MY SUGAR BABY

MY SUGAR BABY
Mode Pasrah


__ADS_3

Setelah menyelesaikan ujian hari ini, Hazel enggan untuk pulang dan dia kembali ke kantin, mengingat lagi Jimi tadi sudah mengirim pesan dan tidak bisa menjemputnya karena pekerjaanya tidak bisa ditinggalkan, bukan hanya itu yang membuat Hazel enggan untuk pulang, karena dia tahu pasti sang grandma sudah menjemputnya didepan, karena tadi mami Asha menghubungi Hazel, dan dia yang akan menjemputnya pulang sekolah.


Ana dan juga= Aca pun mengikuti sahabatnya tersebut menuju kantin. “Zel, kenapa kita ke kantin lagi sih, lebih baik kita pergi ke kafe baru yang sedang ramai itu,” ujar Ana.


“Iya Zel, tumbenan sekali kamu ke kantin saat sudah pulang sekolah,” sambung  Aca.


“Diam kalian, jika kalian ingin pulang, pulang saja dulu, aku akan tetap berada disini,” sewot Hazel yang langsung menjatuhkan bokongnya diatas sofa saat dia sudah berada di kantin.


“Eh nanti dulu, aku tahu kamu enggan pulang, karena Om Jimi kamu tidak  bisa mengservis kamu kan?” tanya Ana yang kini sudah duduk disebelah Hazel, pasalnya saat jam istirahat tadi, setelah Hazel menerima sambungan ponselnya, mereka tidak lagi membahas apa yang sedang mereka pahas, pasalnya Hazel setelah mematikan ponselnya langsung meninggalkan kantin, padahal makanan yang di pesanannya belum juga sampai.


“Aku rasa iya deh An, lihat saja wajah Hazel dari tadi ditekuk,” sambung Aca untuk membenarkan ucapan Ana.


“Diam kalian,” ujar Hazel yang langsung menidurkan kepalanya diatas meja yang berada didepannya. “Aku hanya ingin tidur,”


“Ya sudah kita pulang, kamu bisa tidur dengan nyenyak di rumahku, dan setelah itu, aku akan mengajari kamu caranya bercinta, dengan berbagai macam posisi, agar Om Jimi kamu tidak bosan dan mencari sugar baby lain selain kamu,” ajak Aca. Karena dia belum tahu Hazel dan juga Jimi sudah menikah, karena memang Hazel merahasiakan pernilkahannya dari kedua sahabatnya tersebut. “Aku yakin kamu hanya bisa mode pasrah dibawah dia kan?”


Namun tidak mendapat tanggapan dari Hazel yang masih berada dalam posisinya. “Ih Zel, kenapa dengan kamu ini sih?” tanya Aca lagi saat sang sahabat tidak sama sekali merespon perkataannya.


“Aku meles bertemu dengan grandma, yang aku yakin dia sudah menunggu aku di depan,”

__ADS_1


“ya ampun, hanya karena grandma kamu, kamu enggan pulang? Yang benar saja, bukannya kamu begitu dekat dengan grandma kamu?”


“Itu dulu, tapi tidak dengan sekarang,” sahut Hazel.


“Apa ada yang kamu rahasiakan dari kita Zel? Hingga kita tidak tahu apa yang membuat bubungan kamu dan juga grandma kamu renggang?” tanya Ana penasaran.


“Tidak Ada,” jawab Hazel singkat. “Jika kalian ingin pulang, pulang saja dulu,”


“Yakin kamu tidak ingin pulang bersama kita?” tanya Ana.


“Ti…”


Setelah melihat sang grandma sekilas, kini Hazel kembali menidurkan kepalanya diatas meja, membuat mami Asha kini menyuruh Ana dan juga Aca untuk menjauh dari Hazel, dan dia pun langsung duduk didekat sang cucu dan mendekatkan wajahnya ditelinga Hazel.


“Jika kamu tidak mau mengikuti grandma hari ini, grandma akan memberi tahu semua orang yang ada disekolah ini, jika kamu dan…” belum juga mami Asha selesai berbisik ditelinganya, Hazel dengan segera menegakkan kepalanya dan menoleh kearah grandma, setelah mendengar ancaman darinya.


Dan mami Asha mengancam seperti itu, karena dia ingin mangajak sang cucu makan siang.


“Aku akan ikut Grandma,” ucap Hazel yang sudah beranjak dari duduknya, membuat mami Asha langsung tersenyum senang.

__ADS_1


“Anak baik,” Mami Asha yang sudah berdiri kini menarik tangan sang cucu untuk meninggalkan kantin, dan meninggalkan kedua sahabatnya yang sedang saling pandang.


“Ca, sepertinya memang ada yang disembunyikan Hazel dari kita,”


“Aku rasa juga begitu, tidak mungkin bukan hubungan Hazel dan juga Grandmanya jadi renggang jika bukan ada sesuatu,” ujar Aca untuk menimpali ucapan Ana. “Dan kita harus mencari tahu,”


“Betul,”


*


*


*


Kurang lebih satu jam perjalanan, mami Asha dan juga Hazel kini tiba di sebuah restoran, dan dengan enggan Hazel mengikuti mami Asha, membuatnya langsung menggandeng tangan sang cucu.


“Kita sudah sampai,” ucap mami Asha yang sudah mendekati sebuah meja, dimana dimeja tersebut ada wanita paruh baya dan seorang pria yang sedang duduk dikursi meja tersebut, dan Hazel tahu persis siapa pria tersebut, membuatnya langsung menoleh ke arah sang grandma.


“Grandma,” ujar Hazel sambil mengerutkan dahinya, seakan meminta penjelasan dari mami Asha yang membawanya ke meja dimana dia sangat mengenal pria yang sedang duduk dikursi, dengan tatapan terus tertuju kearah Hazel.

__ADS_1


Bersambung……………..


__ADS_2