
Thomas lalu membawa Dela keluar dari dalam rumah Dewa, kemudian mengantarnya pulang ke apartemen. Dan sesampainya mereka di depan hotel, Dela menghapus air matanya yang masih mengalir membuat Thomas lagi-lagi menarik nafas panjang.
"Jadi kamu benar-benar hamil?" tanya Thomas kembali untuk memastikan kalau Dela hamil. "Maaf jika pertanyaan ini melukai perasaan mu, saya hanya ingin tau yang sebenarnya".
"Tidak apa-apa, tapi kenapa kalian tidak bisa percaya kalau aku sedang mengandung benihnya Dewa? Aku tidak seperti wanita yang kalian pikirkan, aku hanya pernah bersetubuh dengan Dewa, tidak dengan pria lain".
Lagi-lagi Thomas menarik nafas panjang, "Ya sudah, kalau begitu kamu masuk saja dan tolong jaga kesehatan mu dan juga calon bayi mu".
"Mmmmm" Dela kemudian keluar dari dalam mobil dan langsung masuk ke dalam hotel tanpa melihat Thomas yang masih berada di dalam mobilnya. Tidak lama setelah itu, Thomas menjalankan mobilnya hingga sekarang ia tiba dirumah.
"Kamu kenapa Thomas? Kenapa kamu terlihat sangat lelah sekali?" Eva melihat sang suami yang baru saja tiba.
"Hhhmmss... Kepala ku sangat pusing sekali, tolong berikan aku pelukan".
Eva pun langsung memeluk tubuhnya, "Kamu baik-baik saja?".
"Aku baik-baik saja, hanya saja... Hanya saja ada sesuatu yang membuat kepala sangat pusing".
"Apa itu Thomas? Ayo katakan kepada ku" Eva melepaskan pelukannya melihat Thomas kembali dengan raut wajah penasaran. "Apa sesuatu terjadi?".
"Mmmm, Dela hamil dan orang yang membuatnya seperti ini Dewa".
"Apa?" kedua mata Eva membulat mendengar kalau saat ini Dela hamil dan orang yang melakukannya adalah Dewa. "Thomas, apa aku tidak salah mendengarnya kamu menyebut nama Dewa?".
"Tidak, ayah dari bayi itu adalah Dewa".
"OMG! Kamu benar-benar serius Thomas? Kamu benar-benar mengatakan yang sebenarnya? La-lalu bagaimana dengan Nana? Bagaimana kalau dia sampai tau...
"Dia juga sudah mengetahui ini".
"Astaga ya Tuhan! Bagaimana bisa ini terjadi dengan Nana? Mereka baru saja menikah tapi Nana sudah mendapatkan kabar buruk seperti ini. Terus apa yang Nana lakukan Thomas dan juga Dewa?".
"Dewa telah menerima kalau bayi itu anaknya, tapi ia berkata kepada Dela kalau ia tidak bisa menikahinya tetapi akan bertanggung jawab dengan bayi mereka".
__ADS_1
"Ya Tuhan, terus Dela tau kalau mereka sudah menikah?".
"Mmmm, Dewa sendiri yang memberitahunya".
"Dan permintaan Dela apa lagi setelah mengetahui Dewa menjawab kalau ia sudah menikah?".
"Dia bersikeras tidak apa-apa menjadi yang kedua".
"Terus, Nana terima?".
"Tidak dan Dewa juga tidak mau".
"Ya ampun, kenapa harus jadi seperti ini sih disaat Dewa mulai mendapatkan kebahagiaannya kembali?".
"Aku juga tidak tau harus bagaimana lagi? Posisi Dewa saat ini benar-benar sedang terjebak".
.
"Aku mohon berhentilah, sudah berapa kali aku katakan kepada mu kalau aku tidak akan pernah meninggalkan mu dan menikahinya? Ayo lihat aku, tatap kedua mata ku" Dewa mencengkram kedua bahu Nana. "Tatap kedua mata ini dengan jelas dan dengarkan kata-kata ku. Aku berjanji kalau aku tidak akan menikahi Dela apapun yang terjadi, kamu mengerti?".
"Ta-tapi aku sangat takut Dewa, aku sangat takut kalau sampai kamu pergi meninggalkan aku".
"Aku sudah berjanji kalau aku tidak akan meninggalkan mu".
"Benarkah kalau kamu tidak akan pernah meninggalkan aku Dewa? Aku sangat mencintaimu".
"Mmmm, aku berjanji" jawab Dewa dengan sangat yakin. "Sekarang hapus air mata mu dan berhentilah menangis. Aku tidak suka melihat wanita cantik menangis di hadapan ku".
Nana kemudian menerbitkan senyuman tipis di hadapannya, "Tapi kamu benar-benar harus janji ya Dewa kalau kamu tidak akan pernah meninggalkan ku dan memilih menikahi mbak Dela".
"Iya aku berjanji. Tapi maukah kamu merawat bayi itu nanti jika Dela tidak menginginkannya? Sebagai ayah aku harus bertanggung jawab dengan apa yang sudah aku lakukan dengan ibunya".
"Aku mau Dewa, aku mau merawat bayi itu dan menganggapnya sebagai anak ku sendiri".
__ADS_1
Dewa tersenyum senang, "Terima kasih sudah mengerti. Sekarang kamu mandi, aku ada pekerjaan sebentar".
"Pekerjaan apa Dewa, kenapa kita tidak mandi sama saja? Aku ingin kamu yang membersihkan tubuh ku".
"Lain kali saja".
Dewa lalu keluar dari dalam kamar memasuki ruangan kerjanya yang berada di sebelah kamar mereka. Kemudian ia mendudukkan diri diatas kursi kebesarannya dan langsung mengeluarkan surat yang tadi ia terima dari Dela.
"Budin, pesan apa yang ingin dia sampaikan kepada ku?" dengan rasa penasaran Dewa langsung membacanya dan membuat ia seketika tertawa setelah mengetahui isi dari dalam surat tersebut.
"Tuan Dewa yang terhormat, saya sebagai ayah dari putri saya Lily merasa sangat kecewa terhadap anda. Bagaimana bisa anda mempermalukan putri saya seperti ini? Selama ini saya sudah banyak membantu perusahaan anda, tapi apa balasannya? Anda malah tega membuat putri saya menderita. Maaf jika saya terlalu ikut campur mengenai hubungan putri saya, tapi sebagai orang tua saya harus membuat tindakan agar anda tidak semena-mena dengan putri saya. Mulai hari ini saya akan angkat kaki dari perusahaan dan meninggalkan perusahaan sampai selama-lamanya".
Lagi-lagi Dewa tertawa sembari meremas kertas tersebut dengan sangat marah.
"Baiklah jika itu yang kamu mau, aku tidak akan memaksa mu untuk bertahan di perusahaan ini. Dan kita lihat saja nanti, apa yang akan putri mu lakukan jika aku sedikit bermain dengan restoran barunya yang ada di Indonesia hahahhaha".
Tok.. Tok...
"Dewa, kamu sedang apa di dalam sana? Aku sudah selesai mandi. Kamu juga harus mandi" ujar Nana mengetuk dari luar pintu.
Lalu Dewa membuang surat tersebut di dalam tong sampah dan langsung membuka pintu ruangan kerjanya melihat Nana mengenakan pakaian seksi yang membuat ia menaikkan sebelah alisnya.
"Pakai apa ini? Kenapa kamu memakainya? Kamu bisa masuk angin".
Nana tidak perduli, yang ada di dalam pikirannya saat ini ia tidak boleh kehilangan Dewa dan akan melakukan segala cara untuk mempertahankan pernikahannya meskipun dengan cara hal konyol.
"Kenapa? Kamu tidak suka Dewa?".
Ia tertawa kecil, "Bukan apa-apa, tapi kamu bisa masuk angin, dan jika kamu jatuh sakit, siapa lagi yang akan mengurus ku?".
"Aku tidak akan jatuh sakit hanya karna aku memakai pakaian seperti ini. Sekarang ayo mandi, aku sudah lapar".
Lagi-lagi Dewa tertawa mencoba menutupi tubuh Nana yang begitu sangat terbuka, "Aku tidak mau jika pria lain melihat tubuh mu, jadi sebaiknya kamu ganti saja pakaian mu ini".
__ADS_1