Nana Gadis Yg Tangguh

Nana Gadis Yg Tangguh
pantai pasir putih


__ADS_3

Maria keluar dari kamar nya dia tak memperdulikan Rahman yang melarang nya untuk pergi, dia masuk ke dalam dapur dia mencari bi jah mungkin bi jah tau sesuatu tentang Nana,


" bi jah," panggil Maria, bi jah menoleh melihat pada majikannya,


" bi jah tau tentang hubungan antara Nana dan hisyam," tanya Maria, di jawab anggukan kepala oleh bi jah,


" kenapa bi jah tak cakap pada saya," kata Maria lagi rasa bersalah nya pada Nana tiba-tiba muncul dia merasa gagal menjadi ibu yang baik untuk nana,


" saya harus ke Maloy saya harus jumpa dengan Nana, bi jah tolong pantau rumah selama saya pergi," kata Maria hendak berdiri tapi tertahan oleh bi jah, bi jah menghampiri Maria dan duduk di hadapan Maria majikan nya


" Nana dah tak tinggal kak Maloy lagi, Nana dah berhenti bekerja dia juga sudah menjual rumah yang dia tempati kak sana," kata bi jah, pernyataan bi jah membuat Maria terduduk lemas, air mata nya keluar seketika semenderita itu kah anaknya,


" mama macam apa saya ni bi jah, bahkan saat anaknya menderita pun saya tak tau kenapa bi jah tak bagi tau saya tentang semua ni," kata Maria sedih hatinya mendengar kenyataan tentang anaknya,


" kalau Nana dah tak tinggal kak Maloy lagi, pas tu sekarang dia tinggal kak mana bi jah," tanya nya, heran kalau Nana sudah tak tinggal kak Maloy harusnya sekarang dia ada di sini di rumah ini bersamanya,


" bi jah tak tau soal tu, saat dia singga masa tu bi jah sudah membujuk Nana agar mau tinggal kak sini kak rumah ni bersama dengan kita tapi Nana tak nak, " kata bi jah menjelaskan apa yang dia tau,


" lalu kak mana nana bi jah sekarang ni" air mata yang tadi sudah berhenti keluar kembali, rasa bersalah nya pada Nana semakin besar,


ya memang semenjak dia menikah lagi perhatiannya pada Nana sudah berkurang, bahkan tak jarang dia lebih mementingkan suami dan anak sambung nya dari pada anak kandung nya sendiri,


Maria mengambil ponsel dia harus mencari Nana sekarang,


" beri, cari detektif terhebat saya nak kau cari keberadaan Nana sekarang," kata Maria pada beri, beri adalah asisten dan orang kepercayaan Maria,


* * *


suara deburan ombak membangun kan Nana dari tidur nyenyak nya, ' hemm ' gumam Nana sambil merentangkan kedua tangannya, berjalan ke arah jendela kaca yang menghadap pada pantai pasir putih,


sudah banyak anak-anak yang bermain, berlari sana sini, bermain istana pasir, dan banyak lagi sungguh bahagia hidup mereka,


Nana keluar dari kamar dia rasanya ingin bergabung dengan mereka, agar beban itu hilang dari hidupnya


Nana berjalan menyusuri pantai

__ADS_1


" Nana " teriak Rey, dia sedang duduk sambil minum kopi bersama teman-teman nya,


" Hay Rey," Nana berjalan menghampiri Rey,


" nak pesan sesuatu," tanya Rey,


" no thanks i'm not hungry yet," kata Nana


" Nana nanti malam kami ada dinner perpisahan dengan teman-teman Nana datang yah," kata Rey sebenarnya Rey ada rencana yang Nana tak tau,


"ok i will come later," kata Nana mengiakan,


" Rey aku balek dulu lah," kata Nana sebab merasa canggung berada di sana, dia lalu pergi dari sana, i'm sorry Nana, kata Rey dalam hati


Nana berjalan masuk ke dalam rumah yang dia sewa selama dia masih berada di sana,


dengan santai dan bernyanyi kecil Nana memasuki rumah tersebut,


namun betapa terkejutnya Nana melihat mamanya sedang duduk di sofa ruang tamu menunggu dirinya,


Maria berdiri memeluk putri nya sekuat itu kah anak yang dia lahir kan, membayangkan saja Maria tak kuat,


" sayang apa dah jadi, kenapa Nana sembunyikan semua ni pada mama," kata Maria dia mendekap wajah cantik anaknya


" apa yang mama cakap ni, siapa bagi tau mama Nana ada kak sini," tanya Nana, heran pasalnya tak ada siapa pun yang tau keberadaan nya di pulau ini


" mama minta tolong pada beri," kata Maria jujur, Maria menuntun nana duduk bersamanya


" kenapa Nana menyembunyikan semua kenyataan ni pada mama Nana tak percaya lagi pada mama," tanya Maria sambil membelai rambut Nana


" apa yang mama cakap ni Nana tak faham," nana pura-pura tidak tahu maksud mamanya,


" sayang cakap pada mama yang sesungguhnya jangan takut ada mama di belakang Nana, Nana jujur pada mama nana masih sayang pada hisyam," tanya Maria


Nana melepas kan tangan mama dari pipinya

__ADS_1


" Nana dan hisyam dah tak ada hubungan lagi, kami dah putus, hisyam adalah calon suami Tasya sekarang," kata Nana sambil meremas jari-jari tangan nya,


" tengok mama pandang muka mama dan kata kan yang sebenarnya," kata Maria merai kembali wajah Nana


Nana tak kuasa lagi, dia jatuh dalam pelukan mama nya sekuat apapun dia menyembunyikan semua kenyataan ini tetap di ketahui oleh mamanya,


Maria membelai rambut anaknya dengan sayang dah lama sangat dia tak lakukan itu pada anaknya, sekarang dia tak akan biarkan Nana menanggung beban seorang diri dia akan selalu bersama dengan Nana,


* * *


kediaman kak Ros.


" umi tak habis pikir masih ada orang macam tu di dunia ni," sekarang mereka semua umi, Abah, hisyam, Kak Ros, dan suaminya, sedang berkumpul di ruang keluarga membahas tentang pertemuan nya tadi dengan keluarga Nana


" umi sampai kesihan pada cik Maria kena marah habis-habisan," kata umi lagi


" itu lah sebabnya umi, Nana tak nak mamanya menanggung akibat dari hubungan kami ini, Nana lebih baik mundur demi keutuhan rumah tangga mama nya," kata hisyam


" biar betul Syam, tak kan dia nak paksakan diri," tanya umi heran


" Tasya adalah anak kesayangan om Rahman dan selalu mendapat apa pun yang di inginkan dan Syam adalah orang yang Tasya ingin kan saat ini, coba Abah dan umi pikir bila om Rahman membeli anaknya dan aunty Maria juga membela Nana, apa yang akan terjadi," jelas hisyam,


" tak boleh macam, disini Syam yang patutnya memilih sebab Syam lelaki, bukan Tasya, apa pun keputusan mereka nanti umi tak kisah, Sekarang umi nak dengar sendiri dari Syam, Syam masih sayang kan Nana tau tak," tanya umi


" Nana satu-satunya orang yang Syam nak kan dalam hidup Syam sekarang nanti dan seterusnya," kata hisyam mantap.


umi dan yang lainnya tersenyum mendengar jawaban dari hisyam, sekarang sudah jelas bahwa hisyam menginginkan Nana bukan Tasya,


* * *


gaeess ....


tolong tinggal kan jejak kalian,


😍😍😍🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2