Nana Gadis Yg Tangguh

Nana Gadis Yg Tangguh
tamu


__ADS_3

Nana duduk diam menungu rudi menjelaskan Apa permasalah yang sedang mereka hadapi saat ini,


" sebenarnya aku sudah menikah, saat aku pulang ke kampung halaman ku, dan aku tak bisa nak menolak permintaan mereka, Nana tak mungkin aku nak tolak permintaan ayah aku saat dia masih hidup dulu," jelas Rudi,


Nana tak tau nak cakap apa, dia belum mengeluarkan sepatah kata pun,


" aku sangat mencintai Mira dan ingin menikah dengan nya, tapi aku pun tak mungkin nak tolak perjanjian yang dibuat oleh ayah aku dan ayahnya Liana mereka berdua tersiksa dengan perjanjian yang telah mereka buat," terang Rudi lagi,


Nana masih diam belum berkomentar apa pun,


" tadi aku baru nak jelas kan pada Mira tapi dia tak nak dengar sepatah sekata pun, Nana aku harap kau bisa bantu aku tuk terang kan pada nya aku tak ada maksud untuk menghianati cinta kita aku terpaksa lakukan itu," kata Rudi lagi,


" kak mana perempuan tu sekarang," tanya Nana


" ada kak rumah aku," kata Rudi


" kau bawa dia kerumah mu," tanya Nana lagi


" iya sebab bapak dia pun dah tiada, Nana dan sekarang ni dia itu istri aku tanggung jawab aku, walaupun aku tak mencintai nya," berat rasanya nak kata kan Berliana adalah istri nya tapi itulah kenyataan yang harus dia lalui,


" aku tak tahu nak cakap apa rudi tapi kau tenang saja nanti aku akan coba cakap pada Mira," kata Nana sambil menyeruput minuman yang ada di hadapannya saat ini,


" terima kasih Nana," ucap Rudi


nana mengangguk, lalu menghabiskan minuman nya dan meminta diri dari sana,


" oke kalau macam tu aku minta diri lebih dulu, kau kena banyak-banyak bersabar aku doa kan semoga pernikahan kau akan membuah kan kebahagiaan yang tiada Tara," ucap Nana lalu berdiri hendak pergi dari sana,


" sekali lagi terima kasih Nana, aku harap walaupun aku dah tak bersama Mira persahabatan kita tak kan pernah putus," kata Rudi berharap


" tentu kapan-kapan ajak istri kau main ke rumah aku," kata Nana sebelum pergi dari sana,


Rudi mengangguk, entah lah apa kah dia harus mengenal kan Berliana pada teman-teman nya atau tak,


pasalnya semua kawan-kawan Rudi mengetahui bahwa Mira lah kekasih Rudi, pasti mereka akan mengira bahwa Rudi sengaja menghianati Mira,


yah semenjak balik dari kampung Rudi terus saja memijit Kepala nya yang terasa pening,


* *


" mama papa Tasya nak ijin boleh, Tasya rindu pada akak," mereka saat ini sedang berada di meja makan, Tenga makan bersama,


" boleh, sayang sampai kan salam rindu mama pada akak ye," kata Maria tersenyum bahagia


tapi Rahman tak mengomentari permintaan anaknya itu,


" terima kasih mama," Tasya terlihat senang tapi TDK dengan Rahman,


" berapa hari Tasya kak sana nanti," Rahman baru mengeluarkan suaranya,

__ADS_1


" emmm,, mungkin satu Minggu papa, boleh yah,," pinta Tasya mengatupkan kedua tangannya memohon pada papa nya,


Rahman mengangguk mengiakan,


" Yee terima kasih papa, " Tasya berdiri dari tempat duduk dan memeluk Rahman,


**


Mira menghambur semua barang yang ada di hadapannya meluapkan emosi yang mengguncah hatinya,


" Mira ada apa ni," merisa berlari memeluk Mira guna menguatkan,


" jahat kau aku menyesal dah percaya padanya kak," teriak Mira,


" siapa yang jahat ni kenapa cakap pada akak," kak Meri jadi bingung di buatnya,


" dia penghianat kak dia jahat dia dah dua kan Mira," rancau Mira,


" siapa yang Mira cakap ni, Rudi ke," tanya kak Meri, Mira mengangguk kan kepala nya dalam pelukan kakak nya,


" Mira betul ke ni, rasanya tak mungkin bila Rudi nak buat macam tu pada Mira," kak Meri merasa tak percaya pada ucapan Mira,


Mira mendonggak kan kepalanya melihat 0ada kakak nya lalu berkata,


" dia bahkan dah menikahi perempuan tu, kak," Mira menangis tersedu-sedu di dalam pelukan kak meri,


" apa,," Merisa kaget, bukan main,


Merisa tak bisa nak cakap apa-apa,


dalam hati dia hanya ingin bertemu dengan Rudi dan menanyakan langsung,


***


Nana sedang sibuk di dapur meracik bahan-bahan kue yang akan dia buat untuk suami tercinta nya,


dulu dia sering belajar pada bi jah, jadi dia tak terlalu kesusahan dia tinggal liat tutorial nya di YouTube untuk menambah leluasanya,


Ting Ting Ting tong


bunyi bel rumah Nana, Nana melirik jam yang tergantung di dinding, jam pulang hisyam masih satu jam lagi siapa yang datang jam segini,


Nana membuka apron yang di kenakan nya, lalu berjalan keluar untuk membuka pintu,


" siapa yang datang jam segini," tanya Nana pada dirinya sendiri


" surprise," Tasya membentangkan tangan untuk memeluk Nana kakaknya,


" Tasya," kata Nana lalu masuk ke pelukan Tasya adik nya,

__ADS_1


" sama siapa," Nana mencari keberadaan mama dan papa sambungnya,


" Tasya datang Sorang je mama papa kirim sama pada akak," katanya bergelayut manja di tangan Nana, sambil berjalan masuk ke dalam rumah Nana dan hisyam,


" akak buat apa tadi penat Tasya tekan bel nya," tanya nya


" penat konon cuma tiga kali je bilang penat," kata Nana tertawa lucu


" tengah buat kue buat Abang hisyam," kata Nana lagi,


" Tasya pun nak juga," katanya manja


" tapi akak buat sikit je maaf," canda Nana


Tasya memanyunkan bibirnya merajut konon


tak lama kemudian bell kembali berbunyi


Nana kembali melirik jam dinding, senyuman manis terpancar dari wajahnya itu pasti suami tercinta nya,


Tasya sudah masuk kekamar nya untuk berehat,


Nana berlari kecil menuju pintu utama untuk membuka kan pintu untuk suaminya,


" assalamualaikum, istriku," kata hisyam


" walaikumsalm suamiku," balas Nana


Hisyam mengeluarkan buket bunya yang di sembunyikan di belakang nya,


bunya mawar putih yang di hias sangat cantik,


" cantik Nye, terima kasih Abang," kata Nana menerima bunga lalu mencium tangan hisyam


" so sweet," ledek Tasya bertepuk tangan dari arah belakang,


Nana merasa malu sebab dia lupa bahwa dalam rumah ni ada orang lain selain mereka berdua,


" Tasya bila datang, dengan siapa," tanya hisyam


" Tasya nak jawab yang mana dulu ni pertama atau kedua," ledek Tasya lagi,


" mana-mana Tasya suka," kata Syam lagi


" Tasya datang Sorang je, dan tasya pun baru datang, lebih awal satu jam dari Abang syam," terang hisyam secara detail,


" mama dan papa tak ikut sekali," tanya hisyam


" tak mama dan papa cuma kirim salam pada Abang dan akak," kata Tasya lalu berlalu pergi dari sana,

__ADS_1


" Nana malu lah bang," kata Nana bersembunyi di dada hisyam,


* * * * *


__ADS_2