
Vano yang sudah berada di dalam mobil yang melaju dengan kecepatan sedang di jalanan ibu kota yang terpantau lenggang, mengingat lagi hari ini adalah akhir pekan. Sesekali menatap Hazel yang sedang duduk di kursi penumpang tepat di sisi kirinya, sambil mengukir senyum kebahagiaan.
Bagaimana Vano tidak bahagia, ketika dia di telepon oleh Hazel yang mengajaknya untuk pergi ke pusat permainan yang ada di sebuah mall. Dan ini untuk pertama kalinya Vano bisa jalan bersama dengan Hazel, gadis yang akhir akhir ini menjadi tujuannya. Apalagi Vano sudah mendapat lampu hijau dari kedua orang tua Hazel untuk mendekatinya.
“Kak, ada apa senyum senyum sendiri?” tanya Hazel yang kebetulan melihat Vano sedang tersenyum kearahnya sekilas.
“Tidak ada apa apa. Aku hanya merasa bahagia bisa jalan berdua dengan kamu,” jawab Vano sambil terus fokus mengendarai mobilnya.
“Oh,” hanya itu tanggapan Hazel.
Mengingat lagi, Hazel menghubungi Vano dan mengajaknya pergi. Karena ingin melupakan sejenak kekesalannya pada Jimi.
“Sebelumnya terima kasih Zel,”
“Untuk apa?” tanya Hazel tanpa menoleh kearah Vano.
“Aku kira kamu hanya mau makan malam denganku malam nanti, tapi ternyata kamu juga mau ke pusat permainan dan juga menonton bioskop,” jawab Vano.
Mengingat lagi, jika nanti malam dirinya yang sudah jauh jauh hari mengajak Hazel makan malam, akhirnya tidak mendapat penolakan lagi dari gadis yang sedang duduk disampingnya sambil mengotak atik ponsel.
__ADS_1
“Oh,” dan kembali lagi, Hazel hanya menanggapi ucapan Vano dengan ucapan Oh. Saat Hazel mau di ajak oleh Vano makan malam karena usul dari papi tirinya.
“Kamu mau ke mall mana?” tanya Vano.
“Terserah,”
“Baiklah, kita ke mall yang baru buka. Aku dengar di sana banyak sekali tempat permainan yang menarik,”
“Oke,” sambung Hazel, dan dia langsung menggerutu kesal. Ketika ponselnya sudah di hidupkan kembali, Jimi terus menghubunginya.
“Kenapa Zel. angkat saja, siapa tahu penting,” usul Vano yang mendapati Hazel terus menggerutu saat ponselnya terus saja berdering.
“Tidak penting Kak. Sepertinya sales sabun mandi,” sambung Hazel asal. Tentu saja Vano hanya menanggapi ucapan Hazel dengan menautkan keningnya tanpa bertanya apa pun lagi, saat mobil yang di Kendari nya sudah tiba di mall tujuannya.
Dan setelah menonton bioskop kini Hazel dan juga Vano makan malam di sebuah kafe yang letaknya tidak terlalu jauh dari mall tempatnya seharian menghabiskan hari.
Senyum terus terukir dari kedua sudut bibir Vano, ketika kedua bola matanya tertuju kearah Hazel yang duduk tepat di hadapannya, yang sedang menikmati makan malam.
“Zel, apa aku boleh berbicara padamu,”
__ADS_1
“Katakan saja kak,” sambung Hazel yang kini berhenti sejenak menikmati makan malamnya. Saat beberapa pesan baru saja masuk ke dalam ponselnya.
[Gadis nakal. Om dari pagi sudah menghubungi kamu, tapi apa. Kamu mengabaikan panggilan Om. Om tahu kamu ada di mana dan dengan siapa seharian, karena om mengawasi kamu dari pagi. Sekarang keluarlah dari kafe, mobil om tepat berada di depan Kafe. Jika kamu tidak mau keluar, om akan masuk dan menjemput kamu paksa. Bukan hanya itu saja, tapi om juga akan memberi tahu pada pria yang sedang duduk di depan kamu, tentang hubungan kita]
Pesan yang baru saja Hazel baca di ponselnya, dan pesan itu di kirim oleh Jimi. Yang ternyata selama seharian dia membuntuti Hazel.
“Ya Tuhan,” keluh Hazel yang kini beranjak dari duduknya setelah memasukkan ponselnya ke dalam tas. Dan Hazel tidak menanggapi apa yang baru saja Vano katakan. Saat Vano baru saja mengungkapkan perasaannya. “Maaf Kak, aku harus pulang,”
“Zel mau ke mana?” tanya Vano yang kini menahan tangan Hazel yang akan pergi meninggalkannya.
“Aku ada urusan mendadak, dan maaf aku pergi dulu,”
“Biar aku an…”
“Tidak usah Kak, Aca dan juga Ana sudah menungguku di depan,” bohong Hazel memotong perkataan Vano lalu pergi meninggalkannya. Saat dia ingin segera menemui Jimi, takut Jimi masuk ke dalam kafe seperti ancamannya di pesan yang dia kirim.
Jimi yang memang sudah menunggu di dalam mobil, tepat di depan kafe di mana Hazel berada langsung mengukir senyum, ketika melihat Hazel yang baru keluar dari kafe kini menghampiri mobilnya.
“Dasar menyebalkan,” kesal Hazel saat baru saja masuk ke dalam mobil Jimi, sambil menatap kearah Jimi yang sedang tersenyum menatapnya.
__ADS_1
“Oh gadis nakal. Lihat hukuman apa yang akan om berikan padamu,”
Bersambung……………