
Dua minggu berlalu, setelah Jimi resmi bercerai dengan Mita. dia dan juga Hazel akhirnya melangsungkan pernikahan meskipun dengan tertutup, dan tidak ada orang yang tahu selain keluarga Hazel dan juga keluarga Jimi, sesuai dengan permintaan Hazel. Meskipun pernikahan itu tidak direstui oleh kedua orang tua Jimi dan
juga grandma Hazel.
Namun, Jimi sudah tidak sabar untuk menikahi Hazel sang gadis pujaannya, ketika Hazel akhirnya mau dinikahinya setelah sang mami membuat pilihan yang sulit untuknya. Tentang kedua orang tuanya yang belum menerima pernikahannya, Jimi yakin, mama Misa dan juga papa Joni suatu saat nanti pasti akan merestui pernikahan tersebut.
Jimi menatap Hazel yang baru saja menyandang status sebagai istrinya, lalu dia mendekati wajahnya dan memberikan ciuman singkat dibibirnya. “Sekarang kita pulang,” ajak Jimi saat dia masih berada di rumah Hazel.
“Tidak bisa, Hazel akan tetap tinggal di rumah ini,” sahut mami Asha yang mendengar ajakan Jimi pada sang cucu, ketika dia sedang duduk disalah satu sofa yang berada diruang tamu.
“Mi, sekarang dia sudah menjadi istri Jimi, dan biarkan dia membawa Hazel, pulang ke rumahnya,” sambung mami Camel yang juga berada diruang tamu.
Membuat mami Asha langsung menoleh kearahnya. “Mel, putrimu masih butuh kasih sayang darimu, kamu ini seorang ibu, tapi tidak peka dengan hal sepele seperti itu,”
“Karena aku ibunya, dan aku sangat tahu yang putriku inginkan saat ini bukanlah kasih sayang dariku, Mi. tapi kasih sayang dari suaminya, dan aku sangat yakin Jimi akan selalu memberikan kasih sayang yang sangat besar untuk Hazel. Jadi mami tenang saja,”
“Kamu benar benar ya Mel!" Kesal mami Asha yang kini beranjak dari duduknya lalu meninggalkan ruang tamu, dan itu membuat mami Camel hanya menggelengkan kepalanya sambil mengukir senyum, menatap kepergian sang mami dari ruang tamu.
__ADS_1
Dan mami Camel, yang sedari tadi duduk disalah satu sofa, kini beranjak dari duduknya dan mendekati sang putri dan juga Jimi yang sedang berdiri bersebelahan.
“Pulanglah ke rumah suamimu, sayang,” ujar mami Camel, saat sudah mendekati sang putri.
“Mami yakin?” tanya Hazel memastikan perintah sang mami.
“Tentu saja yakin, karena mulai saat ini hanya Jimi yang berhak atas dirimu sayang, dan mami sebagai orang tua akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu. Dan jika kamu ingin tinggal dan menginap dirumah ini, itu akan membuat mami sangat senang, karena bagaimanapun juga, rumah ini adalah rumahmu. Tapi ingat, seijin dari suami kamu,” nasihat mami Camel yang entah mengapa sekarang begitu bijak dalam bertutur kata. Meskipun dalam hatinya begitu berat melepas putrinya tinggal bersama dengan suaminya.
“Mami,” ucap Hazel yang kini memeluk erat sang mami.
“Sayang sudah, perut mami tertekan,” mendengar apa yang baru saja sang mami katakan, membuat Hazel langsung melepas pelukannya, tidak ingin menyakiti adik adiknya yang masih berada didalam perut sang mami.
“Tidak apa sayang,” ucap mami Camel sambil tersenyum dan membelai pipi sang putri.
“Mel, kamu tenang saja. Aku akan selalu mengijinkan Hazel, saat dia ingin menginap disini. Dan kamu juga jangan pernah kuatir, karena aku akan selalu menjaga dan menyayangi Hazel hingga maut yang akan memisahkan kita,” sambung Jimi memotong percakan Hazel dan juga mami Camel.
“Mel, Mel. Aku sekarang mertuamu Jim, tidak sopan,” kesal mami camel sambil menoleh kearah Jimi. “Awas saja jika kamu tidak memperlakukan putriku dengan baik, aku akan mengambilnya darimu,”
__ADS_1
“Tenang saja Mami Camel, aku menantumu yang tampan dan rupawan ini, tidak akan menyia nyiakan anakmu ini,” sambung Jimi yang kini menarik pinggang Hazel, lalu memeluknya.
“Jim, kok aneh sekali kamu memanggil aku mami ya,”
“Kan aku mengikuti perintah kamu Mami,”
“Ish, sudahlah. Panggil aku seperti biasa saja,” pinta mami Camel yang merasa aneh jika Jimi sang
sahabat yang sekarang sudah menjadi menantunya, memanggilnya dengan sebutan mami.
“Sesuai keinginkan kamu lah. Oh ya Mel, aku pulang dulu ya,”
“Kenapa buru buru?”
“Biasa, pengantin baru, kamu tahu apa yang biasanya dilakukan kan?”
“Ish ka…” mami Camel tidak jadi meneruskan ucapannya saat dia sekarang mengaduh kesakitan sambil memegangi perutnya.
__ADS_1
“Mi, ada apa?” tanya Hazel yang kini melepas tangan Jimi yang masih memeluk pinggangnya, lalu mendekati sang mami.
Bersambung………………….