Nana Gadis Yg Tangguh

Nana Gadis Yg Tangguh
balek kampung


__ADS_3

drett dreett dreett


suara ponsel Nana berbunyi nyaring hingga sanggup membangun kan Nana dari tidur lelapnya, Nana bangun mengucek matanya dan meraih ponsel yang dari tadi berdering


" Rey buat apa telfon malam malam,", kata Nana merasa heran,


" halo Rey ada apa," tanya Nana


" Nana,,Nana tolong aku," suara Rey terdengar cemas


" Rey apa dah jadi, ?" tanya Nana, langsung bangkit dari tempat tidurnya,


" ayah aku tak sadar kan diri, dia terjatuh dalam kamar mandi," terang Rey terbantah-batah


" kau kak mana sekarang ni," tanya Nana


" masih kak rumah aku bingung nak buat apa badan aku rasanya lemas semua," kata Rey


" oke sekarang kau jemput aku, kita sama-sama balek, aku akan teman kan kau," kata Nana lalu bangkit untuk bersiap-siap


" betul ke Nana," tanya Rey macam tak percaya


" betul, dah sekarang kau datang jemput aku, aku nak siap-siap dulu," kata Nana lalu mematikan sambungan telfon


Nana melirik jam yang tergantung di dinding kamarnya, jam menunjukkan pukul dua dini hari,


Nana meraih tas kecil yang berada di atas lemari, dia memasukkan dua pasang baju ganti ke dalam tas kecil miliknya


tak lama kemudian suara mobil Rey memasuki pekarangan rumah Nana,


Nana segera keluar membu kan pintu untuk Reynaldi,


" dah siap, Jum" kata Nana dia memperhati kan penampilan Rey dari atas hingga bawah kelihatan sangat kusut,


Rey tak menjawab, dia hanya mengangguk kan kepala dan ingin masuk di kursi kemudi


" Rey, biar aku yang bawa mobil,kau tinggal tunjuk kan jalan nya saja," kata Nana lagi


" tak pe Nana biar aku saja," tolak Rey,


" tak pe macam mana, nampak penampilan kau yang macam ni saja aku dah takut bila kau yang driver," kata Nana


Rey yang memang dah kusut tak fokus pun mengalah, biar lah Nana yang driver


Nana duduk di kursi kemudi, kemudian menyalakan mesin mobil, Nana membunyikan klakson pada pak penjaga pos

__ADS_1


" nak kemana cik Nana malam-malam begini, " tanya pak penjaga pos


" nak balek kampung pak," kata Nana singkat lalu menaikan kembali kaca mobilnya


perjalanan menuju kampung Rey lumayan jauh perkiraan dua hingga tiga jam perjalanan, kata Rey mereka mungkin subuh baru tiba kak sana


dalam perjalanan Nana hanya fokus pada jalanan sesekali di liriknya Rey yang nampak kusut sangat,


" dah lah tu tak paya nak risau sangat insya Allah pak cik tak pa pe," kata Nana menguatkan Rey


Rey hanya tersenyum kecut ke arah Nana, walau bagai mana pun tetap rasa risau itu selalu ada apa lagi ini pasal ayah, dia anak mana yang tak risau kan pasal orang tuanya,


walau bagai mana pun fokusnya Nana pada jalanan tetap rasa kantuk itu ada Tampa dia sadari dia menguap di depan Rey,


" nak gantian," tawar Rey


" hemm masih jauh lagi ke," tanya Nana


" mungkin sekitar tiga atau empat puluh menit lagi," kata Rey,


" uhh masih lumayan jauh rupanya," kata Nana


" kau stop kak depan tu biar aku ganti," kata Rey tak tega juga dia liat Nana sampai kelelahan


" tak pe dikit lagi, insya Allah aku bisa," kata Nana


baru Nana nak ketepikan mobil tu ponsel Rey tiba-tiba berdering


Rey melihat nama pemanggil tertera nama Hanny adik dari Rey


" halo Hanny apa yang terjadi," tanya Rey cepat


" Abang ayah masih tak sadarkan diri kak hospital," terdengar suara Hanny sebak mungkin baru habis menangis


" Hanny yang sabar oke Abang dah kak perjalanan kejam lagi sampai, jaga Mak baik-baik," kata Rey dan mematikan sambungan telfon


" kenapa tak singga tadi," tanya Rey pada Nana


" tak pe lah dah dekat," kata Nana


" setelah jam tu masih jauh Nana tak paya nak deggil sangat," kata Rey lagi


" oke, oke kak depan tu baru kita singga," akhir nya Nana mengalah juga


setelah mereka bergantian, Nana berniat untuk merebahkan kepala dia penat juga bawa mobil jauh-jauh,

__ADS_1


Rey melirik Nana yang kaya nya dah berada di alam mimpi, pelan-pelan Rey menginjak pedal gas menambah kecepatan mobilnya, tak sampai dua puluh menit mereka dah sampai di hospital tempat ayah Rey di rawat,


" Nana bangun kita dah sampai," pelan-pelan Rey membangun kan Nana,


Nana mengucek mata nya, rasanya Nana baru saja memejam kan mata ternyata mereka sudah sampai saja,


Nana melirik jam di tanga nya kurang lima belas menit dari jam perkiraan apa ini maksudnya Rey tadi membawa mobil dengan kecepatan di atas rata-rata,


" Rey tadi kau," belum sempat Nana menerus kan kata-kata nya Rey sudah lebih dulu keluar


" Rey tunggu aku," teriak Nana mengejar Rey, yang berlari ke arah resepsionis, setelah mendapat petunjuk Rey berlari lagi ke arah UGD Nana hanya bisa mengejar dari belakang


" emmak" panggil Rey pada perempuan paru baya yang Nana yakini itu adalah ibunya Rey


perempuan yang di panggil emmak tadi melepas pelukannya kepada anak perempuan mungkin itu adiknya rey dia menoleh pada Rey


" Rey hu hu hu," orang yang di panggil emmak tadi beralih memeluk Rey tangisan nya kian pecah di pelukan Rey,


" emmak tenang yah Rey sudah ada di sini, ayah pasti baik-baik saja," kata Rey tapi sebenarnya dia juga sangat risau


Rey melepas pelukannya pada emmak dan beralih memeluk anak perempuan yang tadi memeluk emmak


" Abang ayah bang, ayah belum sadar dari tadi," adik Rey


" Hanny yang sabar yah, kita sama-sama berdoa untuk kesembuhan ayah," kata Rey mengelus rambut adiknya


Nana yang dari tadi menjadi penonton juga ikut bersuara


" sabar ya dek ini ujian dari Allah maka minta lah pada nya agar dia mengambil kembali ujian nya ini" Nana berusaha menenang kan gadis remaja tadi,


Rey baru sadar kalau dia tidak datang sendiri ada Nana disini yang menemaninya, Rey melerai pelukan nya pada adiknya


" emmak kenal kan ini Nana kawan Rey dari kota dia yang teman kan Rey balik sini," kata Rey memperkenalkan Nana pada ibunya Rey


Nana mengulur kan tangan untuk salaman pada emmak nya Rey, tapi siapa sangka emmak Rey langsung membawa Nana kedalam pelukannya, tangisnya kembali pecah


di dalam pelukan Nana


" terima kasih dah bersedia teman kan anak Mak cik " katanya sambil melepaskan pelukannya


" Hanny kenal kan ini kak Nana," kata Rey


"Nana kenalkan ini Hanny adik aku," kata Rey lagi


Nana mengulurkan tangannya untuk salaman pada Hanny adik dari Rey,

__ADS_1


* * *


__ADS_2