MY SUGAR BABY

MY SUGAR BABY
Melahirkan


__ADS_3

Tepat pukul sebelas malam Jimi dan juga Hazel tiba di rumah, setelah Hazel mendampingi sang mami melakukan persalinan, saat tadi siang mami Camel yang mengeluh salkit perut, ternyata ingin melahirkan. Dan dia melahirkan dengan selamat dan tidak ada kendala. Dengan dua putra dan satu putri lahir melalui persalinan normal.


Dan ini pertama kalinya bagi Hazel, tahu bagaimana seorang ibu melahirkan, dari mulai pembukaan sampai melahirkan. Dan ini pengalaman yang luar biasa bagi Hazel.


Hazel menjatuhkan tubuhnya diatas tempat tidur yang ada di rumah Jimi, dimana tempat tidur tersebut sudah disulap mejadi kamar pengantin yang sudah dipenuhi dengan taburan bunga, dan kamar tersebut adalah kamar yang akan mereka tempati.


“Ya ampun. Ternyata tidak mudah untuk melahirkan,” ucap Hazel saat mengingat sang mami yang dengan susah payah melahirkan, apalagi melahirkan bayi kembar tiga.


“Itu sudah kodrat sebagai perempuan, sayang,” sambung Jimi, yang kini duduk dipinggiran tempat tidur tepat disisi Hazel yang sedang merebahkan tubuhnya, dengan gaun pengantin yang masih melekat ditubuhnya, saat dia tadi tidak sempat untuk melepas gaun pengantin saat mengantar sang mami ke rumnah sakit.


“Om, sepertinya aku takut untuk melahirkan,” ucapan Hazel, sontak membuat Jimi langsung menoleh kearah sang istri.


“Kok, kamu masih panggil Om, sayang? Kan kamu sudah berjanji tidak akan memanggil Om lagi,”


“Iya maaf, sayang,” kini Hazel beranjak dari tepat tidur dan duduk bersebelahan dengan Jimi.


Membuat Jimi kini meraih tangan Hazel. “Sayang untuk apa kamu takut melahirkan?”


“Tentu saja takutlah, karena aku yakin rasa sakit selama proses melahirkan sungguh luar biasa,”

__ADS_1


“Tapi rasa sakit itu akan hilang dan diganti dengan kebahagian, saat melihat bayi yang baru dilahirkan, seperti mami kamu tadi, dia sangat bahagia setelah melihat bayi bayinya lahir,”


“Tapi, aku rasa. Aku tidak ingin melahirkan, sayang,”


“Kenapa kamu bicara seperti itu sayang, kamu tahu banyak perempuan di luar sana yang sangat menginginkan untuk mengandung dan juga melahirkan, karena mereka menyakini, mereka akan mejadi perempuan seutuhnya saat sudah melahirkan, entah itu dengan cara melahirkan normal, ataupun cessar. Tapi sayangnya meraka tidak bisa, karena berbagi factor. Jadi bersyukurlah untuk para wanita wanita yang bisa melahirkan,” nasihat Jimi, agar Hazel mengubah pikirannya.


“Oh iya?” tanya Hazel yang baru saja menyimak apa yang baru saja Jimi katakan.


“Iya sayang. Dan sekarang jangan pernah berpikir untuk tidak ingin melahirkan. Kamu paham?”


“Iya, tapi aku belum siap,”


Hazel hanya menganggukkan kepalanya untuk menginyakan apa yang Jimi katakan, dan dia pun kini beranjak dari duduknya.


“Sayang, mau ke mana?” tanya Jimi ingin tahu, tak lupa satu tangannya menahan tangan Hazel.


“Mandi,”


“Ini sudah malam sayang, nanti kamu sakit, besok saja mandinya,”

__ADS_1


“Tidak akan, kalau tidak mandi, aku tidak bisa tidur, lagian mandinya juga pakai air hangat, bukan dengan air es,” celetuk Hazel yang kini melepas tangan Jimi yang masih memegangi tangannya, dan Jimi pun langsung beranjak dari duduknya.


“Oke kita mandi bersama,”


Sontak, ucapan Jimi membuat Hazel langsung melotot kearahnya. “Tidak mau, aku mau mandi sendiri, nanti kamu malah berbuat yang tidak tidak,”


“Ya tidak masalah, kan sekarang aku sudah menjadi suamimu, sayang,”


“Tapi aku belum siap hamil,”


“Bisa sayang, melakukan itu tanpa membuat hamil,” ujar Jimi yang kini menarik tangan Hazel menuju kamar mandi yang ada di dalam kamar tersebut.


Bersambung……………


Akhirnya tiba juga pemersatu readers semua cihuyyyyyyyyyyyy hahahahaha


Silakan tulis dikolom komentar, adegannya mau di skip atau lanjut wkwkwkwkwk.


Tapi keputusan tetap ada ditangan aku ye……… KABOOORRRRRRRRRRR

__ADS_1


__ADS_2