MY SUGAR BABY

MY SUGAR BABY
Amunisi


__ADS_3

“Hazel!” bentak Jimi.


Dan membuat senyum Hazel yang tadi meledek Jimi, kini pudar sudah. Hazel yang tadi berada disamping Jimi, kini beralih posisi kehadapannya, dan langsung menatap taJam kearah Jimi yang baru saja membentaknya.


“Berani sekali Om membentak aku!” seru Hazel kesal.


Ucapan Hazel membuat Jimi kini menutup mulutnya menggunakan salah satu tangannya saat dia baru menyadari tadi dia membentak Hazel. Kemudian Jimi kini coba untuk menarik tangan Hazel yang berada tepat dihadapannya.


“Maaf Zel, om tidak bermaksud untuk membentak kamu, Om…”


“Jahat,” sambung Hazel memotong perkataan Jimi, dan dia kini menunjukkan wajah masam sambil melipat kedua tangannya. “Dan aku benci Om!” kesal Hazel. Yang tentu saja membuat Jimi bingung dengan sikap Hazel tersebut, lalu Jimi meraih tangan Hazel yang ingin pergi meninggalkannya.


“Zel, maafkan Om. Om benar benar tidak sengaja membentak kamu,”


“Masa bodoh,” Hazel kini melepas tangan Jimi dengan kasar lalu pergi meninggalkannya. Tentu saja langsung disusul oleh Jimi, yang tidak ingin gadis gadis pujaannya marah dengannya.


“Harus diberi amunisi nih bocah,”


Jimi yang sudah mengejar Hazel dan berjalan disampingnya, coba untuk memeluk pinggang Hazel, tapi tangannya segera ditepis oleh Hazel.


“Jangan sentuh aku Om!”

__ADS_1


“Jadi kamu marah beneran nih sama Om?” tanya Jimi coba untuk melunakkan hati Hazel. “Oke, oke Om akan menuruti permintaan kamu, dan om akan menyembunyikan hubungan kita,” akhirnya Jimi yang mengalah, padahal dia ingin sekali mempublikasi hubungannya dengan Hazel.


“Aku tidak peduli,” sambung Hazel yang terus melangkahkan kakinya keluar dari rumah sakit.


Tentu saja membuat Jimi hilang kesabaran dan langsung memangkat tubuh Hazel, lalu menggendong tubuhnya dipundak. Kemudian Jimi membawa Hazel ke mobil miliknya yang terparkir tidak jauh dari tempatnya berada.


“Om, lepaskan aku,” Hazel terus memberontak dan coba untuk turun dari pundak Jimi, tapi tidak  bisa saat Jimi dengan sangat erat menggedong tubuhnya.


“Sesuai perintah kamu, Om sudah melepaskan kamu,” ujar Jimi yang kini sudah medududukan Hazel di mobil tepat dibangku penumpang yang berada disisi bangku pengemudi.


Dan tanpa menunggu lama lagi Jimi kini segera menutup pintu mobil dimana Hazel duduk, dan dia segera manuju bangku pengemudi sebelum Hazel turun dari mobilnya.


Senyum terukir dari bibir Jimi saat baru masuk dan mendudukkan bokongnya di bangku pengemudi, saat dugaannya salah jika Hazel akan turun dari dalam  mobilnya, karena Hazel nyatanya sudah memposisikan duduknya dimana dia sekarang sedang duduk.


Mendengar apa yang baru saja Jimi katakan membuat Hazel kini menoleh kearahnya. “Om benar benar tidak sadar diri,” ucap Hazel sambil menggelengkan kepalanya.


“Umur Om memang sudah banyak Zel, tapi belum kakek kakek juga kali,”


“Masa bodoh,” sambung Hazel, dengan salah satu tangannya langsung memutar lagu yang berada di mobil Jimi.


“Zel,”

__ADS_1


“Om, jangan banyak bicara. Cepat lajukan mobilnya, aku ingin pulang,”


“Oke, Om juga tidak sabar untuk membicarakan pernihakan kita nanti,”


Ucapan Jimi barusan kini membuat Hazel kembali menoleh kearahnya. “Menikah?”


“Iya. Kita akan segera menikah, agar kamu hanya milik Om seorang,” jawab Jimi sambil melempar senyum kearah Hazel yang terus menatap kearahnya.


“Jangan buru buru Om,”


“Kenapa Zel. kita sudah saling mencintai. Dan Om tidak ingin terlalu jauh untuk mengepresikan hasrat Om padamu. Kalau sudah menikah kan enak, Om bisa kapan saja mengepresikan Hasrat om sama kamu, dan Om juga akan membuktikan pada kedua orang tua kamu, jika Om pria sejati yang mempunyai tanggung jawab tinggi setelah apa yang om lalukan padamu waktu itu,”


“Om, aku belum siap jika harus menikah sekarang,”


“Katanya kamu mencintai Om,”


“Iya, tapi kan tidak harus menikah dulu,”


“Om tidak kuat Zel, harus menahan gejolak didalam tubuh om yang selalu memberontak saat dekat dengan kamu, kamu tahu rasa itu sangat menyiksa, saat benda milik Om sudah berdiri tegak bagaikan tiang listrik,” tanpa malu malu Jimi mengungakapkan isi hatinya, saat dia tidak bisa mengntrol diri saat sedang dekat dengan Hazel.


“Tanpa menikah kita juga bisa melakukannya Om,”

__ADS_1


“Oh no?!”


Bersambung……………..


__ADS_2