
Melihat Hazel terus menatap kearahnya membuat Jimi dengan segera melepas paksa tangan Mita yang masih memeluk dirinya dari depan.
Jimi pun secara menyingkirkan tubuh Mita, dan berlalu pergi meninggalkannya. Ketika Jimi ingin menghampiri Hazel yang masih berdiri tidak jauh dari tempatnya berada.
Tentu saja membuat Mita langsung menautkan keningnya mendapati apa yang saja Jimi lakukan, apa lagi Jimi kini menghampiri Hazel yang sudah tidak asing lagi bagi Mita.
Mengingat lagi selama Hazel datang ke rumahnya tersebut, Jimi selalu hanya menyapanya dan tidak pernah menghampiri Hazel. Dan Hal tersebut membuat Mita kini pun mengikuti langkah Jimi untuk mendekati Hazel.
"Zel, kenapa–"
"Biarkan saja sayang, mari Zel kita sarapan bersama kebetulan tante sudah menyiapkan sarapan. Tante tahu mami kamu pasti sedang sibuk dengan papi baru kamu," sambung Mita memotong ucapan dari Jimi, ketika Mita sudah menghampiri Jimi dan juga Hazel.
Dan Mita kini menarik tangan Hazel dan membawanya ke arah ruang makan. Namun, sekarang Hazel menghentikan langkahnya membuat Mita pun ikut menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah Hazel.
"Ada aja Zel, kenapa berhenti. Tante tahu kamu belum sarapan iya kan?"
__ADS_1
"Sayang?" tanya Hazel balik tanpa menjawab pertanyaan yang baru saja Mita lontarkan untuknya. Karena Hazel ingin memastikan apa yang baru saja dirinya dengar dari bibir Mita yang memanggil Jimi dengan panggilan sayang. "Kenapa Tante Mita memanggil Om Jimi dengan sebutan sayang?"
"Kenapa memangnya Zel? Tidak salah kan. Tante memanggil suami tante dengan sebutan sayang," jawab Mita yang sekarang menoleh ke arah Jimi sambil melempar senyum manis.
Tentu saja Hazel yang sedari tadi menatap ke arah Mita, kini mengalihkan pandangannya untuk menetapkan ke arah Jimi sambil menautkan keningnya, seakan meminta penjelasan dari Jimi yang kebetulan juga sedang menatap kearahnya, mengingat lagi selama ini Hazel tidak pernah mendengar Mita memanggil Jimi dengan sebutan sayang.
"Sudahlah, jangan di bahas lagi kamu masih kecil belum tahu apa apa tentang kehidupan orang dewasa yang sudah menikah, iya kan sayang," ujar Mita yang kini menarik tangan Jimi dan juga Hazel bersamaan menggunakan keduanya tangannya dan menuju ke ruang makan.
Hazel yang di tarik tangannya oleh Mita terus menatap Jimi yang juga sedang menatap ke arahnya, dari belakang punggung Mita.
"Zel, jangan berpikir macam macam, om bisa menjelaskan semua ini," Jimi berkata tanpa mengeluarkan suara, agar Mita tidak mengetahui.
"Ada apa Zel?" tanya Mita yang kini juga menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Hazel.
Namun, tidak mendapat jawaban dari Hazel yang kini berjalan menuju pintu rumah mewah tersebut tanpa mengatakan apa pun lagi, saat Hazel merasakan cemburu karena Mita memanggil Jimi dengan panggilan sayang, dan Jimi tidak menolak panggilan Mita.
__ADS_1
"Sayang ada apa dengan anak itu?" tanya Mita pada Jimi yang masih berdiri di sampingnya, saat Jimi juga menghentikan langkahnya saat Hazel menghentikan langkahnya.
"Mit, jangan panggil aku dengan panggilan sayang. Kamu paham!" seru Jimi yang tidak menyukai panggilan Mita.
"Kenapa Jim, kamu dulu sangat menginginkan aku memanggil kamu dengan panggilan sayang, seperti kamu memanggil aku, dan sekarang aku sudah memanggil kamu dengan panggilan sayang, kenapa kamu terlihat kesal?"
"Karena itu dulu, bukan sekarang Mit. Kamu paham!" tegas Jimi yang kini langsung meninggalkan Mita untuk menyusul Hazel.
Tentu saja membuat Mita bingung dengan sikap Jimi. Namun, kebingungan tersebut kini di gantikan dengan senyuman.
"Apa Jimi tidak menyukai aku memanggilnya sayang karena sudah pasaran. Baiklah jika begitu, aku akan mencari panggilan kesayangan lain untuk Jimi. Mungkin suamiku, cintaku. Ah apa lagi ya, aku harus berpikir keras sepertinya untuk mencari panggilan kesayangan untuk Jimi," ucap Mita dan terus mengukir senyum. Dan melangkahkan kakinya menuju meja makan, tidak menyadari jika jimi sedang mengejar Hazel.
Jimi segera menaiki mobil miliknya, saat kebetulan kunci mobil nya dia kantongi di kantong celana yang di kenakan nya untuk mengejar Hazel yang baru saja mengendari mobilnya, keluar dari halaman rumah Jimi.
Tak lupa Jimi juga menghubungi Hazel dengan ponsel miliknya. Namun, saat sudah berhasil menghubungi Hazel, sambungan teleponnya langsung di matikan oleh Hazel.
__ADS_1
"Gadis nakal," ucap Jimi yang kini fokus untuk mengejar mobil Hazel, saat Jimi yakin Hazel marah padanya.
Bersambung........................