MY SUGAR BABY

MY SUGAR BABY
Resepsi Pernikahan


__ADS_3

Jika trimester awal kehamilannya Hazel tidak ingin dekat dengan Jimi sang suami, berbeda dengan trimester kedua, saat kandungan Hazel sekarang sudah memasuki bulan kelima. Dan saat ini Hazel bagaikan perangko kerena selalu ingin dekat dengan sang suami.


Membuat Jimi memutuskan untuk cuti dari pekerjaannya demi sang istri yang selalu ingin dekat dengannya, toh, meskipun cuti, Jimi masih mendapakan penghasilan, mengingat lagi rumah sakit dimana dirinya bekerja sekarang adalah miliknya, bukan hanya dari rumah sakit Jimi mendapatkan penghasilan, tapi juga dari beberapa perusahaan milik orang tuanya yang ada di luar negeri, yang di pegang oleh saudaranya, dimana Jimi memiliki saham yang lumayan besar.


Bukan hanya itu saja sih, Jimi memutuskan untuk mengambil cuti, karena Jimi ingin menemani sang istri melewati kehamilannya waktu demi waktu, yang menurutnya sangat berharga, dan sayang untuk dilewatkan.


“Sayang, bangunlah, ini sudah pagi,” Jimi yang belum lama membuka matanya tepat jam dinding menunjukan pukul enam pagi. Kini mengusap kepala sang istri yang masih terlelap dalam pelukannya.


Tidak mendapat respon dari sang istri membuat Jimi kini menciumi wajah Hazel yang masih terlelap, dan hanya membuatnya menggeliat. Dan Jimi pun langsung mengulas senyum, menatap wajah sang istri yang berada didalam dekapannya, dimana dia tidak ada rasa bosan selalu di tempel oleh sang istri bagaikan perangko.


Dan Jimi yang tidak tega mebangunkan sang istri kembali, kini memasukan satu tangannya ke dalam selimut, lalu mengusap perut sang istri yang sudah mulai membesar, dimana sang istri belum mengenakan pakaian sehelai benang pun, begitu pun dengan Jimi, mengingat lagi setelah keduanya melakukan aktivitas panas diatas ranjang semalam, keduanya langsung tertidur pulas didalam selimut yang sama.


Setelah puas mengelus perut sang istri dan berbicara kata kata mutiara untuk calon bayinya, kini Jimi melepas dekapan sang istri dan menidurkannya di bantal.


Kebas, itu yang Jimi rasakan disalah satu lengannya saat sudah menidurkan Hazel, bagaimana tidak kebas karena semalaman lengan tersebut menjadi bantal sang istri.


Bukan hanya malam ini, tapi juga malam malam sebelumnya. “Mati suri lama lama ini tangan,” ucap Jimi sambil tersenyum menatap sang istri. Kecupan dia berikan di bibir sang istri, sebelum  dia turun dari atas tempat tidur.

__ADS_1


Dan baru saja menuruni tempat tidur satu tangan Jimi kini ditahan oleh sang istri. “Sayang, jangan pergi, aku tidak  ingin sendiri, tetaplah disini,” pinta Hazel dengan suara khas bangun tidur, dengan kedua matanya yang belum terbuka sempurna.


Dan selalu itu yang Hazel katakan jika Jimi akan meninggalkannya, membuat Jimi kini membalik tubuhnya, lalu mentap sang istri sambil mengukir senyum manis.


“Oke, sayang,” Jimi pun kini kembali naik keatas tempat tidur. “Apa semalam masih kurang, apa anak kita ini menginginkan nutrisi lagi?” tanya Jimi yang kini mengelus perut sang istri.


“Modus, jangan lakukan aku lelah, sayang,”


“Sesuai permintaan kamu, sayang. Apa kamu tidak ingin bangun?”


“Yang mana?” tanya Jimi yang langsung memijat kaki Hazel.


“Iya benar disitu, sayang,” jawab Hazel, membuat Jimi langsung memijat sang istri yang rutin di lakukan saat sang istri merasa pegal karena kehamilannya.


“Sayang, yuk kita mandi,” ajak Jimi saat sudah selesai memijat sang istri. “Kamu tidak lupa kan, jika hari ini kita akan menemui desainer untuk fitting baju yang akan kita kenakan nanti di acara resepsi pernikahan kita?” tanya Jimi mengingatkan sang istri.


Ketika keduanya sepakat untuk mengadakan acara resepsi pernikahan sebelum Hazel melahirkan, dan acara resepsi yang akan digelar persiapannya sudah sembilan puluh lima persen, mengingat lagi acara tersebut akan diadakan awal bulan, saat usia kandungan Hazel sudah memasuki enam bulan.

__ADS_1


Hazel langsung merentangkan tangannya setelah mendengar perkataan sang suami. “Gendong,”


“Dengan senang hati,” Jimi langsung mengangkat tubuh sang istri menuju kamar mandi, hal rutin yang selalu keduanya lakukan dipagi hari selama Jimi cuti dari pekerjaanya.


*


*


*


“Hari ini sungguh melelahkan sayang,” ucap Hazel setelah selesai fitting baju untuk resepsi pernikahannya.


“Dan sekarang, kamu istirahat,” sambung Jimi yang kini membuka pintu mobil dan mempersilakan sang istri masuk kedalam. “Katakan kamu mau pergi ke mana? Dengan senang hati suamimu ini akan mengantar,” tanya Jimi saat sudah masuk ke dalam mobil.


“Aku mau…” Hazel tidak jadi meneruskan ucapannya saat mengingat sesuatu.


Bersmabung…………………

__ADS_1


__ADS_2