Nana Gadis Yg Tangguh

Nana Gadis Yg Tangguh
Draft


__ADS_3

sinar matahari pagi


mulai menembus jendela kamar ku


perlahan demi perlahan ku buka mata ini


ternyata matahari sedang tersenyum


gembira pada ku,


aku bangkit dari ranjang


meneguk air putih


dan melihat ke arah jendela,


pagi ku sudah datang


ku ucap Hamdallah


bersyukur kepada Allah


karena saat ini


aku masih melihat dan merasakan


sinar matahari pagi,


* * *


Nana mengusap matanya pagi ini rasa nya sangat berbeda dengan pagi-pagi sebelumnya,


Nana tersenyum saat melihat tangan kekar hisyam melingkar Sempurna di perutnya,


" good morning," sapa hisyam


" morning tu," balas Nana, hisyam mengecup sekilas bibir Nana,


" Nana nak bangun dulu lah, awas tangan Abang," Nana memindah kan tangan lalu duduk di sisi tempat tidur


" auuuhhh,," rintih Nana, perih di bagian pangkal pahanya membuatnya susah untuk berjalan,


" kenapa sayang," tanya hisyam


" perih nak buat jalan," kata Nana,


" mana yang perih mari sini Abang nampak," kata hisyam duduk di sebelah Nana ingin memeriksa apa nana yang sakit,


" iss apa lah Abang ni," kata Nana malu,


macam mana nak nampak yang sakit ni bukan kaki, tapi,?

__ADS_1


" Abang serius sayang, mana yang sakit biar Abang bantu," kata hisyam sungguh-sungguh


" tak paya Nana bisa sendiri," kata Nana sambil berdiri, " auuuhhh," rintih Nana lagi,


" mana apa nya yang sakit sayang," tanya hisyam bodoh, sambil memeriksa kaki Nana


" yang sakit bukan kaki Nana tapi,,pang kal paha Nana," kata Nana terbata dan suaranya pun hampir tak terdengar,


seketika hisyam tertawa, dari tadi dia sudah sangat serius tapi ternyata yang sakit itu anu nana,


" kenapa tak cakak sayang, mari sini Abang gendong," kata hisyam sambil mengangkat tubuh Nana dan membawanya masuk kedalam kamar mandi,


Hisyam meletakkan Nana di dalam kamar mandi, lalu dia keluar lagi, hisyam tersenyum melihat bercak merah yang ada di seprai putih,


bercak merah adalah bukti kesetiaan Nana dan kesuksesan Nana menjaga kesuciannya, hisyam membuka seprai putih itu lalu mengganti dengan seprai yang lain,


tak lama kemudian Nana keluar dari kamar mandi dengan berjalan pelan, hisyam yang melihat istrinya langsung berjalan dan mengangkat Nana ke tempat tidur


" Nana nak pakai baju dulu Abang," kata Nana


" biar Abang yang ambil sayang tinggal pilih nak pakai yang mana," kata hisyam berjalan ke arah lemari pakaian, dan menunjuk satu-satu pakai Nana hingga Nana mengatakan iya,


setelah selesai memakai bajunya Nana berencana keluar untuk menyiapkan sarapan untuk suami nya,


" nak kemana tu," tanya hisyam baru keluar dari kamar mandi, dia sudah selesai mandi cepat sangat, tanya Nana dalam hati


" dapur, nak buat sarapan untuk Abang," jelas Nana


* * *


kediaman Maria


" bi jah masak apa pagi ini," tanya Tasya


ya Tasya Sekarang sudah berubah dan itu membuat Maria merasa sangat senang,


" mama minta di buatkan nasi tonyam dan lauknya," kata bi jah


" Tasya boleh bantuan bi jah," tanya Tasya


" tak paya bi jah bisa sendiri," tolak bi jah halus


" tak pe bi jah Tasya pun nak belajar masak juga," kata Tasya lagi


" baik kalau macam tu Tasya tolong iris kan bawang-bawang ni boleh," bi jah menyerahkan bawang merah, bawang putih dan bawang Bombay pada Tasya untuk di iris,


" macam mana cara iris ni bi jah," tanya Tasya lagi,


dengan sabar bi jah memberi tau Tasya cara mengiris semua bawang-bawang tersebut,


" aduuhh kenapa mata Tasya jadi perih macam ni," kata Tasya air matanya sudah menetes ke pipi Tasya,

__ADS_1


bi jah yang melihat itu tertawa geli,


" bila iris bawang merah tu jangan di pandang, dan cari arah angin yang berlawanan agar perihnya terbawa angin," kata bi jah


" mana Tasya tau bi jah, bi jah pun tak bagi tau tadi," kata Tasya sedikit cemberut, Tasya selama ini memang anak yang manja,


Tampa Tasya dan bi jah sadari Maria sudah memperhatikan mereka dari tadi, Maria berjalan menghampiri mereka,


" mama," Tasya sedikit kaget melihat Maria di depannya, Maria tersenyum dan mengusap kepala Tasya,


" mama bi jah tak bagi tau tadi kalau bawang ni perih di mata bila di iris," kata Tasya manja


" tak pe, tak ada orang yang bisa langsung berjalan dan berlari, mereka harus belajar merangkak dulu lalu berjalan sayang," terang Maria


" Tasya mama nak cakap sikit pada Tasya boleh," kata Maria


" nak cakap apa mama," tanya Tasya


" mari ikut mama," Maria berjalan lebih dulu, lalu di ikuti oleh Tasya di belakangnya,


maria masuk ke dalam ruang kerjanya, Tasya kaget selama ini dia tidak tau kalau ada ruangan yang tersembunyi di dalam rumah ini,


mata Tasya tertuju pada gambar besar seorang lelaki yang tergantung di dalam ruangan itu, Tasya yakin itu pasti gambar papa kandung Nana,


" itu gambar papa kandung Nana, dan ruangan ini adalah ruang favorit papa Nana," kata Maria saat Tasya terus saja memandang gambar papa kandung Nana,


Tasya berbalik pada Maria dan tersenyum,


" mama nak cakap apa, kenapa mama bawa Tasya ke ruangan ini," tanya Tasya


" mama nak minta tolong, pada Tasya boleh," tanya Maria


" apa dia mama, kalau Tasya bisa pasti akan Tasya bantu," kata Tasya


" mama saat ini sudah tua dan mama saat ini dah nak berehat, mama ingin sebelum Nana dan hisyam mengambil alih perusahaan yang mama kelola sekarang ni, di pimpin oleh Tasya dulu," kata Maria di sudah pikir kan ini masak-masak


" tapi mama bidang Tasya bukan di perusahaan," kata Tasya


" Tasya bisa belajar, ada Beri yang akan selalu membantu Tasya bila Tasya nak," terang Maria pada Tasya,


" tapi Tasya ragu ma Tasya takut tak bisa kembangkan perusahaan mama, mana papa juga belum balik dari negri jiran," Tasya tak tau nak cakap apa nak tolak pun tak tau apa alasannya, kepala Tasya tiba-tiba saja pening di buatnya,


" oke Tasya akan pikir kan dulu, nanti bila dah ada Jawaban akan Tasya bagi tau mama," akhirnya Tasya mengalah jua,


Maria tersenyum bahagia, rasanya dia dah penat dan dia dah nak berehat, ada anak-anak nya yang akan dia andal kan walaupun Tasya bukan anak kandung nya tapi dia tau Tasya adalah anak baik,


hanya saja dulu dia terlalu takut akan kehilangan papanya, tapi sekarang tidak lagi semua dah berjalan baik-baik saja,


Maria sangat bersyukur pada Allah, semoga keluarga nya selau rukun, seperti sekarang ini,


* * *

__ADS_1


__ADS_2