
"Mmmm, aku baik-baik saja. Aku hanya merindukan mu" Dewa tertawa sambil menundukkan kepala.
"Tapi kenapa wajah mu terlihat pucat Dewa? Aku tidak yakin kalau kamu baik-baik saja. Kita ke rumah sakit yah".
"Jangan lakukan itu, aku sangat membenci rumah sakit".
"Kenapa? Tapi kamu butuh pertolongan Dewa, aku tidak yakin kalau kamu baik-baik saja. Aku sangat khawatir, ayo kita kerumah sakit sekarang juga".
"Aku sudah katakan aku tidak butuh rumah sakit, kenapa kamu selalu melawan perintah ku?" Dewa membawa Nana ke dalam pelukannya dan memeluk tubuh mungil Nana dengan sangat erat. "Aku mohon jangan pernah melawan perintah ku".
"Aku tidak...
"Sshhuueeett... Kecilkan suara mu, orang lain bisa mendengarnya".
"Kamu ada-ada saja, tidak akan ada orang yang mendengar suara ku. Kamu tau sendiri kalau ruangan mu kedap suara".
Dewa langsung tertawa, "Bagaimana bisa aku melupakannya? Hahahaha.. Terkadang aku suka pelupa" ia menutup mata sembari melepaskan kedua tangannya dari tubuh Nana. "Aku sangat mengantuk Nana, ayo peluk aku".
"Aku tidak yakin kalau kamu baik-baik saja Dewa, tapi jika akhirnya kamu bersikeras seperti ini, aku bisa apa selain menuruti perintah mu".
"Terima kasih" dengan senang hati Dewa merasakan kenyamanan yang begitu hangat saat Nana memeluk tubuhnya. "Aku menyukai pelukan mu Nana".
"Mmmm, dan tubuh mu terasa dingin. Apa aku perlu mematikan AC?".
"Tidak usah, aku suka yang seperti ini".
"Kalau begitu tidurlah".
"Mmmm, dan jangan tinggalkan aku disaat aku tertidur pulas".
"Aku berjanji Dewa".
Tidak lama setelah itu, Dewa pun benar-benar tertidur pulas di dalam pelukannya tanpa sedikitpun merasa terganggu. Kemudian Nana mendengar suara pintu ruangan Dewa terbuka, dan orang itu adalah Thomas bersama dengan Siska.
"Thomas..
"Sshhuueeett... Kamu tidak usah bergerak Nana. Apa dia tertidur?".
"Mmmmm" jawab Nana menganggukkan kepala sembari melihat keduanya dengan heran ada apa yang sebenarnya, kenapa bisa Siska juga ada disana. "Apa yang terjadi Thomas? Kenapa kalian berdua datang kemari dan.. Keadaan Dewa saat ini sedang tidak baik-baik saja".
"Aku tau Nana, tapi kamu tidak usah khawatir, Dewa baik-baik saja, dia hanya butuh istirahat saja. Terima kasih sudah ada untuknya".
Nana lalu melihat Siska kembali hanya diam saja mendengar mereka berdua berbicara.
"Seperti yang aku lihat Dewa baik-baik saja, tapi bisakah aku meminta tolong Nana?".
__ADS_1
"Minta tolong apa Thomas? Tolong jangan membuat ku khawatir, aku tidak mau Dewa kenapa-kenapa dan aku tidak mau kalau sesuatu terjadi kepadanya".
Thomas tersenyum, "Kamu jangan khawatir, seperti yang aku katakan tadi kalau Dewa baik-baik saja".
"Benarkah?".
"Mmmm".
"Syukurlah kalau begitu, sekarang katakan saja apa yang ingin kamu katakan tadi?".
"Saat Dewa membuka mata nanti, tolong katakan kepadanya kalau aku mencarinya. Soalnya aku tidak tega kalau sampai membangunkannya, karna itu aku mengatakan ini kepada mu".
"Iya, nanti aku akan memberitahu Dewa kalau kamu mencari dia".
"Mmmm, terima kasih Nana. Kami berdua pergi dulu".
"Secepat itu?".
"Mmmm, aku ada urusan penting dan kamu jangan sampai lupa memberitahunya".
"Iya".
Begitu Thomas dan Siska pergi meninggalkannya, Nana melihat wajah damai Dewa yang benar-benar begitu sangat pulas tertidur di dalam pelukannya membuat Nana seketika tersenyum menyentuh pipi kanannya.
.
1 jam berlalu, Dewa belum juga membuka mata hingga akhirnya Nana pun ikutan tertidur disebelah Dewa tanpa Nana sadari beberapa menit kemudian Dewa pun segera membuka mata. Lalu ia melihat Nana tertidur, ia tau kalau wanita yang berada disebelahnya itu sedang kelelahan menahan tubuhnya sampai-sampai ia pun ikutan.
"Kamu sangat manis" Dewa lalu melihat hari semakin sore, dan matahari juga hampir saja terbenam sedangkan keduanya masih berada di dalam disana. "Nana ayo bangun! Ayo kita pulang Nana".
Mendengar suara Dewa menyebut namanya, Nana pun langsung membuka kedua mata melihat Dewa tersenyum menatap lurus.
"Kamu sudah bangun Nana?".
Sebelum menjawab Dewa, Nana terlebih dahulu mengucek bola matanya lalu menjawab kalau ia sudah bangun.
"Tapi kenapa kamu baru membangunkan aku Dewa?".
"Aku tidak bisa menganggu mu disaat sedang tidur pulas. Ayo kita pulang".
"Tunggu sebentar!" Nana menahan tubuhnya Dewa. "Kenapa kamu tidak melihat ku Dewa?".
"Hhhmm?".
"Kenapa kamu tidak melihat ku dan hanya melihat kesana saja?".
__ADS_1
Dewa tersenyum, "Tidak apa-apa, aku hanya melihat matahari itu saja begitu sangat indah disaat terbenam".
"Oh, aku pikir kamu kenapa-kenapa Dewa. Kalau begitu ayo kita pulang, aku juga merasa sangat lelah sekali hari ini".
"Aku hanya ingin tidur sambil memeluk mu".
Nana tertawa, "Tumben kamu berkata seperti itu Dewa? Tidak seperti biasanya kamu selalu bersikap dingin kepada k.. Akh, maafkan aku, aku tidak bermaksud...
"Tidak apa-apa, kamu memang benar, aku selalu bersikap cuek dan dingin kepada mu. Tolong maafkan aku".
"Hey, makin hari kamu semakin bersikap manis saja Dewa.. Aku menyukainya hehehehe".
"Terima kasih".
.
Dan sekarang kedua orang itu telah tidak dirumah menggunakan angkutan umum yaitu taksi mewah. Kemudian Nana hendak membantu Dewa, tetapi Dewa menolak dan berkata kalau ia bisa sendiri. Setelah itu Nana membayar ongkos mereka berdua dan langsung masuk kedalam rumah istana milik sang Dewa.
"Nana" panggil Dewa.
"Mmmm? Kenapa Dewa?".
"Bisakah kamu mundur sedikit?".
Nana merasa heran menaikkan sebelah alis matanya, "Kenapa Dewa kamu menyuruh aku mundur?".
"Kamu melangkah begitu sangat cepat. Mundur lah berapa langkah".
"Baiklah" Nana pun langsung mundur beberapa langkah hingga posisi mereka berdua saat ini berdiri dengan sejajar.
"Sekarang berikan tangan mu, aku ingin menggenggamnya dengan sangat erat masuk ke dalam rumah ini".
Mendengar hal tersebut, kedua mata Nana berbinar-binar tak karuan merasa begitu sangat bahagia ketika Dewa seperti sedang menggodanya.
"Ayo berikan tangan mu".
"Mmmm" dengan senang hati Nana memberikan tangan kirinya di tangan kanan sang Dewa. Lalu membisikkan sesuatu yang membuat Dewa tersenyum bahagia mencium keningnya. "Dewa, apa kamu sedang menggoda ku? Tidak seperti biasanya kamu bersikap manis seperti ini kepada ku".
"Aku tidak sedang menggoda mu Nana, aku hanya ingin kamu mengingat kenangan ini semua sampai hari tua nanti".
"Wah, tentu saja aku akan mengingatnya sampai selamanya Dewa. Kamu tidak usah khawatir, bahkan sampai aku mati nanti".
"Terima kasih, aku senang mendengarnya".
"Hehehehe.. Dan meskipun hari ini kamu bersikap aneh, tapi aku merasa sangat bahagia sekali Dewa. Aku merasa begitu sangat di cintai oleh mu dan sangat disayangi sampai-sampai aku merasa kalau saat ini aku sedang bermimpi".
__ADS_1