Nana Gadis Yg Tangguh

Nana Gadis Yg Tangguh
apa jawaban nya


__ADS_3

Nana terpaksa ikut pulang bersama dengan hisyam, sebab mobil Nana sudah di pulangkan terlebih dahulu oleh hisyam Tampa sepengatahuan Nana,


Nana bingung sejak bila hisyam mengambil kunci mobil nya dan menyewa orang untuk mengantarkan mobil tersebut, sedang hisyam selalu bersama dengan nana


tapi yah dari pada bingung-bingung memikirkan itu lebih baik bila Nana memikirkan tentang masa depan nya dengan Hisyam,


pikir Nana tersenyum sendiri,


" dah siap," tanya hisyam, setelah memasukkan semua barang-barang Nana kedalam bagasi mobil


Nana mengangguk sambil tersenyum menjawab pertanyaan hisyam, dia sedang malas mengeluarkan suaranya,


" Jum kita berangkat," katanya lagi


" Syam Nana Masi takut, gimana kalau om Rahman marah dan tak setuju dengan kita," tanya Nana, akhirnya keluar juga suaranya


" Nana tenang yah Syam yakin semua akan berjalan dengan baik," kata hisyam menenangkan hati Nana


" berangkat,?" tanya hisyam lagi, dan di angguki oleh Nana lagi,


berjalanan yang biasanya terasa membosankan dan melelahkan, tapi sebab ada Nana di samping nya menjadi kan perjalanan itu menjadi menyenangkan,


* * *


tasya masih mengurung diri nya di dalam kamarnya perasaan marah dan kecewanya masih membunca-bunca hingga dia tak hiraukan panggilan dari papanya,


" Tasya sayang maaf kan papa nak, papa sudah berusaha sebisa papa, tapi memang hisyam lebih memilih Nana, dan papa tak ada kuasa untuk menghalangi itu," kata Rahman dari depan pintu kamar


" tasya papa nak cakap kejap," kata Rahman lagi masih berdiri di depan pintu kamar Tasya sebenarnya Tasya mendengar itu tapi rasa marahnya pada papanya membuatnya menjadi keras kepala,


bahkan saat ini Tasya sedang berpikir untuk melarikan diri dari rumah, tapi dia akan menunggu situasi aman dulu,


Tasya mengambil koper yang ada di atas lemari dan memasukan baju-baju nya ke dalam koper tersebut, Tasya juga memeriksa kartu-kartu kredit dan ATM serta buku tabungannya, dan memasukan semua itu kedalam tas ransel, yang juga akan di bawa nya pergi bersama dengan nya,


bila papa lebih memilih mereka lalu buat apa aku berada di rumah ini, toh papa sudah bahagia dengan keluarga barunya,


Rahman yang sudah merasa capek mengetuk pintu kamar Tasya, memilih untuk mengalah dan akan mencobanya nanti lagi,


* * *

__ADS_1


hari hari yang di lalui Nana terasa lancar dan bahagia di kelilingi dengan orang yang sayang padanya dan mencintainya,


Nana merentangkan tangannya, senyuman manis terpancar dari wajahnya, Nana melihat sekeliling kamarnya, kamar yang dulu sempat di rampas dan di tempati oleh Tasya kini telah di kembalikan lagi padanya,


Nana bangun dan terus menuju kamar mandi, dia akan mandi dan bersiap-siap, kata hisyam semalam saat mereka sedang bercakap lewat telfon hari ini orang tua hisyam akan datang dan menanyakan pada Nana dan keluarga tentang Jawaban dari lamaran nya tempo hari orang tua hisyam hantar,


setelah mandi Nana sedikit bersolek dengan memoles wajah cantiknya dengan cream dan mengolesi bibirnya dengan liblos secukupnya


Nana tersenyum melihat penampilannya di dalam cermin,


" perfect," katanya sambil berputar di depan cermin


tak sadar Nana dengan kelakuan nya yang menurutnya kekanak-kanakan, nana berasa malu, dan langsung menutup wajahnya dengan kedua tangan nya,


tok tok tok


Nana kaget mendengar suara ketukan di pintu kamarnya,


" yah bentar," teriak Nana dari dalam kamar


Nana berjalan menuju pintu dan membukanya


" wah cantiknya Nana hari ni," kata bi jah tulus sambil mengusap pipi Nana,


" tak de lah bi Ijah Nana biasa saja," katanya tersipu malu, nana yang biasanya percaya diri dan tampil apa adanya saat ini entah kenapa merasa berubah menjadi pemalu dan tidak percaya diri lagi seperti biasa,


" betul, cantik tak kedip mata hisyam memandang nanti," kata bi jah menggoda Nana


" haa hisyam ada datang juga ke bi jah," tanya Nana, sebab semalam Syam hanya cakap umi dan Abah saja yang akan datang,


" dah tu turun cepat semua orang dah menunggu Nana," kata bi jah, sambil menaik turunkan alisnya tak habis-habis menggoda Nana,


" bi jah penampilan Nana baik tak, cantik tak," tanya Nana sambil membetulkan kerudung dan penampilannya


" iya dah cantik sangat," kata bi jah sambil menarik tangan Nana turun kebawah,


semakin dekat dengan ruang tamu hati Nana semakin berdebar-debar akan-akan nak loncat keluar dari tempatnya,


" nah tu orang yang di tunggu-tunggu dari tadi akhirnya datang juga, sini Nana duduk dekat mama," kata Maria memanggil anak semata wayangnya duduk di sebelahnya,

__ADS_1


dengan malu-malu Nana berjalan mendekat dengan mama nya dan duduk tepat di samping mamanya,


sumpah Nana rasanya nak lari dan kabur dari sana, ini lebih menakutkan dari pada saat Nana akan menerima surat kelulusan nya,


hisyam sedari tadi sering mencuri-curi pandang pada Nana, tak sabar rasanya untuk mendengarkan keputusan dari keluarga Nana


" Nana ini keluarga hisyam datang untuk menanyakan keputusan dari Nana tentang hantaran lamaran nya tempo hari," kata om Rahman sebagai kepala keluarga,


Nana tersentak kaget, selama ini Rahman tak pernah mahu dan suka pada Nana, tapi Sekarang om Rahman seakan-akan mengambil tangung jawab sebagai papa kandung Nana


" jadi jawaban apa yang harus papa kasih pada mereka," tanya Rahman yang semakin membuat Nana kaget apa lagi Rahman menamakan dirinya sebagai papa,


" sayang jadi jangan apa yang nak Nana kasi pada hisyam dan keluarga nya," tanya Maria, bukan hanya Nana yang kaget tapi Maria lah orang yang paling bahagia di sini, dia berharap semua ini nyata Tampa ada kepura-puraan lagi,


Nana yang sedari tadi di tanya tertunduk malu,


tak tau nak jawab apa,


" Nana serahkan jawaban ini pada mama dan.. papa," kata Nana masih canggung dengan kata papa,


" baik lah karna Nana tak punya jawaban nya maka biar saya yang memutuskan," kata Rahman, Maria dan Nana memandang Rahman dan menunggu jawaban apa yang akan di berikan pada keluarga hisyam,


hisyam dan keluarga nya saling pandang, mereka harap-harap cemas dengan jawaban yang akan di berikan oleh Rahman,


bukan apa-apa, mereka semua tau Rahman tak menyukai Nana dan mereka juga tau bila Rahman sangat menginginkan hisyam menjadi suami Tasya,


dan sekarang dia yang akan memutuskan keputusan yang sangat besar bagi hidup Hisyam dan Nana,


* * *


Hay Hay Hay,,,


reader setia Nana gadis yang tangguh


mohon dukungan kalian


like like like,,komen komen komen,, vote vote vote,,,


author sangat sangat sangat membutuhkan dukungan kalian, keritik kalian, 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2