
Tasya tersenyum mendengar perdebatan antara mama dan papanya dia memang tidak suka dengan mama sambungnya itu,,
dia takut kasih sayang papanya terbagi-bagi apa lagi Maria juga memiliki anak perempuan yang cantik dan pintar dia takut papanya akan berpaling dan lebih menyayangi keluarga baru nya dari pada dia,,
* * *
Nana menggeliat dalam tidur nya semalaman dia gelisah karna demam nya tidak turun turun,, BI Ijah dengan sabar menemani dan menjaga Nana,,
pagi ini saat Nana bangun sakit di kepala nya sudah mulai berkurang dan badannya juga sudah tidak panas seperti semalam lagi..
BI Ijah masuk ke kamar Nana membawa segelas susu hangat di tangannya
"Nana dah bangun,," tanya bi Ijah
yang melihat mata Nana dah terbuka,, BI Ijah mendekati Nana meletakan tangan nya di kepala Nana memastikan bahwa Nana dah baikan
"Alhamdulillah demam nya dah redah,,Nana nak sarapan,," tanya bi Ijah
"Nana tak lapar lah bi" kata Nana kepalanya masih sedikit pusing,,
"tapi mama Om Rahman dan Tasya sudah ada di meja makan" kata BI Ijah
"biarkan saja mereka makan duluan Nana belum lapar lah BI " kata Nana lagi
Nana belum mau makan satu meja dengan mereka,, hatinya masih sakit mengingat semua kejadian-kejadian di rumah itu,, nanti dia akan makan dengan BI Ijah dia saat ini sedang menghindar sakit hatinya masih sangat berdarah,,
* * * *
dan betul saja hingga maria berangkat kerja dia tidak menemui nana walau hanya sebentar sedangkan biasa nya setiap Nana berada di rumah TDK pernah terlupakan salam cium setiap pagi,,tapi Nana sadar semuanya sudah berubah dia bukan lagi perioritas mama nya ada keluarga baru yang harus dia jaga perasaan nya saat ini,,,
"BI Nana rasa nak balik lah ini hari, percuma Nana Kat sini tak di anggap juga kots' " Nana dan BI Ijah sedang makan berdua
"kenapa cepat sangat,, Nana tak ambil cuti ke" tanya bi Ijah
"sebenarnya cuti Nana empat hari,,tpi Nana malas nak tinggal,, rasanya makan hati"
__ADS_1
"Nana kena sabar tak boleh cakap macam tu,, mama baru mulakan hidup dia yang baru dengan keluarga baru nya,,kita mesti sokong dia,,bukan malah menyusah kan dia," nasehat BI Ijah pada Nana,,dia beharap bisa memberi Nana pengertian,,
"tapi mestinya mama memberikan perhatian kepada Nana juga bukan pada mereka je"
kata Nana
"mama bukan tak beri Nana perhatian, dia hanya sedang menyelesaikan waktu untuk mereka" BI Ijah dengan sabar menasehati Nana
" dah la tu nanti makan tu dingin tak elok dimakan lagi" kata BI Ijah
BI Ijah berdiri untuk mengambil kan Nana nasi
"nak lauk apa ni, Yang ni ke yang ni" BI Ijah menunjuk satu persatu lauk yang ada di depan Nana
"yang tu ja, dan yang tu" Nana menunjuk makan yang dia inginkan
"terima kasih BI jah," kata Nana
"iya makan yang banyak tau,,agar Nana cepat sembuh" jawab BI Ijah
mereka memang hanya berdua ja di rumah , maria om Rahman dan Tasya sudah pergi semua,, tujuan mereka berbeda ada yang pergi kerja dan ada juga yang pergi shopping,, kalian pasti tau dong siapa yang pergi kerja dan siapa yang pergi shopping,,
sebenarnya Rahman bukan lah orang miskin hanya saja saham yang dia kelolah sedang masa pemulihan,, perusahaan Rahman hampir gulung tikar jika bukan sebab bantuan Maria mungkin sekarang ini dia sudah berada di jalanan,,
* * *
Nana sedang bersantai-santai di halaman depan rumahnya sambil membaca novel-novel kesukaannya,, Nana memang suka membaca novel bahkan lemari buku nya hampir penuh dengan novel semua,,
saat sedang asyik baca buku Nana perasan ada yang datang Nana melihat kearah orang itu dan ternyata Tasya lah orang yang datang,, Tasya dengan gaya modis nya menenteng bek belanja di tangannya berjalan lenggak-lenggok memasuki rumah bagai tuan putri kerajaan dongeng ðŸ¤
"tuan putri dah pulang" kata Nana pada BI Ijah
"iss tak boleh cakap macam tuu,", tegur BI Ijah
"BI siap siap tunggu panggilan dari tuan putri," kata Nana lagi walau dia baru serumah dengan Tasya tapi dia tau jika gadis manja itu tak bisa melakukan apapun sendiri dia pasti akan meminta bantuan BI Ijah
__ADS_1
"satu dua tiga em" belum juga sampai angka empat hitungan Nana, suara teriakan Tasya sudah terdengar
BI Ijah tanpa menjawab langsung berlari masuk menemui Tasya
"buat kan Tasya jus lemon Tasya gerah" kata Tasya sambil mengibas-ngibas kan tangannya
BI Ijah TDK menjawab langsung pergi membuat kan pesanan Tasya,,
jus sudah di berikan pada Tasya,,bi Ijah meminta diri,, dia keluar untuk menemui Nana lagi
"Nana nak bibi buat kan sesuatu juga tak" tanya bi Ijah pada Nana
"tak terima kasih kalau Nana nak sesuatu akan Nana buat sendiri" jawab Nana
"BI Ijah bii" Panggi Tasya dari dalam lagi,, Nana yang sedang membaca merasa gerang dia berdiri dan mau menegur Tasya tapi di tahan oleh bi ijah
Bi Ijah menggeleng kan kepala,,
" tak usa nak terpancing, biar bibi liat dia mau apa lagi"kata bi Ijah
"ya Tasya ada apa" tanya bi Ijah
"Bi Tasya cantik tak" tanya Tasya ternyata dia sedang mencoba baju baju yang di beli nya tadi
"cantik" jawab Bi Ijah
"apa lah Bi jah ni terpaksa sangat ke jika Tasya yang tanya, merepek lah" omel Tasya dia tidak puas dengan jawaban bi Ijah
"maaf tapi tadi bibi sedang terengah-engah," bi Ijah membela dirinya
"tak paya nak mengelak sudah sana siap kan Tasya makan siang yang sedap tak paya nak bermalas-malasan, Tasya bagi tau mama dan papa nanti baru tau rasa" omel Tasya lagi
Bi Ijah mengelus dadanya, sungguh sifat Tasya sngat jauh dengan nana
"baik Tasya nak bibi masak apa" tanya bi Ijah lagi
__ADS_1
" apa aja asal sedap dan bukan kesukaan Nana" jawab Tasya enteng
bi Ijah melangkah menuju dapur jam memang menunjukan jam sebelas siang dia akan memasak untuk nana dan Tasya,,