Nana Gadis Yg Tangguh

Nana Gadis Yg Tangguh
tamu spesial


__ADS_3

saat Nana keluar dari kamar mandi maria sudah berada di kamar Nana, Nana hanya tersenyum kecil pada Maria dia tau pasti mama nya akan memberi tau soal tamunya pada Nana


"Nana ada rencana nak malam nii " tanya Maria


"tak ada mama,,kenapa,," Nana tanya Nana seolah-olah dia TDK tau menahu tentang tamu spesial mama nya


"bagus lah kali macam tu Nana boleh ikut makan sekali dengan kami " kata Maria lagi


"kami,," Nana berpura-pura TDK tau


"malam ni om Rahman dan anaknya akan makan malam Kat rumah kita Nana tak kisah kan mama undang mereka " tanya Maria


"om Rahman dan anaknya di undang makan malam,,Nana baru tau" pancing Nana,,karna biasanya apapun yang akan di lakukan Maria selalu saja meminta pendapatnya,,


"biasanya apa pun yang akan mama lakukan selalu saja meminta pendapat Nana," kata Nana mata nya sudah berkaca-kaca


"maaf sayang rencana ini mendadak,,tadi om Rahman kata anaknya akan balik dari luar negri dan dia mau langsung kerumah kita" mari coba menjelaskan pada Nana


"wah sepertinya sekarang hanya om Rahman dan anaknya yang menjadi prioritas utama mama" elak Nana


"sayang janganlah Cakap macam tu,,Nana tetap anak mama apa pun yang terjadi, walau pun mama dah menikah dengan om Rahma" Maria pun ikut menangis


"mama akan turun ke bawah dan mama harap Nana mau ikut makan malam bersama" Maria pergi meninggalkan Nana sendiri di kamar nya


* * *


jam sudah menunjukkan pukul 7 malam semua makanan sudah tersusun rapi di meja makan tapi Nana blum jga terlihat, Maria sudah rapi dengan gaun yang melekat indah pada tubuh nya wajah nya tampak berseri-seri menambah kecantikan yang dia miliki, malam ini dia tampak muda dan sangat cantik,,


"assalamualaikum" suara itu berasal dari pintu masuk rumah nya,,


Maria tersenyum menyambut kedatangan tamu spesial nya malam ini


"malam aunty" sapa Tasya sambil cipika cipiki dengan Maria

__ADS_1


"malam juga,,Tasya apa kabar ni makin cantik aja aunty liat" jawab Maria sambil mempersilahkan tamu tamunya Masuk ke dalam rumah nya


Tasya menyapukan pandangannya ke seluruh rumah Maria yang menurutnya sangat kuno atau ketinggalan jaman,


mereka sudah sampai di meja makan tapi Nana belum juga terlihat turun


Tasya yang melihat makan kesukaan nya terhidang di meja makan menelan ludahnya semenjak dia belajar di luar negeri dia TDK pernah memakannya lagi


"masih tunggu orang ke,, Tasya dah lapar nii" Tasya bertanya karena belum di persilahkan untuk makan


Maria baru nak angkat bicara tapi terpotong oleh ucapan Rahman


"Tasya kalau lapar makan lah kita pun tak tunggu siapa siapa lagi" jawab Rahman Maria yang mendengar itu TDK bisa berkata apa-apa lagi selain mempersilahkan mereka makan


Nana melihat itu semua dari lantai atas dia tau mama pasti sedang menunggu dirinya,,


"baiklah Nana akan turun sekarang" Nana bicara pada dirinya sendiri sambil melangkah turun


Tasya memandang remeh pada Nana


"Nana Kellan kan ini Tasya anak om Rahman" Maria memperkenalkan Nana pada Tasya


"hai Nana" Nana mengulurkan tangannya untuk kenalan pada Tasya


"Tasya" Tasya menyambut uluran tangan Nana dengan wajah yang dingin tanpa ada senyum senyum nya


"papa kapan kita nak makan ni Tasya lapar lah" rengek Tasya pada papanya


mendengar rengekan Tasya Maria langsung mempersilahkan mereka makan,,


Tasya dengan manjanya meminta di ambil ini dan itu,, Maria dengan sabar menuruti semua permintaan calon anak nya itu,,


Nana hanya menyaksikan Tampa mau berkomentar,,dia makam dengan santai bagai kan orang Tampa beban,,

__ADS_1


setelah selesai makan mereka semua beranjak keluar menuju ruang tamu sambil berbincang-bincang,,


Nana membantu BI Ijah memungut semua piring kotor dan memberikan meja setelah itu dia membantu BI Ijah mencuci semua piring kotor


"Nana oke ke" tanya bi Ijah yang melihat Nana hanya diam dari tadi,,


Nana tersenyum dan berkata


"BI anak om Rahman cantik yah"


"cantik tapi tak kan lebih cantik dari Nana" jawab BI Ijah


"Bibi merepek lah" kata Nana lagi


"betul bibi tak merepek" jawab BI Ijah


"Nana tu dah cantik wajahnya cantik pula hatinya" kata BI Ijah jujur,,ia mengatakan itu karna tadi dia melihat sendiri bagaimana sifat Tasya anak dari Rahman itu


"bibi terlalu berlebihan memuji Nana,, tapi BI dia belum jadi anggota keluarga kita aja udah betingkah seperti itu bagai mana jika dah jadi keluarga Nana tak tau apa yang akan terjadi"


jelas Nana mencemaskan keadaan yang akan terjadi, bagai mana orang seperti Tasya akan menjadi keluarga nya akan menjadi adiknya sedang kan tadi dia terang terangan menunjukkan bahwa dia tidak menyukai Nana


selesai membantu bi Ijah Nana beranjak hendak naik kekamar nya saat melewati ruang keluarga terdengar tawa dari luar, Mama nya sangat bahagia dengan mereka


Nana melangkah untuk melihat apa yang sedang mereka lakukan,,


di lihatnya Tasya yang duduk di dekat mama nya dan Om Rahman di depan nya mereka sedang bercanda ria


hati Nana makin teriris melihat mama nya sangat bahagia dengan mereka mamanya seakan lupa jika di rumah itu juga ada Nana anaknya,, tak terasa air matanya mengalir di pipi nya,,


mungkin rencana Nana kerja di Maloy memang jalan terbaik untuk mereka,,,


* * * *

__ADS_1


__ADS_2