MY SUGAR BABY

MY SUGAR BABY
Sabun


__ADS_3

“Jim, kamu sama saja dengan Mita. Berarti selama ini kamu?” tanya mama Misa yang masih terbaring diatas ranjang perawatan saat mendengar apa yang baru saja sang putra katakan.


“Tentu saja berbeda Ma, Mita berselingkuh dibelakang aku sudah lebih dari satu tahun, sedangkan aku belum lama Ma, itu juga aku melakukannya karena tidak tahan dengan sikap Mita,” jelas Jimi.


Tentu saja membuat mama Misa dan juga papa Joni langsung menatap kearah Jimi.


“Kamu tahu yang kamu lakukan juga salah Jim?” tanya papa Joni.


“Iya aku tahu Pa. Tapi aku pria normal, mana tahan untuk tidak menyentuh wanita selama itu, apa aku harus memuaskan diri dengan sabun. Tidak Pa, itu membuat harkat dan martabat aku sebagai pria sejati terjun bebas kedalam jurang,” ujar Jimi, penuh kepalsuan, pasalnya dulu sebelum menghabiskan malam dengan Hazel dia sudah terbiasa memuaskan diri menggunakan sabun, saat Mita tidak mau melayaninya diatas ranjang.


“Siapa wanita itu Jim, dan sejauh mana hubungan kamu dengannya?” tanya papa Joni ingin tahu.


“Apa kalian sudah sering melakukan hubungan badan?” tanya mama Misa yang juga penasaran.


“Hanya sekali Ma,” jawab Jimi dengan jujur. “Itupun aku melakukannya dalam situasi yang cukup rumit. Dan aku ingin menikahi dia,” jelasnya lagi.


“Siapa wanita itu?”

__ADS_1


“Hazel pa,”


“Hazel? Apa Hazel anak Camel sahabat kamu itu? Tentu bukan kan?” tanya mama Misa,


“Tentu saja bukan Ma, mana mungkin anak kita melakukan hal seperti itu pada Hazel anak Camel yang lebih cocok menjadi anaknya,” sambung papa Joni. “Sudahlah Jim, jangan bahas tentang wanita kamu itu dulu. Sekarang lebih baik kamu fokus pada sidang perceraian kamu dan Mita,”


“Pa, apa aku salah mencintai gadis yang usianya lebih muda dengan jarak usia yang cukup jauh dari usiaku?” tanya Jimi dan kembali membuat mama Misa dan juga papa Joni menoleh kearah sang putra.


“Tidak ada yang salah Jim, hanya saja tidak pantas saja kamu menikah dengan seorang gadis yang usianya jauh lebih muda dari kamu, dan papa tidak setuju,” jawab papa Joni sambil memincingkan matanya menatap sang putra. “Apa Hazel yang kamu maksud itu anak dari Camel?” tanya papa Joni penuh selidik.


*


*


*


*"Iya, Jim, ada apa?*”tanya mami Hazel dari balik sambungan ponselnya. Saat jimi yang sudah mendatangi rumah sang sahabat tidak mendapati pemilik rumah, dan hanya mendapati asisten rumah tangganya.

__ADS_1


“Mel, apa Hazel bersama dengan kamu?”


“Tidak, dia tadi dirumah saat aku pergi,” jawabnya lagi masih dibalik sambungan ponsel. “Mungkin ada dirumah Jim,”


“Tidak ada, aku sedang berada di rumahmu,”


“Memangnya ada apa kamu mencari putriku?” tanya mami Hazel dari balik sambungan ponselnya, karena penasaran kenapa sang sahabat menanyakan sang putri.


“Aku ingin mengajak Hazel ke bandara menjemput keponakanku, kamu tahu kan mereka bersahabat sudah lama,” bohong Jimi. “Mel coba hubungi Hazel, dimana dia, biar aku jemput, soalnya aku sudah menghubungi ponselnya tapi tidak diangkat”


“Oke Jim, aku hubungi Hazel, dan nanti aku telepon kamu,” ucap mami Hazel dari balik sambungan ponselnya.


Jimi yang sudah lama menunggu telepon dari mami Hazel di dalam mobil miliknya yang masih berada di halaman rumah sang sahabat, kini memukul setir pengemudi saat sang sahabat sudah memberi tahu dimana keberadaan Hazel.


“Kurang ajar!” ucap Jimi kesal, saat tahu Hazel pergi bersama dengan Vano. “Akan aku buat kamu hamil, dasar gadis nakal,” ucapnya lagi yang langsung menginjak pedal gas, tahu kemana Jimi harus pergi sekarang.


Bersambung…………………………….

__ADS_1


__ADS_2