
Keduanya lalu masuk ke dalam rumah dengan senyum kebahagiaan. Namun ketika mereka berada di dalam, Nana melihat Dela juga berada di dalam sana dan ia pun langsung melepaskan genggaman tangan Dewa membuat Dewa bertanya sedang apa dia disana.
"Kamu bisa tinggalkan kami berdua?" tanya Dela melihat Nana dengan serius.
"Mmmmm" jawab Nana.
Setelah ia pergi, Dela melihat Dewa kembali sembari menyuruhnya duduk diatas sofa. Kemudian mengeluarkan sebuah surat dari dalam tas dan memberikan di hadapan Dewa.
"Ini apa?".
"Aku tidak tau ini apa, aku hanya menerima surat ini saja dan sepertinya surat ini sangat berharga sekali".
Dewa kemudian membukanya dan melihat surat tersebut berasal dari luar negeri yang tak lain adalah ayahnya Lily.
"Ada apa Dewa?".
"Bukan apa-apa" Dewa melipat kertas itu kembali membuat Dela bertanya kenapa ia tidak membaca isi dari dalam surat tersebut dan malah memasukkan ke dalam sampulnya. "Ini bukanlah surat penting, kamu boleh pergi".
"Kamu tidak mau menawarkan minuman untuk ku Dewa?" Dela terlihat kecewa. "Sejak kamu mengenal Nana, kamu terlihat begitu sangat berubah Dewa. Sampai-sampai aku tidak mengingat Dewa yang dulu pernah dekat dengan ku lagi".
"Hari ini aku sangat lelah sekali, aku ingin istirahat".
"Benarkah? Baiklah kalau begitu, aku akan pergi. Tapi sebelum aku pergi, ada satu hal yang ingin aku katakan kepada mu" Dewa melihatnya. "Aku hamil Dewa, aku hamil anak kamu".
Duuuaarrrr...
Bagaikan disambar petir Nana membulatkan kedua matanya ketika ia membawa minuman segar untuknya. Kemudian Dela melihatnya, ia melihat ekspresi wajah Nana yang begitu sangat terkejut mendengar kalau ia sekarang ini sedang hamil anaknya Dewa.
"Aku mau kamu tanggung jawab dengan bayi ini Dewa".
Sedangkan Dewa yang mendengar hal tersebut, ia sama sekali tidak terkejut ataupun marah atau pun yang lainnya. Yang ia lakukan sekarang ini hanyalah tersenyum sambil tertawa kecil.
__ADS_1
"Kamu hamil? Kamu hamil anak ku?".
"Benar, aku tengah mengandung anak darah daging mu sendiri Dewa. Kalau kamu tidak percaya, kamu bisa lihat ini" Dela mengeluarkan sebuah tespeek dari dalam tas dan juga sebuah foto hasil dari USG kemarin. "Dokter mengatakan kalau aku sedang hamil dan usia kandungan aku sekarang ini memasuki usia 13 Minggu".
"Tidak! Tidak! Kamu tidak mungkin hamil" tanpa sengaja, Nana pun menjatuhkan minuman tersebut diatas lantai dengan kedua tangan bergetar mendengar kalau Dela saat ini benar-benar sedang hamil anaknya Dewa dan usia kandungannya sudah memasuki 13 minggu.
"Apa yang tidak mungkin?" Dela melihatnya. "Aku dan Dewa sudah sering melakukan hubungan layaknya sepasang suami istri. Sekarang kenapa kamu mengatakan kalau aku tidak mungkin hamil?".
"Tidak! Aku tidak percaya kalau kamu sedang hamil. Aku tidak bisa mempercayai ini semua" dengan mata berkaca-kaca Nana bertanya kepada Dewa kalau apa yang baru saja ia dengar dan lihat semua itu tidaklah benar. "Ayo katakan yang sebenarnya Dewa, ini semua pasti bohongnya dia kan? Dia tidak mungkin mengandung anak kamu, iyakan Dewa".
Tetapi Dewa tidak menjawabnya, ia hanya diam saja sambil melihat foto hasil dari USG Dela kemarin. Lalu ia berkata, "Sekarang katakan apa mau mu?".
"Apa?" kaget Nana. "Maksud kamu apa Dewa?".
"Aku mau kamu bertanggung jawab Dewa, aku tidak mau bayi ini lahir tanpa sosok seorang ayah".
"Maksud mu, aku menikahi mu?".
"Tidak! Kamu tidak boleh menikahi dia Dewa, kamu tidak boleh menikahi dia" air mata Nana semakin berderai dan tidak bisa menerima jika nantinya Dewa akan menikahi Dela.
Kemudian Dewa mengangguk mengerti melihat Dela dengan senyum tipis, "Tapi, apakah kamu yakin kalau bayi yang sedang kamu kandung itu adalah bayi ku".
Deng!
"Kenapa kamu berkata seperti itu Dewa? Aku tidak pernah bersetubuh dengan pria manapun selain kamu. Kenapa kamu tega mengatakan itu kepada ku?".
"Bukan apa-apa, aku hanya ingin memastikan kalau bayi itu benar-benar anak ku atau tidak. Tapi jika kamu berkata kalau kamu tidak pernah bersetubuh dengan pria mana pun, maka aku akan menerima bayi itu dengan senang hati. Tapi maaf, aku tidak bisa menikahi mu".
"Apa? Ke-kenapa kamu tidak bisa menikahi ku Dewa? Aku ini sedang mengandung anak kita dan anak ini butuh seorang ayah yang selalu dekat dengan mu. Dia butuh dukungan dari mu Dewa".
"Sekali lagi aku katakan maaf" jawab Dewa menarik pergelangan tangan Nana duduk disebelahnya. "Aku sudah menikah dengan dia dan kamu tidak usah khawatir dengan bayi itu, dia akan memiliki kasih sayang sepenuhnya dari Nana".
__ADS_1
Dela mengeleng kepala, ia sama sekali tidak percaya dengan apa yang baru saja Dewa katakan, ia yakin kalau Dewa hanya pura-pura saja ajar ia tidak menikah dengannya.
"Kalau kamu tidak percaya, kamu bisa melihat foto pernikahan kami sewaktu di Prancis".
"Tidak mungkin Dewa! Kamu tidak mungkin menikahi dia. Kamu pasti berbohong kan Dewa? Kamu pasti berbohong kepada ku".
"Tidak, aku mengatakan yang sebenarnya. Aku dan Nana sudah menikah, jadi ketika bayi itu lahir, kamu bisa memberinya kepada kami".
"Tidak Dewa, aku tidak mau memberikan hasil dari cinta ku kepada wanita ini. Itu tidak akan pernah terjadi, kamu harus menikahi ku Dewa dan mari membesarkan bayi ini bersama-sama sampai hari tua nanti".
"Tapi aku tidak bisa melakukannya".
Dela lalu menangis, ia menangis sambil memohon agar Dewa bersedia menerimanya dan menikahinya layaknya seperti wanita lain di luar sana.
"Aku sudah katakan kalau aku tidak bisa menikahi mu".
"Tidak Dewa hiks.. hiks.. Mau bagaimana pun kamu harus menikahi ku. Aku tidak mau nantinya bayi ku memiliki ibu tiri seperti dia, aku mohon Dewa hiks.. hiks.. Tolong kasihani aku dan juga bayi kita".
Hingga tiba-tiba Thomas bertanya dari belakang mereka tanpa sadar, "Ada apa ini?".
"Thomas?" Nana melihatnya dengan air mata yang masih mengalir dari kedua pipinya. "Thomas".
"Ada apa?" kemudian Thomas bertanya kepada Dewa. "Ada apa? Kenapa mereka berdua menangis seperti ini?" namun bukannya Dewa menjawab, ia malah menarik nafas panjang membuat Thomas semakin merasa heran ada apa dengan mereka yang sebenarnya tanpa sengaja kedua arah pandangan matanya melihat sebuah gambar dan alat cek kehamilan diatas meja membuat ia langsung bertanya. "Milik siapa ini? Dewa?".
"Dela sedang hamil, dan dia saat ini sedang mengandung anak ku".
"Apa?" kaget Thomas langsung melihat Dela yang semakin mengeluarkan air matanya. "Kamu hamil? Kamu hamil anaknya Dewa?".
"Mmmm" angguk Dela. "Aku sedang mengandung bayinya Dewa dan saat ini usia kandungan ku 13 minggu".
__ADS_1