Nafsu Sang Dewa

Nafsu Sang Dewa
Bab 68


__ADS_3

Sesuai dengan janji Dewa, Nana saat ini sedang bersiap-siap berangkat menuju pantai. Ia lalu melihat pakaian yang melekat ditubuhnya untuk memastikan apakah ia sudah terlihat cantik atau tidak.


"Bagaimana penampilan ku hari ini? Apakah aku sudah benar-benar terlihat cantik?".


"Kamu sudah selesai?" Dewa tiba-tiba muncul dibelakangnya membuat ia langsung bertanya kepada Dewa apakah ia sudah terlihat cantik. "Mmmm, aku rasa itu sudah cukup".


"Benarkah Dewa?" Nana tersenyum riang sambil menari-nari di hadapan Dewa yang di anggukkan beberapa kali olehnya. "Terima kasih Dewa. Karna aku sudah selesai, ayo kita berangkat sekarang".


"Ayo" secara bersamaan kedua orang itu keluar dari dalam kamar dan tidak lupa membawa satu pasang pakaian cadangan di dalam tas ransel yang Nana sandang di pundaknya.


Namun saat keduanya tiba di lantai bawah, Siska malah tiba-tiba muncul dihadapan mereka dengan senyuman mengejek ia terbitkan di wajah cantiknya membuat Dewa dan Nana terpaksa berhenti.


"Wah, sepertinya kalian berdua hari ini akan tampak sibuk dengan barang bawaan itu?".


"Ada apa kamu kemari?" tanya Dewa.


"Tentu saja menemui mu Dewa" jawab Siska dengan senyuman itu lagi. "Emang aku tidak bisa lagi kemari Dewa? Ck, semenjak menikah kamu jadi bersikap kasar kepada ku".


"Kami berdua ingin pergi, sebaiknya kamu pulang saja jika tidak ada hal penting yang ingin kamu bicarakan dengan ku".


"Kalian berdua mau pergi kemana?".


"Kamu tidak perlu tau".


"Wah, jawaban mu begitu sangat ketus sekali Dewa membuat aku merasa sedih" Siska menunjukkan wajah muram. "Kamu yakin tidak ingin memberitahu ku kemana kalian akan pergi?".


Dewa tidak menjawabnya, ia malah menarik pergelangan tangan Nana pergi dari hadapan Siska yang sedang meledek keduanya.


"Yah, kalian mau pergi kemana? Kamu yakin tidak mau mengajak ku Dewa?" Siska tidak hanya diam berdiri saja disana, ia juga mengikuti keduanya dari belakang sampai di depan mobil sport Dewa. "Dewa, kamu yakin tidak mau mengajak ku pergi bersama dengan mu? Kamu tega Dewa membiarkan aku sendiri? Dulu kamu...


"Hentikan" jawab Dewa menutup pintu setelah Nana masuk ke dalamnya. "Sebaiknya kamu pulang saja".


"Tidak Dewa, jangan pergi tinggalkan aku".

__ADS_1


Dewa melihat tangan kirinya ditahan oleh Siska dengan sangat erat, "Apa yang kamu lakukan?".


"Aku mohon jangan tinggalkan aku Dewa, aku tidak bisa hidup tanpa kamu dan orang yang aku miliki sekarang ini hanya kamu Dewa. Aku mohon jangan tinggalkan aku" Dewa lalu merasakan air mata Siska meneteskan di tangannya. "Jangan pergi Dewa, bawa aku bersama dengan mu".


Dewa menarik nafas dalam, kemudian melepaskan tangan Siska.


"Pulang dari sana kita bicara, aku harus pergi".


Tidak lama setelah mobil sport Dewa menghilang di ujung gerbang, Siska kembali tersenyum menyeringai dengan raut wajah mematikan.


"Sampai kapan pun aku tidak akan pernah membiarkan wanita itu mengantikan posisi ku di dalam hati mu Dewa. Lihat saja, aku akan melakukan cara untuk menyingkirkan dia, meskipun bukan sekarang waktu yang tepat".


Kemudian Nana melirik Dewa yang sedang menyetir membuat Dewa langsung bertanya ada apa Nana melihatnya seperti itu.


"Bukan apa-apa Dewa, aku pikir kamu akan membawanya pergi bersama dengan kita atau kita berdua tidak jadi pergi".


"Kamu mengkhawatirkan itu?".


"Mmmmm, dia terlihat begitu sangat mencintai mu dan belum bisa merelakan mu. Apa mungkin karna dia cinta pertama mu?".


"Lalu bagaimana dengan mu? Apakah kamu benar-benar sudah melupakan dia?".


Dewa tidak menjawab dan Nana langsung bisa menebak kalau pertanyaan itu adalah pertanyaan yang paling susah untuk di jawab olehnya.


"Tidak apa-apa, kamu tidak usah menjawabnya".


Hingga kini mereka telah tiba di pantai, Nana lalu turun duluan dari dalam mobil membiarkan Dewa yang masih berada di dalam sana. Kemudian Nana sedikit berjalan kearah bibir pantai meninggalkan Dewa melihat ombak pantai yang begitu sangat indah membuat ia ingin rasanya menaruh harapan.


"Ya Tuhan, aku ingin bahagia bersama dengan Dewa tanpa ada hambatan. Tolong wujudkan permintaan ku Tuhan, tolong biarkan aku hidup bersama dengan Dewa sampai tua nanti".


Tidak lama setelah itu Dewa menyusul dari belakang, ia melihat Nana tanpa begitu sangat menikmati suasana tersebut.


"Dewa, rasanya aku jadi ingin mandi" ucap Nana tertawa memainkan air laut.

__ADS_1


"Kamu bisa berenang?".


"Mmmm, aku bisa berenang tapi tidak sehebat mereka".


"Kalau begitu kamu tidak usah mandi. Nanti kamu bisa hanyut".


"Kan ada kamu Dewa yang akan menolong ku. Ayolah mmmm please".


"Tidak, jangan memaksakan diri".


Lalu Nana melihat wisatawan yang lain sedang bermain jetski membuat ia juga tertarik ingin bermain dengan benda tersebut.


"Kalau begitu ayo kita memainkan itu Dewa, aku ingin naik jetski" Nana terlihat lebih bersemangat saat ia menunjuk kearah benda itu yang pada akhirnya dituruti oleh Dewa. "Hehehehe.. Terima kasih Dewa, aku sangat suka menaiki benda ini karna dulu ayah ku selalu mengajak ku bermain".


"Tapi aku bukan ayah mu".


"Mulai sekarang kamu akan menjadi pengganti ayah ku Dewa dan kamu akan menjadi pelindung ku".


"Aku tidak akan selalu bisa menjadi pelindung mu".


"Aku tau itu, ayah ku juga tidak menjadi pelindung ku setiap saat. Kamu lihat saja sekarang ini, dengan sangat tega dia malah pergi meninggalkan aku bersama dengan ibu dan saudara laki-laki ku. Mereka jahat, mereka bertiga sangat jahat kepada ku".


Dewa melihat kedua mata Nana berkaca-kaca, "Kalau kamu menangis aku tidak akan mengajak mu bermain ini".


"Maafkan aku, mengingat mereka membuat ku jadi ingin menangis" ia segera menghapus air matanya dan langsung naik diatas jetski tersebut yang sudah Dewa naiki duluan. "Ayo".


"Kamu sudah siap? Jangan lupa peluk aku dengan erat".


"Mmmm, aku sudah memeluk mu dengan sangat erat".


Dewa lalu menjalankan jetski tersebut dan Nana langsung berteriak histeris merasa sangat bahagia akhirnya ia bisa bermain seperti ini lagi meskipun tidak bersama dengan ayahnya, yang penting ia saat ini bersama dengan orang yang ia cintai yaitu Dewa sang pujaan hati.


"Aarrkkhhh.. Aku sangat bahagia sekali Dewa hhuuuuuu... Aku sangat bahagia sekali hahahhaha.. Ayah, ibu, kakak, lihatlah aku bermain ini lagi bersama dengan pria yang sudah menjadi suami ku hahahhaha.. Aku sangat senang sekali. Apakah kalian juga melihat kami dari atas sana?".

__ADS_1


Kemudian Dewa menghentikannya secara tiba-tiba, Nana lalu bertanya ada apa, tetapi Dewa tidak menjawabnya langsung dan malah memutar tubuhnya menghadap Nana membuat Nana bertanya-tanya ada apa dengan Dewa.


"Ada apa Dewa? Kenapa kamu tiba-tiba berhenti?".


__ADS_2