
“Kok tidak boleh, sayang. Aku akan bergoyang loh,”
Mendengar ucapan bergoyang dari sang istri membuat Jimi langsung melotot kearahnya. “Tidak, aku bilang tidak ya tidak. Karena aku tidak akan membiarkan kamu pergi, paham!”
Sejenak Hazel berpikir mendengar apa yang baru saja Jimi katakan, saat dia mengatakan kata pergi, dan itu membuat Hazel binging bukan main, dan terus mencerna kata kata tersebut. “Pergi?” tanya Hazel yang tidak bisa berfikir dengan apa yang diucapkan oleh sang suami.
“Iya, kamu pasti akan pergi dengan kedua sahabat kamu itu ke klub malam kan, dan borjoget tidak jesal disana. Dan aku tidak akan pernah mengijinkan kamu pergi!” tegas Jimi yang salah paham dengan ucapkan Hazel.
Hazel langsung tertawa dengan sangat geli mendengar apa yang baru saja Jimi katakan.
“Jangan tertawa,”
“Kamu lucu sayang,” sambung Hazel disela sela tawanya.
“Sayang, aku bukan badut. Tentu saja aku tidak lucu. Cukup, hentikan tawamu itu!”
“Oke,” Hazel pun langsung menghentikan tawanya, dan saat sudah menghentikannya, dia kini mendekati Jimi lalu melingkarkan kedua tangannya di belakang lehernya.
“Jangan menggoda aku, sampai kapan pun, aku tidak akan membiarkan kamu bergoyang goyang tidak jelas di klub malam,”
“Siapa juga yang mau pergi ke klub malam,”
__ADS_1
“Terus tadi kamu bilang bergoyang,”
“Iya bergoyang, tapi diatas tubuh kamu,” ucap Hazel sambil mengedipkan sebelah matanya kearah Jimi.
Dan Jimi baru mengerti arti kata bergoyang yang sang istri katakan, meskipun dia tidak pernah merasakannya, tapi dia pernah melihat adegan itu di film dewasa yang ditontonnya.
Apa Jimi belum merasakannya? Ya tentu saja belum, kasuhan ya ha ha ha, meskipun dia sudah lama menikah dengan mantan istrinya, dia tidak pernah merasakan berbagai macam gaya dalam bercinta, meskipun dia ingin, agar tidak monoton saat melakukannya, tapi apalah daya, mantan istrinya dulu sangat susah untuk diajak bercinta, dan saat melakukannya hanya pasrah tanpa menikmati permainan yang dilakukannya.
“Kenapa diam sayang, ayo,” kini Hazel yang sudah melepas tangannya dari belakang leher sang suami, kini menarik tangannya menuju tempat tidur. “Dan kamu sayang, kamu kan sudah berpengalaman, sekarang ajarkan aku bergoyang yang benar,”
“Sayang, tapi aku belum pernah merasakan itu,”
“Tidak mungkin,” ujar hazel yang tidak percaya jika sang suami tidak pernah melakukannya.
“Iya sayang aku belum pernah merasakan itu meskipun aku sudah pernah menikah,” tutur Jimi. Membuat Hazel tahu, jika pernikahan yang pernah dijalani sang suami adalah pernikahan yang tidak sehat.
“Tidak apa apa sayang, kita sama sama belum pernah merasakannya, dan untuk bercinta itu otodidak juga bisa,”
“Maaf,”
“Untuk apa?” tanya Hazel penasaran.
__ADS_1
“Karena aku sudah salah paham dengan kamu, dan aku juga tidak tahu berbagai macam cara untuk bercinta,”
“Tak masalah lupakan itu semua,”
“Terima kasih sayang,” Jimi pun langsung memeluk Hazel dan memberikan ciuman bertubi tubi di seluruh wajahnya. “Bagaimana jika kita menonton film dewasa dulu, untuk mengetahui bermacam macam adegan dalam bercinta,” tawar Jimi, yang benar benar buta dengan hal semacam itu.
“Tidak perlu sayang, aku sudah belajar dengan kedua sahabat aku, dan sekarang tinggal mempraktekannya, ayo,” ajak Hazel dengan tangan kini sudah mulai membuka kancing kemeja yang sang suami kenakan, tak lupa bibirnya menciumi bibir Jimi, yang langsung mendapat balasan dari pemilik bibir.
Hingga ciuman yang biasa saja menjadi ciuman yang panas dan menuntun mereka untuk melakukan hal lebih, dan tidak teras senjata laras panjang Jimi mulai bangun dibawah sana.
Dan Hazel yang sudah tidak sabar untuk mempraktekkan pelajaran yang kedua sahabatnya berikan, kini menarik tangan sang suami dan menjatuhkannya diatas tempat tidur, lalu dia melucuti seragam yang masih melekat ditubuhnya hingga tidak tersisa sedikitpun kain yang menempel ditubuh indahnya.
Membuat Jimi langsung menelan ludahnya sendiri melihat keindahan tubuh sang istri yang terpampang nyata di depan mata, dan dia pun langsung berinisiatip ingin melepas celana yang dikenakannya yang belum terjamah oleh tangan sang istri, dan tangan yang ingin melepas celananya ditahan oleh Hazel.
“Aku saja sayang,” Hazel pun langsung melepaskan celana yang masih menempel di pinggang sang suami. Dan saat Hazel sudah melepas celana tersebut hingga bagian celana bagaian dalamnya, satu tangannya langsung memegang senjata laras panjang milik sang suami yang sudah berdiri tegak dibawah sana.
Namun, baru saja dia ingin bermain dengan laras panjang milik sang suami, tatapannya kini beralih pada meja nakas dimana ponsel Jimi berdering.
Bersambung……………..
Di episode ini hanya mau bilang POOR JIMI yang baru merasakan gaya batu WKWKWKWK
__ADS_1