak semalam dia matikan, langsung menautkan


keningnnya, ketika melihat banyaknya pesan yang di kirim oleh Mita.


Namun, bukan hanya dari Mita, melainkan juga dari sang papa, yang tidak pernah sekalipun mengirim


pesan padanya, karena papa Joni selalu menelponnya. Tapi kali ini pesan yang dikirim olehnya hampir liam belas pesan.


Jimi pun segera membuka pesan yang dikirim oleh sang papa, tentu saja tetap mengabaikan pesan dari Mita. Dan saat sudah membuka isi pesan dari sang papa, Jimi dengan segera beranjak dari tempat tidurnya, kerena memang Jimi baru saja bangun dari


tidurnya, meskipun jam dikamar dimana dia berada sudah menunjukkan pukul sembilan pagi, karena Jimi semalam bergadang bersama dengan kedua orang tua Hazel.


Dan Jimi langsung membalas pesan sang papa yang menyuruhnya untuk pulang, dan memberi tahunya Jika


mama Misa baru saja pulang dari rumah sakit.


Jimi tidak ikut bergabung untuk menikmati sarapan bersama keluarga Hazel disisa akhir pekan, setelah Jimi berpamitan, dia langsung meninggalkan rumah Hazel dengan terburu buru.


Tentu saja membuat Hazel bertambah kesal dengan Jimi, karena dia tidak minta maaf.


*


*


*


Plak! Plak!

__ADS_1


Tamparan mendarat dikedua pipi Jimi yang dilayangkan oleh papa Joni, ketika baru saja dia tiba di rumahnya, dan menghampiri sang papa yang sedang duduk diruang tamu.


“Pa, ada apa ini, kenapa papa tiba tiba menampar aku?” tanya Jimi yang merasa bingung dengan sikap sang papa, karena selama ini dia tidak pernah mandapat perlakuan kasar


dari sang papa. “Apa aku memiliki salah?”


“Kamu pikir sendiri Jim!”


“Iya aku akui memang aku salah Pa, karena semalam ponsel aku matikan,” sambung Jimi yang merasa bersalah sudah mematikan ponselnya, karena selama ini dia tidak pernah sekali


pun mematikan ponselnya dengan jangka waktu yang lama.


Plak!


Papa Joni kembali menampar pipi Jimi, membuat Jimi benar benar tidak mengerti sikap sang papa untuk hari ini.


“Apa kamu benar benar tidak megetahui kesalahan kamu Jim!” teriak papa Joni. “Katakan pada papa, perempuan mana yang sudah merubah kamu, hingga kamu tidak ingat pulang


“Apa maksud papa?”


“Jim!” teriak papa Joni dan kembali ingin menapar Jimi, tapi dia urungkan ketika melihat sang istri dan juga sang menantu berjalan mendekatinya.


Dan Jimi pun juga mengikuti tatapan mata papa Joni, membuatnya langsung menghampiri sang mama.


“Ma, bagaimana. Mama sudah baikkan?” tanya Jimi yang mengetahui jika semalam sang mama dirawat di rumah sakit.


“Semalam kamu menginap dimana?” tanya mama Misa, tanpa mau menjawab pertanyaan sang putra. “Apa menginap di tempat wanitamu Jim?”

__ADS_1


“Apa yang mama katakan?”


“Jangan pura pura Jim, mama sudah tahu dari terakhir kali mama mengunjungi rumah ini. Jika kamu


memiliki wanita lain,” ujar Mama Misa yang sudah diprovokatori oleh Mita.


“Ya ampun Ma, apa yang mama tuduhkan padaku tidak benar sama sekali. Semalam aku menginap


di rumah Camel,” jelas Jimi menyebut mami Hazel sang sahabat.


“Oh jadi kamu ada main dengan janda itu?” tanya mama Misa yang belum mengtahui jika mami Hazel sudah menikah lagi.


“Ma, apa yang mama katakan. Camel baru saja menikah,” jelas Jimi.


“Bohong kamu,”


“Terserah pada mama,” sambung Jimi. Dan tatapan mata Jimi yang sedari tadi menatap kearah mama Misa, kini beralih menatap Mita yang berdiri tepat disamping mama Misa.


“Pintar sekali, kamu menghasut orang tua aku Mit,” ucap Jimi. Saat dia tahu, pasti Mita sudah menghasut kedua orang tuanya dengan membalikan fakta.


“Jim, kanapa kamu menuduh aku seperti itu. Aku hanya memberitahu mama dan juga papa, jika kamu


pergi dari kemarin pagi dan tidak ada kabar sama sekali, padahal kamu sedang libur bekerja,” jelas Mita.


“Dasar pembohong!” seru Jimi, membuat tangan Jimi langsung ditarik oleh papa Joni.


“Jaga nada bicara kamu, pada istrimu Jim,”

__ADS_1


“Dia sudah aku anggap bukan istriku lagi, Pa. Dan aku akan segera menceraikan dia,”


Bersambung……………


__ADS_2