
dengan malas Nana pulang mengendara kan mobil nya sendiri,,
Mira sudah memberi penawaran agar Mira yang mengantar nya namun dia tidak ingin merepotkan sahabatnya itu,
sebelum sampai Nana singa di apotik untuk membeli vitamin dan obat sakit kepala entah kenapa tiba-tiba kepalanya terasa sakit
setelah membayarnya Nana keluar dari apotik berjalan menuju mobilnya tapi karena jalan nya sambil tunduk Nana tak perasan menabrak seseorang
" maaf kan saya ", kata Nana
orang yang di tabrak Nana ternyata Reinaldi
" Nana kau tak Pa pe," tanya Reinaldi yang melihat Nana terus saja menunduk
Nana yang merasa mengenal suara tu mengangkat kepalanya melihat
" hei Rey, tak..cuma pala aku pusing dikit je," kata Nana
" buat apa kau kak sini," tanya Rey
" beli obat sama vitamin," kata Nana
" kau sendiri buat apa kak sini," tanya Nana pula
" nak beli tisu, tisu di mobil aku habis," kata Rey
Nana yang baru nak melangkah kan kakinya tiba-tiba terjatuh pingsan, untung ada Rey di dekat nya yang siap menangkap nya,
Rey yang panik langsung mengangkat tubuh Nana masuk ke ruang praktek di apotik itu,
suster menyuruh Rey untuk menunggu di luar agar dokter bisa memeriksa Nana dengan tenang,
Rey berjalan mondar-mandir sendiri dia bingung dan hawatir, dia bingung entah mau hubungi siapa, keluarga Nana tdk ada di sini
Rey kaget mendengar suara ponsel miliknya Nana berbunyi, senyuman terpancar di wajah nya melihat pemanggil di ponsel Nana tertulis nama my best friend Mira,
cepat-cepat Rey mengangkat telepon dari Mira
" halo assalamualaikum," suara Mira terdengar dari sebelah sana
" walaikumsalm, Mira tolong aku lah," kata Rey panik
Mira yang mendengar suara bukan suara Nana merasa heran
" sapa ni, mana Nana, "tanya Mira lebih panik lagi
" Mira ni aku Rey, Mira tolong aku," belum sempat Rey melanjutkan kata-katanya sudah di potong oleh Mira
" Rey kepana ni mana Nana, awas kau bila terjadi sesuatu pada kawan aku mampus kau di tangan aku," ancam Mira
" sebab terjadi sesuatu lah ni ponsel Nana ada kak aku," kata Rey
" haa apa dah jadi pada Nana, kau apa kan dia, aku bunuh kau Rey," omel Mira membuat bulu kuduk Rey merinding mendengar Omelan Mira yang tak jelas asal usulnya
__ADS_1
" makanya orang cakap tu dengar dulu jangan langsung nyerocos aja kaya keteta api," Kata Rey menjeda kata-katanya
" tadi aku jumpa Nana kak depan apotik dia abis beli obat, lalu tiba-tiba saja dia pingsan untung ada aku kak sana," bela Rey pada dirinya sendiri
" haa terus macam mana dengan Nana," tanya Mira
" Nana sedang di periksa dengan dokter, kau bisa datang kak sini tak,"
" iye, iye kau kirim kan aku alamatnya aku ke sana sekarang," kata Mira
" ada apa sayang " tanya Rudi kekasih Mira
ya sejak kejadian tempo hari dengan mamanya Mira, Mira sudah tidak tinggal dengan mama nya lagi
Mira sekarang tinggal di rumah kakaknya Marisa
" Nana sayang dia jatuh sakit," kata Mira sebenarnya mereka sedang berada di cofe shop
Mira Duduk menyeruput minuman nya hingga tersisa sedikit lalu tersenyum ke arah Rudi s
" sayang minuman ni kau tak di minum sayang, mana harganya mahal lagi, bisa berkurang duit jujuran aku," katanya sambil nyengir kuda
Rudi hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah kocak kekasih nya,
Mira dan Rudi berjalan keluar dari cofe shop setelah membayar minuman yang mereka pesan
mereka mengendarai mobil Mira, walaupun sekarang kerjaan Rudi sudah bagus gaji juga sudah lumayan besar tapi Rudi belum mau membeli mobil sayang katanya duitnya,
Mira masuk menanyakan kepada petugas yang berjaga, dimana ruangan Nana berada
setelah mendapat petunjuk Mira berjalan cepat malah bisa di bilang lari yah, ke arah di mana Nana berada
Mira membuka pintu ruangan Nana, di lihatnya Nana sudah sadar
" Nana apa dah jadi," tanya Mira hawatir
" tak da Pa pe aku cuma letih dikit je," kata Nana
" sampai pingsan macam ni pun kau masih bilang tak da Pa pe, kau tu deggil sangat tau," kata Mira
tak lama kemudian Rudi juga masuk ke ruang rawat Nana
" kan tadi aku dah cakap kau tumpang kak mobil aku je, deggil," omel Mira
" sabar sayang, Nana tu lagi sakit jangan lah marah-marah macam ni," kata Rudi sambil mengusap-usap lengan Mira
" macam mana aku tak marah dia tu deggil tau," katanya lagi
" iye, iye aku salah aku maaf," kata Nana
" terus apa Kata dokter," tanya Mira
" dia tak pa pe, dia hanya perlu berehat je," kata dokter yang tiba-tiba sudah di belakang mereka
__ADS_1
serentak mereka semua melihat ke arah dokter Tampan yang ada di belakang mereka
" apa dah jadi pada kawan saya dokter," tanya Mira pada dokter Tampan itu,
" tak ada yang perlu di khawatir kan, dia hanya perlu berehat je," kata dokter Tampan itu
Nana bangun dari pembaringan nya
" saye dah boleh balek,?" tanya nana pada dokter Tampan itu
dokter itu tersenyum
" boleh asal awak harus berat selama dua hari penuh, selepas dua hari tu awak harus kembali kontrol lagi," kata dokter itu
"oke terima kasih dokter," kata Nana
" terima kasih dokter," Rey juga berterima kasih setelah dari tadi diam saja menyaksikan,
Nana berjalan keluar di dampingi Mira Rey masih di kasir membayar obat-obatan untuk Nana
"sayang kau pakai mobil aku sendiri, biar aku dangan Nana," kata Mira
di jawab dengan anggukan kepala oleh Rudi
saat Rey keluar mereka semua sudah pergi meninggalkan Reinaldi sendiri Rey hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal
mengendarai mobilnya sendiri menuju tempat tinggal Nana
saat Rey sampai cuma ada mobil Nana aja di sana, Rey kira Mira dah balik
Rey mengetuk pintu rumah Nana,
tapi yang keluar bukan Nana melainkan Mira Mira berkacak pinggang
" mau apa lagi, Nana tak boleh di ganggu dia nak berehat," kata Mira sinis
sebenarnya dulu Mira suka pada Reinaldi tapi tak di pandang oleh Rey sebab Rey sukanya sama Nana
Rey mengangkat kantong obat yang di bawahnya di depan mata Mira
" ups sorry, nak jumpa Nana dulu ke," tanya Mira merasa bersalah
" terima kasih, bilang pada Nana cepat sembuh," kata Rey lalu pergi
Rey mengendarai mobil nya keluar dari kawasan perumahan tempat tinggal Nana
di dalam mobil Rey kesel sendiri,
" niatnya ingin membatu malah kena Bebel dasar perempuan stres," Rey membebel dalam mobilnya di raihnya tempat tisu
" ya Allah, lupa kan jadinya," dia belum sempat beli tisu tadi,
* * * *
__ADS_1